APM Desak Transparansi Bank Sumsel Babel, Aliran Dana Pemkot Prabumulih Dipertanyakan

Infomedikota Prabumulih, – Lembaga swadaya masyarakat Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) berencana mendatangi kantor Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih. Langkah ini diambil setelah surat permohonan audiensi yang mereka kirim beberapa pekan lalu belum mendapat tanggapan. Mereka menilai sikap diam bank berpotensi memperbesar keresahan publik.

Ketua DPD APM Abi Rahmad Rizky mengatakan, kedatangan mereka bukan untuk menciptakan ketegangan, melainkan mendorong keterbukaan informasi. Ia menegaskan organisasi yang dipimpinnya menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap lembaga pengelola dana publik. Menurut dia, transparansi menjadi fondasi utama kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan daerah.

Bacaan Lainnya
Baca juga  Sopir Bandel Langgar SKB dan Timbulkan Kemacetan, 327 Unit Truk Besar ‘Dikandangkan’

“Kami sudah menyurati pihak bank secara resmi untuk meminta audiensi dan klarifikasi. Namun sampai hari ini belum ada respons ataupun konfirmasi,” kata Abi, Senin, 17 Februari 2026. Ia menambahkan, rencana mendatangi kantor cabang merupakan bentuk keseriusan mereka mengawal aspirasi masyarakat.

APM mengaku menerima sejumlah keluhan dari Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Keluhan itu berkaitan dengan kebijakan suku bunga kredit dan sistem pemotongan gaji otomatis yang dinilai memberatkan. Abi menyebut, sebagai bank milik daerah, Bank Sumsel Babel semestinya mengedepankan kepentingan nasabah, terutama ASN yang menjadi segmen utama.

Ia mengatakan, pihaknya ingin mendapatkan penjelasan terbuka terkait dasar kebijakan suku bunga tersebut. Menurut dia, keterbukaan diperlukan agar tidak muncul kesan kebijakan diambil tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat. “Kami ingin duduk bersama dan mendapatkan penjelasan secara transparan. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” ujarnya.

Baca juga  PEP Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pangdam II Sriwijaya Demi Dukung Ketahanan Energi Nasional

Selain soal bunga kredit, APM juga mempertanyakan aliran dana yang bersumber dari bunga tersebut, terutama yang berkaitan dengan penempatan dana milik pemerintah kota. Secara tidak langsung, Abi menilai kejelasan alur dana penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Ia mengingatkan, ketidakjelasan dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.

Abi menegaskan, pihaknya masih membuka ruang dialog sebelum langkah lanjutan dilakukan. “Kami berharap pihak bank dapat memberikan tanggapan resmi dan membuka ruang audiensi. Tujuan kami jelas, memastikan pengelolaan dana publik berjalan transparan dan akuntabel,” katanya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak bank belum memberikan keterangan resmi terkait permohonan audiensi tersebut.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait