Bersama Pertamina Danau Shuji Wujudkan Imajinasi dan Prestasi

INFOMEDIAKOTA. — Mbak Dewi Shuji (Lembak Desa Wisata Danau Shuji) nama ini semakin membuming bukan hanya bagi kabupaten Muara Enim dan Kota tetangga, namun kini telah menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata baru di kanca Nasional. Geliat kemajuan hingga berbagai pencapaian prestasinya saat ini, bukan hanya lahir dari inisiasi keseriusan sang maestro lokal Hero bernama Bob Permana, namun andil penting dukungan dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4, yang terus memberikan binaan hingga menjadi berkah dari berbagi sisi bagi warga desa Lembak kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan.

Historikal sekilas mengapa diberi nama Shuji Bob Permana menceritakan sejarah bagi warga Desa Lembak konon Tentara Nippon ketika menjajah Indonesia, tak jauh dari lokasi danau ini dijadikan dapur umum oleh tentara Jepang dan sempat menjadi persinggahan oleh seorang Jenderal perang bernama Shuji.

Bacaan Lainnya

“Kini patung sang prajurit Jepang di abadikan berdiri kokoh dengan kostum khas samurai, didepan pintu masuk kawasan Wisata, untuk mengingatkan sejarah daerah ini pernah di duduki penjajah,” ungkap pria yang akrab di sapa Mang Bob.

Hembusan udara dibawah rindangnya pepohonan yang mengelilingi Danau Shuji di musim kemarau, di siang itu mang Bob bersama puluhan Jurnalis melanjutkan cerita awal mulanya tergerak, ketika itu bersama Pemuda lokal Desa Lembak yang terkena PHK, berinisiatif untuk membersihkan danau secara manual dan dibantu mengunakan alat berat untuk mengangkat akar dan timbunan sampah dari dalam air.

“Di bulan Mei tahun 2020, awal mula saya tergerak mengajak para pemuda yang baru saja menganggur terkana PHK saat bekerja di pabrik yang mulai terdampak oleh pandemi, untuk membentuk kelompok. Selama enam bulan mereka lakukan pembersihan tanpa kenal lelah dan mengeluh serta dengan biaya pribadi, berhasil mengangkat akar dan timbunan sampah mencapai 183,8 ribu ton,” ujar bob

Awal Mula Pertamina Mulai Melirik Mbak Dewi Shuji

Sembari menikmati suasana alam nan asri dengan panorama hijau pepohonan  dan jernihnya air Danau Shuji, Bob kembali melanjutkan cerita
awalnya kami membuat beberapa pondok saung dibibir Danau, sambil mengundang teman teman sahabat dan rekan Jurnalis untuk datang sekedar bercerita sambil menikmati suasana Danau Shuji yang dulu masih nampak biasa saja, rupanya dari hasil jepretan angle foto yang di posting teman di medsos dibantu publikasi awak media semakin banyak menarik minat para pengunjung.

Lokasi Danau yang mudah di jangkau hanya berjarak 1.5 KM dari akses jalan Prabumulih- Palembang, menurut mang Bob membuat antusiasme pengunjung  semakin banyaknya dan kami terus berbenah memperindah suasana Shuji. Melihat keseriusan untuk mengelola Danau Shuji dari sanalah Pertamina semakin tertarik melirik dengan memberikan binaan bantuan secara maksimal.

“Alhamdulilah bantuan berupa material pipa besi yang tak terpakai di sulap manjadi tiang kerangka rumah gazebo, jembatan tempat pangkalan perahu, spot foto dan banyak perlengkapan lainnya, sampai ke akses jalan menuju wisata Shuji yang dahulunya tanah berdebu kini sudah di cor beton mulus layaknya jalan tol,” ucap pria yang gemar olah raga joging ini.

Apresiasi dari Bob tentang apa yang telah diberikan Pertamina dari berbagai program Corporate Sosial Responsibility (CSR) tentu tentu menjadi momentum sejarah yang dicatat dalam portal berita ini. Banyak bantuan berupa wahananya yang membuat pengunjung betah. Efek domino pengelola mendapatkan pemasukan yang lumayan besar hingga Bob dapat menyisihkan uang untuk membantu masjid-masjid yang ada di Lembak, dan untuk para pegiat UMKM mampu memberangkatkan Umrah para pegawai dan pengurus Danau Shuji.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah membantu dengan program CSR-nya, saat ini Danau Shuji makin bertambah banyak pengunjungnya hingga mencapai ribuan orang. Ucapan yang sama juga kami sampaikan kepada sahabat awak media yang telah membantu memublikasikan keberadaan destinasi wisata Shuji,” tuturnya.

