Site icon Info Media Kota

MPC Pemuda Pancasila Minta DPRD Respon Surat Audensi dengan Pihak PT. GHEMMI, Sekaligus Kecam Kecelakan Kerja di Wilayah Tambang PT. LCL dan PT. MPC

PARBUMULIH, INFOMEDIAKOTA.COM — Ketua MPC PP kecam Kecelakaan kerja yang terjadi di area tambang PT. MPC Dan PT. LCL hal tersebut disampaikan saat Menggelar Konsolidasi Antar pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) dan Pimpipinan Anak Cabang (PAC) serta jajaran lembaga Komando Inti (KOTI) Mahatidana, Srikandi dan SAPMA Pemuda Pancasila Kota, bertempat di markas PAC Barat.(12/09/2021)

Disela acara pemantapan kepengurusan dan silahturahmi antar kader, yang beberapa pekan kemarin telah menggelar kegiatan serupa di PAC lainnya.Ketua MPC PP Kota Prabumulih Rifki Baday mengatakan Pasca Satu tahun Demo yang menurunkan Ratusan masa kemarin pihak GHEMMi dan subkon memang belum meberikan jawaban memuaskan terkait apa yang menjadi poin pertanyaan setahun lalu.

Rifki Baday pun menyoroti peristiwa Fatality insiden yang sempat viral di media masa, hingga Pj Muara Enim pun terjun langsung lokasi dan mengunjungi keluarga korban (ahli waris) untuk menyampaikan batuan berupa uang kerohiman

“Hari ini tepat setahun yang lalu kami Pemuda Pancasila pernah mengadakan aksi besar-besaran terhadap perusahaan GHEMMI dan perusaahan di bawahnya seperti MPC, LCL dan lain-lain. Paling tidak aksi tersebut harapannya dapat membangun proper untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Akhirnya sekarang benar-benar terjadi, kecelakaan yang menyebabkan kecelakaan fatality yang menelan korban, sampai Pj. Bupati Turun langsung meberikan bantuan kepada keluarga korban” Ungkap Baday.

Dikatakan Rifki kecaman ini mempunyai dasar yang cukup kuat, ia menilai bahwa indikator adanya kelalaian dan kecelakaan kerja beruntun di perusahaan sebesar MPC dan LCL merupakan tolak ukur bahwa kesadaran K3L dari kegiatan mega proyek konsorsium nasional antar China dan Indonesia ini belum bisa dikatakan memenuhi nilai yang baik dari Aspek keselamatan kerja

“Kami mengecam keras adanya kejadian ini, tentu bila Perusahaan telah memenuhi SOP dari aspek K3, kejadian Kecelakan kerja sampai meninggal dunia di lokasi kerja MPC dan LCL akan dapat di minimalisir bahkan sampai titik pencapaian Zero insiden, saya yakin kalau di investigasi mulai Surat izin Operasi (SIO) dan Surat Izin Layak Operasi pasti ada kesalahan, maka dari itu saya mengharapkan kepada kementrian Tenaga Kerja khususnya di Provinsi dan kabupaten Kota dapat konsen dalam pengawasan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) setelah kejadian ini” bebernya

Lanjut Rifki dirinya melalui Sekcab telah melayangkan surat ke DPRD Kota Prabumulih bulan Juni untuk audensi dengan pihak GHEMMI dan Subkon namun hingga sekarang belum ada kejelasan kapan pihak GHEMMi dan LCL bisa duduk bersama pihak terkait, ia akan melayang kan surat kedua ke DPRD

“hingga kini pihak DPRD kota Prabumulih belum juga mampu untuk memanggil pihak perusahaan kita tidak tau apa kendalanya, mungkin agenda waktu yang padat atau memang pihak perusahaan yang mengabaikan surat DPRD, atau memang surat dari DPRD belum sampai ke Pihak GHEMMI dan Subkonnya, kita akan melayangkan surat kedua ke DPRD , Jika saja bukan karena pandemi ini, maka tidak mustahil kami akan turun ke GHEMMI untuk aksi lebih besar dari tahun sebelumnya,” tegas Baday.

Komandan Komando Inti Mahatidana Inhar Kamaluddin menanggapi apa yang disampaikan Rifky Baday bahwa Komando Inti siap turun jika ada perintah dari Ketua MPC Pemuda Pancasila

“Jelas kami siap kapanpun jika dibutuhkan. Saat ini ada sekitar 1500-an anggota Pemuda Pancasila, baik itu dari Komando Inti, Srikandi, SAPMA, dan Enam PAC, maupun dari MPC sendiri. Kami menunggu instruksi dan kelanjutan dari surat yang sudah dilayangkan ke DPRD. Jika diperlukan maka kami akan turun,” pungkas Kamal menegaskan lagi.

Exit mobile version