INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Warga Talang Sako RT 1, 2, dan 3 RW 5, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, kini dibuat murka lantaran mereka menuntut kejelasan atas dugaan penyalahgunaan uang kas Masjid Thoyibah yang dilakukan oleh mantan bendahara, hingga saldo dana infak diduga ludes tak bersisa.
Kemarahan warga memuncak setelah terungkap bahwa sang mantan bendahara sendiri mengakui telah menggunakan uang kas masjid untuk kepentingan pribadi. Ironisnya, pengakuan itu disertai janji akan mengembalikan dana secara bertahap, namun janji tinggal janji. Hingga kini, satu rupiah pun nyaris tak kembali.
“Sungguh keterlaluan! Uang kas masjid habis, saldo infak nol. Katanya mau dikembalikan, tapi sudah dua tahun tak ada kabar. Kalau begini terus, kami akan laporkan ke polisi,” ujar salah satu warga Talang Sako yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan, Minggu (13/10).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengurus Masjid Thoyibah pada Juni 2022 sempat membuat surat pernyataan bersama dengan mantan bendahara tersebut. Dalam surat itu, disebutkan bahwa uang kas masjid sebesar Rp22 juta telah digunakan untuk keperluan pribadi, dan yang bersangkutan berjanji mengembalikan secara mencicil.
Namun, fakta di lapangan justru memprihatinkan. Dari seluruh nilai yang disalahgunakan, baru dua kali dilakukan pembayaran masing-masing Rp200 ribu, sebelum kemudian berhenti total tanpa kejelasan. Tak ada komunikasi, tak ada itikad baik.
“Sudah dua tahun berlalu, tapi uang kas tetap tak kembali. Padahal sudah ada surat pernyataan hitam di atas putih. Kalau begini terus, kami mau tempuh jalur hukum,” tegas warga lain dengan nada kecewa.
Yang membuat warga semakin geram, dugaan penyalahgunaan dana ini justru seperti dibiarkan begitu saja. Warga menuding, Ketua RW yang juga diketahui menjabat sebagai sekretaris pengurus masjid saat kejadian, tidak menunjukkan upaya serius untuk menuntaskan persoalan ini.
“Masalah ini bukan rahasia lagi. Tapi anehnya, Ketua RW yang juga pengurus masjid malah diam saja. Seolah tutup mata,” ujar sumber lainnya.
Menurut warga, kasus ini tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan pihak lain di struktur pengurus.
“Masak uang kas bisa habis pengurus lain tidak ahu? Mustahil. Pasti ada yang tahu dan membiarkan,” ungkapnya

Meski telah di buat surat pernyataan tahun 2022 tertulis jelas apabila pihak yang bersangkutan tidak menepati janji pengembalian dana, maka ia siap dituntut sesuai hukum yang berlaku. Namun hingga berita ini diturunkan, tak ada langkah tegas dari pengurus masjid maupun pemerintah setempat.
Kini warga mulai kehilangan kesabaran. Sejumlah tokoh masyarakat disebut telah berkoordinasi untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum, agar ada efek jera dan transparansi dalam pengelolaan dana rumah ibadah.
“Uang kas masjid itu uang umat, bukan milik pribadi. Jangan main-main dengan dana kepercayaan warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat Sukajadi.
Diketahui, mantan bendahara Masjid Thoyibah yang diduga menyalahgunakan dana tersebut sebelumnya menjabat sebagai Ketua RT setempat. Setelah kasus mencuat, posisi bendahara kemudian digantikan oleh Amrullah, berdasarkan keputusan RW. Namun, di balik pergantian itu muncul dugaan baru.
Beberapa warga menduga Amrullah justru dijadikan kambing hitam untuk menutupi jejak penyimpangan lama. “Kami curiga, surat pernyataan baru dibuat atas nama bendahara pengganti, padahal yang menggunakan uang itu bukan dia. Ini jelas tidak adil,” kata warga lainnya menegaskan.
Kasus ini kini menjadi sorotan masyarakat sekitar. Mereka mendesak agar pengurus masjid melakukan audit terbuka atas laporan keuangan dan segera menyelesaikan polemik yang mencoreng nama baik rumah ibadah.
“Masjid seharusnya jadi tempat suci, bukan ajang permainan uang. Kalau tidak diselesaikan secara internal, biar aparat hukum yang turun tangan,” ujar seorang jemaah seusai salat Magrib.
Warga juga meminta perhatian serius dari Kelurahan Sukajadi dan pemerintah kota Prabumulih, agar tidak membiarkan dugaan penyelewengan dana keagamaan ini terus berlarut tanpa kejelasan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak mantan bendahara maupun Ketua RW yang disebut-sebut terlibat belum dapat dimintai tanggapan resmi. Sementara, suasana di lingkungan Masjid Thoyibah kini mulai memanas.
Warga sepakat, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan pengembalian dana, laporan resmi akan dilayangkan ke aparat penegak hukum.
“Cukup sudah. Ini bukan sekadar uang, ini soal amanah. Kalau amanah umat sudah dikhianati, tak bisa lagi ditoleransi,” pungkas warga dengan nada tegas.

