Site icon Info Media Kota

Pelayanan Ramah, Fasilitas Memprihatinkan: Potret Keluhan Pasien Kelas I BPJS di RSUD Prabumulih

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Pelayanan tenaga kesehatan RSUD Kota Prabumulih menuai apresiasi. Namun di balik sikap ramah dan respons cepat para perawat, terselip ironi pada fasilitas ruang rawat inap BPJS Kelas I yang justru dikeluhkan pasien.

Seorang peserta BPJS Kesehatan yang telah lebih dari 10 tahun rutin membayar iuran mengaku merasakan dua sisi pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut: medis yang humanis, tetapi sarana fisik yang dinilai jauh dari layak.

“Dari pendaftaran sampai masuk ruang perawatan lancar. Perawatnya ramah dan sigap,” ujarnya.

Proses administrasi, rujukan hingga penempatan kamar disebut tanpa hambatan berarti. Namun pengalaman berbeda muncul saat menjalani pemeriksaan di Poli Bedah.

Pasien mengaku harus menunggu dokter dalam waktu lama tanpa kepastian jadwal.

“Kami menunggu cukup lama. Katanya dokter masih praktik di luar, baru datang setelah selesai,” ungkapnya.

Bagi pasien yang tengah sakit, ketidakpastian waktu pelayanan dinilai bukan sekadar soal antrean, tetapi menyangkut hak atas penanganan medis cepat.

Masalah lain yang lebih disorot adalah kondisi fasilitas ruang rawat inap BPJS Kelas I. Sejumlah sarana disebut tak terawat dan tak sebanding dengan status kelas layanan.

AC tidak dingin, televisi mati, pintu kamar tak bisa dikunci, kamar mandi kotor, hingga pakaian operasi pasien yang sobek dan lusuh.
“Kalau pelayanan perawat baik, tapi fasilitasnya memprihatinkan. Rasanya tidak sesuai dengan kelasnya,” keluhnya.

Kondisi tersebut memantik pertanyaan: ke mana standar pelayanan rumah sakit pemerintah, ketika peserta BPJS yang rutin membayar iuran justru mendapat fasilitas minim?

Meski menyampaikan kritik, pasien tetap mengapresiasi dedikasi tenaga medis.

“Tenaga kesehatannya sudah maksimal. Tinggal fasilitas dan jadwal dokternya saja yang perlu dibenahi,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Direktur RSUD Kota Prabumulih, dr. Ade Nur Ikhlas, memastikan pihak rumah sakit akan melakukan perbaikan.

“Terima kasih atas informasinya. Keluhan tersebut akan kami perbaiki,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Catatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tak cukup hanya ramah dan cepat. Fasilitas yang layak dan manajemen waktu dokter sama pentingnya. Sebab bagi pasien, sembuh bukan sekadar soal obat, tapi juga kenyamanan dan kepastian layanan.

Exit mobile version