Hal senada juga di utarakan Silvi dirinya mengungkapkan dampak kemajuan setelah didukung penuh oleh Pertamina sangat sangat dirasakan oleh warga Desa Lembak dengan keberadaan Danau Shuji, bukan hanya meningkatkan sisi ekonomi akan tetapi sosial dan kebudayaan menjadi lebih hidup dan berkembang,

“Banyak sekali dampak yang di rasakan masyarakat pertama serapan tenaga kerja yang bagi pemuda yang tidak memiliki pekerjaan terdampak PHK total seluruh pekerja salah satu pabrik yang ada di desa lembak, kedua bagi masyarakat bisa berjualan di sekitar Danau Shuji, seperti makanan khas kerupuk kemplang ikut ramai dibeli pengunjung juga karena adanya Danau Shuji, masyarakat sekitar memiliki tempat utk berwisata dekat dan juga gratis,” ungkapnya.

Dari sisi lain buah keberkahan Danau Shuji membawa dampak spiritual positif yang sangat di rasakan para pengurus dan warga, pada September tahun 2023 ini pengelola dapat memberangkatkan 12 orang warga Lembak untuk ibadah Umrah.

Baca juga  Pemkot Prabumulih Gelar Semarak Bola Gembira Sambut Kickoff Piala Dunia FIFA 2026, Ribuan Warga Padati Stadion Talang Jimar

“Ada 12 orang yang berangkat ke tanah suci Mekah untuk melaksanakan Umrah, ada marbot Mushola Shuji, ketua, wakil, bendahara dan segenap pengurus, kami ucapakan terimakasih dan apresiasi kepada Pertamina atas semua bimbingan dan binaan hingga shuji semakin berkembang lagi kedepan, ” ujarnya silvia yang juga sebagai sekertaris manajemen Danau Shuji.

Pertamina Maksimal Salurkan Bantuan Fasilitas di Danau Shuji

Kita ketahui jika melihat di tengah area parkir Danau Shuji jelas nampak terdapat salah satu sumur pompa Pertamina, ini menunjukan bahwa lokasi Danau Shuji Desa Lembak sangat berdampingan dengan wilayah eksplorasi Pertamina EP, tentu hal ini benar benar menjadi sasaran tepat di lokasi sekitar produksi migas utamanya untuk merealisasikan program dana CSR wujud Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) oleh BUMN terkaya di Indonesia ini.

Tentu untuk membina lokasi di area kerjanya dalam mendukung keberhasilan propert lingkungan, Pertamina terus fokus dengan berbagai program yang berurusan dengan sampah terkait kebersihan Lingkungan di Danau Shuji patut mendapat apresiasi.

Pertamina secara all out menetaskan program Pak Dalang (Plastik Daur Ulang) yang berfokus pada pengolahan sampah non organik. Lalu ada program Sarah (Sampah Bawa Berkah) dan Pesat (Pengolahan Sampah Terpadu).

Program lainnya ada lagi Pokdarling (Kelompok Sadar Lingkungan), Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan Protaberdasi (Program Tanggap Bencana Kebakaran Danau Shuji). Tercatat pada Pok Darwis ada 61 anggota, 10 anggota Pokdarling, dan 15 anggota Protaberdasi Sehingga melahirkan Mbak Dewi Shuji yang Asri bersih dan menyejukkan hati

Jejak digital mencatat kedatangan Dirut PHR Regional 1 Sumatra Selatan, Jaffe A Suardin, Pada bulan September 2021, berkunjung ke danau Shuji Lembak untuk memberikan bantuan serta secara simbolis menanam pohon Sakura di sekitar Danau sebagai upaya menuju Emisi Nol pada 2060 sekaligus jawaban tentang isu dekarbonisasi PT Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada momen lain tepat di hari lingkungan hidup sedunia yakni pada tanggal 6 Juni 2023, Direktur Utama (Dirut) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Chalid Said Salim yang baru saja dilantik pada bulan Mei tepatnya di tanggal 22 Mei 2023 menggantikan Jaffe A Suardin, meresmikan wahana baru Camping Ground objek wisata Danau Shuji.

