Site icon Info Media Kota

Rutan Kelas IIB Prabumulih Gandeng KADIN Kembangkan UMKM Serat Nanas Warga Binaan

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih terus mendorong penguatan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menjalin sinergi bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Prabumulih dalam pengembangan produk serat nanas.
Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sandi Wiguna, melalui Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Peltah) Iin Valentino, menggelar silaturahmi sekaligus kunjungan kerja ke Kantor KADIN Kota Prabumulih di Jalan Nigata, Kelurahan Anak Petai, Rabu (7/1/2025).

Rombongan Rutan Kelas IIB Prabumulih yang dipimpin Kasubsi Peltah Iin Valentino beserta staf disambut langsung oleh Ketua KADIN Kota Prabumulih, Rudiansyah SE. Turut hadir Wakil Ketua Bidang UMKM KADIN Agus Zaily, Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga Yogi Astrada, serta jajaran pengurus KADIN Kota Prabumulih.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas strategi dan sinergi pengembangan produk UMKM serat nanas hasil pembinaan warga binaan Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Pembahasan mencakup pemenuhan bahan baku daun nanas, peningkatan kualitas dan standar produksi, peluang pemasaran, penguatan jejaring usaha, hingga potensi kolaborasi dengan pelaku UMKM dan dunia usaha.

Kasubsi Peltah Rutan Kelas IIB Prabumulih, Iin Valentino, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan pembinaan kemandirian warga binaan melalui produk UMKM.

“Melalui sinergi dengan KADIN Kota Prabumulih, kami berharap produk serat nanas hasil pembinaan warga binaan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian lokal,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang UMKM KADIN Kota Prabumulih, Agus Zaily, yang juga CEO Koperasi MIWA
. Koperasi yang telah berhasil mengolah serat nanas hingga menembus pasar ekspor—menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh kolaborasi dengan Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Menurut Agus, pihaknya akan segera menyiapkan tim untuk melakukan edukasi kepada petani terkait pemenuhan bahan baku daun nanas guna mendukung operasional tiga mesin produksi yang telah tersedia di Rutan Prabumulih.

“Kami siap mensuplai bahan baku. Saat ini Rutan sudah memiliki operator dan tiga mesin produksi. Kami juga akan memberikan edukasi kepada petani terkait teknik panen daun nanas untuk bahan baku,” kata Agus.

Ia menjelaskan, satu mesin serat nanas yang dioperasikan oleh operator berpengalaman mampu menghasilkan rata-rata 200 kilogram serat per hari. Dengan demikian, tiga mesin membutuhkan sekitar 600 kilogram daun nanas per hari. Namun, saat ini kapasitas produksi di Rutan Prabumulih masih sekitar 50 kilogram per mesin per hari.

“Selain menyiapkan bahan baku, kami juga akan melatih operator warga binaan agar ke depan bisa mencapai produksi maksimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, awak media juga mewawancarai Serma Mukminan, selaku Babinsa sekaligus penyuplai bahan baku daun nanas untuk Koperasi MIWA. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani dalam pemanfaatan daun nanas.

“Petani masih banyak yang enggan memanen daun sebelum buah dipanen. Padahal, secara riset pertanian, pemangkasan daun justru dapat meningkatkan kualitas dan ukuran buah. Di sinilah peran kami untuk memberi pemahaman,” jelasnya.

Mukminan menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku daun nanas bagi Rutan Kelas IIB Prabumulih, dengan catatan pelatihan operator mesin bagi warga binaan terus ditingkatkan agar produktivitas optimal.

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Prabumulih, Rudiansyah SE, menegaskan komitmen KADIN dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui UMKM.

“Kami berharap dari pelatihan di Rutan ini akan lahir warga binaan yang benar-benar mahir mengoperasikan mesin serat nanas. Selain menghasilkan produk dari dalam rutan, setelah bebas mereka juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diaplikasikan di dunia kerja,” pungkasnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga pemasyarakatan, dunia usaha, dan pelaku UMKM dalam menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Exit mobile version