INFOMEDIAKOTA MUARA ENIM – Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengingatkan para guru untuk lebih peka terhadap perilaku anak didik dalam rangka mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah (IAQI) Indralaya, yang digelar di Ballroom Hotel Griya Serasan, Rabu (10/09).
Sumarni menekankan pentingnya deteksi dini oleh para pendidik dengan cara memantau kondisi siswa, mendengarkan keluhan, serta memperlakukan mereka layaknya anak sendiri. “Guru harus proaktif mengawasi tingkah laku siswa, terutama di luar jam pelajaran seperti saat istirahat. Jangan sampai ada kasus bullying di sekolah-sekolah kita,” tegasnya.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Wabup menyampaikan bahwa guru memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Upaya pencegahan perundungan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan bagian dari misi bersama menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berakhlak.
Selain membahas isu bullying, Wabup juga menyambut baik kehadiran program Pascasarjana IAQI Indralaya. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru agar lebih mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan. “Kami berharap guru-guru di Muara Enim dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), khususnya di bidang pendidikan, sehingga mampu menghasilkan inovasi pembelajaran dan kurikulum yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui peningkatan kualitas guru dan lingkungan pendidikan yang aman dari perundungan, Wabup optimistis Muara Enim akan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri dan berdaya saing tinggi.

