INFOMEDIAKOTA, PRABUMULIH — Sebagai upaya memenuhi target Produksi Migas Nasional PT Pertamina EP terus meningkatkan kegiatan operasi mulai dari kegiatan pencarian data seismik untuk mencari sumber Migas baru hingga ke proses pengeboran sampai suply migas melalui jalur line pipa dari sumur ke stasiun pengumpul yang selajutnya dikirim ke Pusat Pengumpul Produksi KM 3 Pertamina Plaju.
Dalam kurun waktu tahun 2023 ini Pertamina tercatat sudah beberapa kali terkendala pada insiden kebocoran jalur pipa. Meski denikian Pertamina EP selalu sigap melakukan penanganan dampak lingkungan, akan tetapi kerugian materil yang cukup besar sudah pasti tidak akan bisa dihindari.
Menyikapi hal tersbut masyarakat meminta PT Pertamina untuk terus melakukan evaluasi terkait dampak lingkungan dengan kajian kajian teknis sesuai standar operasional prosedur yang berskala internasional termasuk penggantian jalur pipa yang bisa saja sudah tidak layak untuk digunakan.
Proyeksi Pertamina merupakan Objek Vital Nasional yang harus didukung oleh semua masyarakat tapi harus di pahami pula bahwa pada dasarnya kegiatan operasi BUMN ini jangan sampai merugikan masyarakat.
TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) menjadi bagian penting pula dalam proyeksi Pertamina dengan menciptakan puluhan program CSR untuk pemberdayaan masyarakat bermanfaat bagi lingkungan terus di torehkan oleh BUMN terkaya ini, tentu tersebut patut di apresiasi oleh semua.
Jika melihat beberapa insiden kebocoran pipa terakhir ini, Pertamina diharakan pula harus lebih fokus dalam meminimalisir dampak hingga mencapai zero insiden di wilayah operasional kerjanya.
Seperti Insiden kebocoran pipa kemarin pada jumat (17/11/23) di RT 04 RW 01 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur. Menurut keterangan warga pemilik kolam di lokasi yang sama sudah 3 tiga kali insiden kebocoran terjadi. Hal tersbut di sampaikan Meizal Kurniawan pemilik kolam yang berada di sepanjang jalur pipa Pertamina jalan Niigata tepatnya di Sungai Rumbai.
“Bocor ini bocor yang ketigo kemaren siang sekitar jam 12, kami takut minyak akan meresap ke kolam lain , yang pasti kolam yang kuar itu dak biso di pekek lagi, total ikan sekitar 20 ribu sampe 30 ribu. Kami berharap kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ungkapnya.
Pertamina EP field Prabumulih sigap Tangani Kendala dan Siap Bertanggung Jawab
Sebagai bagian salah satu lapangan di Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Prabumulih Field turut mengupayakan produksi minyak dan gas bumi di wilayah Sumatera Selatan. Pencapaian produksi migas Prabumulih Field hingga Oktober 2023 sebesar 7254 BOPD untuk minyak dan 111.7 MMSCFD untuk gas. Pencapian tersebut selanjutnya turut menyumbang target produksi migas nasional.
Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field selalu sigap menangani kendala-kendala operasi produksi di lapangan, seperti pada insiden kebocoran pipa di Jalan Nigata Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih yang terjadi pada Jumat (17/11). Pipa tersebut merupakan pipa migas 8 inchi jalur pengiriman minyak dari Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Prabumulih Field ke KM 3 Plaju trunkline segmen XIII.
Insiden ini dilaporkan oleh warga setempat dan langsung ditindaklanjuti oleh tim internal PEP Prabumulih Field dengan melakukan upaya pemasangan clamp, pengelasan titik kebocoran, dan pembersihan limbah paparan di permukaan tanah.
“Saat ini tim kami tengah melaksanakan upaya pembersihan crude oil yang mengalir akibat kebocoran pipa tersebut agar tidak menyebar lebih luas. Selain itu, terdapat juga vacum truck untuk mengisap minyak yang mengalir serta dilakukan juga penutupan pipa dengan cara clam. Untuk penyebab kebocoran masih dalam investigasi.”terang Head Of Comrel & CID Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti.
Lebih lanjut Tuti memastikan insiden ini tidak menghambat proses pengiriman minyak ke KM 3 Plaju.
Tuti juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat dan pemerintah setempat yang sudah memberikan informasi dan berkoordinasi dengan baik dalam penanganan insiden ini.
“Kami berharap semua lapisan masyarakat turut serta menjaga Objek Vital Nasional (Obvitnas) dengan sama-sama mendukung kelancaran operasi sehingga Pertamina dapat terus berkontribusi memenuhi kebutuhan energi untuk Indonesia,” ungkap Tuti.
Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang memberikan dukungan untuk kelancaran penanganan dampak dari kendala operasi produksi. Perusahaan terus menghimbau masyarakat untuk melaporkan jika terjadi kerusakan dan atau kegiatan mencurigakan di sekitar jaringan pipa migas dan meminta semua pihak bekerja sama untuk mematuhi jarak aman minimum yang dihitung dari sisi terluar pipa ke kiri dan ke kanan.
“Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman, serta ramah lingkungan dengan cara mematuhi semua peraturan yang berlaku,” pungkas Tuti

