BAHAYA DEBU ANCAM KESEHATAN , Komite Sekolah SD N 1 Galang Sumbangan Swadaya Wali Siswa

Prabumulih, infomediakota.com -, Pemandangan tak layak  di halaman sekolah SDN 1 , SDN 8,dan SDN 31,  setiap hari siswa bermandikan dan menghisap debu hal ini sebabkan lantai conblock yang sudah hancur berumur  cukup lama kondisi seperti ini tentunya tidak kondusif lagi  sangat mengganggu kesehatan kenyamanan anak didik maupun guru dalam  proses belajar mengajar , permasalahan ini cukup meresahkan orang tua siswa dan guru dari tiga SD yang mencakup Satu Halaman sekolah ini.

Di bincangi awak media di ruangan kerjanya Kepala sekolah SDN 1 ibu Misdiana menjelaskan bawah kondisi halaman sekolah sudah sangat memperihatinkan ”  hal yang sama juga di rasakan orang tua siswa saat jam istirahat dan menjemput anak nya sepulang sekolah.

Bacaan Lainnya

Sempat kami bincangi salah satu wali murid “yo pak kesian sedih nian liat anak anak kito tiap hari ngisepi debu , kalo Pemerintah kota samo bapak DPRD yang terhormat belom nak bantu biarlah kami sokongan bae “ujar curhat sekelompok emak emak yang tidak mau disebutkan namanya” .

Tak lepas dari pantauan langsung awak media saat beraktivitas murid saat pelajaran olah raga murid bermandikan debu yang bertebangan bahkan masuk keruangan kelas murid yang sedang belajar .

“sekitar tahun 2015 yang lalu bersama tiga kepala sekolah sudah mengajukan Proposal ditujukan ke DPRD dan Pemerintah Kota namun hingga sekarang Proposal tersebut belum juga terrealisasikan dan belum ada jawaban “ungkapnya.

Baca juga  Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

 

Sangat mengkhawtirkan miris sedih  atas dasar rasa kemanusiaan ,dengan letak sekolah yang berdampingan dengan gedung DPRD belum juga menggugah hati DEWAN PERWAKILAN  RAKYAT dan PEMERINTAH KOTA Prabumulih untuk mempertimbangkan memprioritaskan menganggarkan dana alokasi khusus untuk permasalahan ini , karana tingkat debu  sudah begitu membahayakan dan mengancam kesehatan dari sesak nafas ,mata perih hingga penularan penyakit berbahaya yang lain “ujar M Amin salah satu aktivis LSM Cahaya Negeri pemerhati pendidikan dan lingkungan ini .

Berangkat dari niat baik  dalam hal ini  komite sekolah SDN 1 beperan sebagai controling dan pengawasan melaksanakan progaram  di dunia pendidikan , berdasarkan hasil Rapat pada tanggal 4 agustus 2018 yang dihadiri lebih dari 200 wali murid,untuk penggalangan dana ini menyepakati dan menyetujui dibangun lantai conblock dipilih agar menjaga resapan air.

Ukuran halaman SDN 1 seluas 540 m2 ( 15×36 m2 ) di butuhkan sekitar 15.000 – 25.000 buah countblock dengan jumlah 578 siswa dengan rincian biaya upah pemasangan dan bahan lainnya di bebankan kepada wali murid dengan pertimbangan sebagai berikut wali murid yang memiliki satu anak sebesar Rp.150.000 ,dua anak sebesar Rp.250.000, tiga anak 3 Rp.300.000.

Kepada wali murid yang tidak mampu pihak sekolah memberikan kebijakan bahkan dibebaskan sesuai dengan pertimbangan, bisa langsung menghubungi pihak sekolah dan komite, sebalik nya ada juga orang tua murid yang mampu menyumbang lebih dari anggaran yang sudah disepakati.

Baca juga  Pengajuan PSBB Kota Prabumulih Dan Palembang Disetujui MENKES RI

Melangsir dan menjawab atas pemberitaan sebelumnya, pada tanggal 6 september 2018 ,ketua Komite SDN1 Novrizal syah SE di dampingi kepala SDN1 Misdiana S.pd.MM mengklarifikasi kalau pihak komite tidak pernah memaksakan kehendak untuk menarik sumbangan, bahkan forum rapat yang dihadiri lebih dari 60% semua sepakat.

” saya rasa tidak ada keterpaksaan dan keberatan dari wali murid melihat keadaan yang sudah sangat mengkhawatirkan kondisi anak anak jusrtu kalau kita membiarkan masalah ini sama saja  mendzolimi anak anak kita sendiri yang bersekolah disini .”ucapnya

“menurut nya bukti kita tidak memaksa sampai dengan hari ini kalau menurut realisasi penggalangan dana baru masuk sekitar 35 juta dari target rincian 80 juta artinya belum sampai 50% karna sifatnya sumbangan kita tidak dapat memaksa atau memberikan tempo dalam pembayaran” insya allah niat nya ibadah wali murid tidak akan keberatan dan keterpaksa karna ini untuk anak anak kita”ungkapnya .

Terakhir Novrizal syah menambahkan untuk laporan pertangung jawaban Rab akan kita sampaikan secara berkala dan terbuka transparan  sampai mana pelaksanaan pekerjaan biaya dan sumbangan dana yang masuk dan keluar  dari wali siswa hal ini untuk menghindari penyimpangan dan permasalahan hukum yang tidak kita inginkan   “pungkasnya **. ( @yis )

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *