MUARA ENIM, INFOMEDIAKOTA.COM – Proyek Tol Prabumulih – Muara Enim (PMME) zona 1 melalui pelaksana proyek beberapa perusahaan Sub Kontraktor dalam mensukseskan kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Muara Enim, tak lepas menemui kendala dalam pengerjaan, di musim penghujan capaian target belum dinilai maksimal, namun pihak perusahan subkon terus berupaya dalam mencapai progres pekerjaan.
” PT. System Formwork Indonesia salah satu Pelaksana proyek untuk clearing dan tanah timbun jalan Tol di ruas Prabumulih-Muara Enim cukup merasakan belum bisa maksimalnya target pekerjaan, ” ujar Widhi Selaku site manager zona 1
Terkait pemberitaan sebelumnya dari keluhan kondisi jalan akses penghubung Desa Air keruh ke Desa Sukarami pihak perusahaan diwakili Jhon eka humas desa menerangkan jika jalan desa sebelum kegiatan proyek tol memang sudah rusak karena jalan tersebut merupakan jalan pertamina dan jalan umum karena itu banyak mobilitas angkutan, namun pihak PT. S-form memang pernah menggunakan akses jalan pada saat menimbun halaman SD 14 Rambang Desa Sukarami atas surat permohonan Kepala Sekolah dan kades Herman zainal kepada PT Waskita Karya zona 1
” penimbunan lokasi halaman sekolah SD 14 Rambang atas permintaan dari kepala desa Sukarami, dan Kepala Sekolah. Sebagai bentuk bantuan dari PT. S-form untuk penimbunan sekolahan yang sering banjir. sebelum kegiatan penggunaan akses melihat kodisi jalan yang rusak pihak perusahaan berinisiatif melakukan perbaikan jalan dengan menghamparkan 8 kubik batu belah sebagai bentuk tanggug jawab sosial lingkungan. Walaupun untuk sekarang PT SForm sebenarnya tidak rutin melintasi jalan tersebut sebagai akses aktivitas operasional PT. S-Form, karena untuk jalan aktivitas pembersihan trase tol membuang tanah kupasan ketempat luasan disposal itu di area terdekat trase dan sementara belum melalui jalan penghubung antara desa sukarami dan Air keruh ” Kata Jhon menerangkan.
Ia menambahkan menyikapi dampak sosial kemasyarakatan pihak perusahaan telah mensosialisaikan teknis kegiatan dengan melakukan pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar wilayah kerja PT. S-Form Seperti di wilayah Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim, tepatnya di Desa Air Keruh dan Desa Sukarami, awal masuk Desa ini management perusahaaan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melakuakn syukuran sebagai cara memperkenalkan diri dan berkoordinasi dengan pemerintah dan warga setempat.
” Sebelum memulai kegiatan kita telah berkoordinasi dengan kades sukarami dan kades Air Keruh ternasuk sosialisasi dengan masyarakat kita telah melakukan syukuran selanjutnya untuk kearifan lokal s-from telah mengakomodir karyawan dari desa sukarami termasuk PK ( Penjaga Keamanan) itu langsung di koordinir oleh Kades Sukarami dan dari desa Air keruh sudah dilibatkan untuk penempatan mes kantor dan ketring makan lalu satu orang pekarja, namun pihak menjemen juga menilai dan menyadari belum maksimalanya kegiatan pekerjaan jika kedepan Progres pekerjaan sudah mulai banyak tentu penambahan perkerja akan ditambah juga, ” jelasnya
Kepala Desa Air Keruh Surmansyah, S.Pd dalam wawancara singkat dengan awak media menyampaikan terkait jalan rusak dirinya mengaku telah menyampaikan dengan pihak S-from agar kiranya dapat memperbaiki askes jalan namun hingga sekarang belum juga dilaksanakan akan tetapi untuk koordinasi Kades mengaku secara untuk secara lisan pihak menejemen sform sudah lakukaan walaupun belum secara tertulis (Sabtu 20/03/2021)
“Selaku pemerintah setempat saya telah menyampaikan kepada Perusahan Sform agar dapat segera memperbaiki akses jalan, memang benar sebelum kegiatan pihak sform telah berkoordinasi dan sosialisasi sekaligus syukuran saat perusahaan itu (S-Form) masuk ke desa kami, untuk koordinasi dan terkait akses jalan agar diperbaiki, bagaimana setelah pekerjaan untuk perbaikan jalan warga ini, apakah jalan akses desa kami ini akan diperbaiki. Kalau koordinasi awal sudah ada, PT. S-Form secara lisan sudah menyampaikannya kepada kami, walau belum secara tertulis dan juga PT. Semidang Jaya sudah pula meminta izin lingkungan izin koordinasi dengan melayangkan surat kepada pemerintah desa Air Keruh,” ungkap Surmansyah menjelaskan.
Ditambahkannya lagi bahwa kondisi jalan memang selama ini sudah rusak namun dengan adanya tambahan batu belah itu, membuat jàlan makin sulit dilalui karena kondisi cuaca hujan
“Memang benar pak jalan itu sudah dalam kondisi rusak, namun dengan adanya penambahan batu belah, jalan itu menjadi lebih sulit dilalui, namun bukan berarti karena operasional perusahaan yang menyebabkan jalan rusak,” pungkas Kepala Desa Air keruh 2 periode ini.
Mendapat berita sebelumnya terkait jalan akses jalan penghubung antar desa yang rusak gerak cepat pihak waskita langsung memperbaiki jalan yang rusak hal ini disampaikan oleh Kamal selaku Humas dari pihak PT Waskita zona 1
” Gerakan cepat waskita karya menyikapi berita yang mana membuat lumpuh aktivitas di dua desa air keruh sukarami .
Dengan sigap waskita karya langsung melakukan perbaikan jalan tersebut dan menurunkan welloader dn dikawal langsung oleh andre dari waskita, ” ujarnya
Dirinya menambahkan menangapi keluahan warga yang penting sesuai dan masuk akal PT. Waskita tidak akan berdiam diri dengan gejolak sosial lingkungan karena pelaksanaan pekerjaan PSN proyek tol di PMME ZONA 1 harus tetap berjalan dan sukses
Senada dengan Humas desa S- form kamal yang juga ketua KOTI PP Prabumulih menerangkan bahwa jalan hancur bukan karena aktivitas rutin Proyek TOL
” Meski jalan tersebut sebenarnya bukan rusak seperti yang diberitakan beberpa media beberapa hari ini ,tapi memang akses jalan umum dilalui oleh kendaran karena keadaan alam, di musim penghujan hujan yang membuat digenangi air dan hancur. Namun waskita melakukan cepat tanggap demi lancarnya kegiatan masyarakat pengguna jalan tersebut. akses jalan air keruh sukarmi belum menjadi akses mobilisasi subkon secara rutin, tidak di pungkiri memang kemungkinan kedepan akan dipakai oleh subkon pelaksana proyek jalan tol, ” Pungkasnya