Dirinya berharap Danau Shuji sebagai mitra binaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 ini akan lebih dikenal luas sampai ke seluruh Indonesia.“Makin banyak pengunjung, tentu dapat lebih memakmurkan yang ada di sini (pengelola dan UMKM) memberikan pendapatan serta nantinya akan berkembang lebih lanjut” ungkapnya.

 

Sederet Penghargaan dan Raihan Prestasi Pertamina Dalam Keberhasilan programnya

Wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan memberikan bantuan Camping Ground melalui dana CSRnya.

SDGs ialah agenda pembangunan global yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 (tujuh belas) target hingga Tahun 2030.

Sejak Tahun 2018 Pertamina mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi lndonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA), dua katagori penghargaan yang diraih yakni Gold yang diberikan pada katagori SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Berlanjut pada tahun 2019, Pertamina berhasil meraih empat penghargaan sekaligus antara lain satu buah platinum untuk program pasukan anti penularan HIV (Pantura) serta tiga buah gold dalam sebuah program pengembangan pakan ikan dari limbah.

Berikutnya Tahun 2021 kembali Pertamina meraih pengakuan, kali ini dari Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang menobatkan empat predikat untuk BUMN ini dalam ajang Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021, yaitu The Top Leadership on SDGs, The Most Commited Corporate on Social Pilar, The Most Commited Corporate on Economic Pilar, dan Pilar Perusahaan Paling Berkomitmen Terhadap Lingkungan.

Pada tahun 2022 Pertamina kembali mempertahankan prestasi yang sama seperti tahun sebelumya dalam ajang bergengsi ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh CFCD bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas sebagai lead sector dalam SDGs di Indonesia.

Pertamina Ciptakan Kelompok Dalam Mewujudkan Mimpi Mbak Dewi Shuji

Tumbuhnya perekonomian di Desa Lembak melalui program Ekowisata dan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai kelompok yang ada.

Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis). Pada hakikatnya, Gerakan Sadar Wisata merupakan konsep yang melibatkan partisipasi berbagai pihak dalam mendorong iklim yang mendukung perkembangan pariwisata.

Kelompok ini bergerak secara swadaya dengan segala kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat melakukan pengembangan kepariwisataan berdasarkan potensi lokal dan kreativitas warga lokal

Community Development Officer (CDO) Prabumulih Field, Saddam menerangkan, ada penambahan fasilitas di Danau Shuji yang dapat mendorong kemajuan destinasi wisata di Lembak ini menambah daya tarik pengunjung dengan penambahan wahana dengan design kreativitas lokal.

Baca juga  Resmi di Buka Gubernur Sumsel PEDA KTNA Ke-XIV 2021 Pj. Bupati Muara Enim di Ganjar Lencana Adhi Bhakti Petani Nelayan Pratama

“wahana Gazebo atau pondok bambu yang menjadi tempat favorit, penambahan camping ground yang baru saja diresmikan, akan menambah daya tarik pengunjung,”tandas Saddam.

Ada lagi Kelompok Sadar Lingkungan (Pok Darling), program Sarah yakni pengelolaan sampah jadi berkah, tak tanggung tanggung dengan mengandeng Institut Agroekologi Indonesia (INAGRI) serta melibatkan Pusat Daur Ulang (PDU) Kota Prabumulih gagasan PT Pertamina Asset 2 Prabumulih Field berhasil dalam mengurangi volume sampah di kota Nanas ini.

Program Plastik Daur Ulang (Pak Dalang), yaitu memanfaatkan sampah plastik yang didaur ulang agar bisa bernilai melahirkan program inovasi sosial Pengelolaan Sampah Terpadu (PESAT).

Lahirnya program PESAT dilatarbelakangi timbunan sampah di Kota Prabumulih yang mencapai 34,09 ribu ton per tahun. Diperkirakan sebanyak 67% di antaranya merupakan sampah yang tidak terolah atau dibakar. diprediksi dengan sampah sebanyak itu, TPA Prabumulih diperkirakan akan over kapasitas pada tahun 2023.

Hal ini menurut Senior Manager Ndirga Andri Sisworo mengatakan dengan Program Pak Dalang, 466,06 sampah organik yang terkumpul dari pemulung bisa diolah dan pendapatan pemulung pun naik 200 persen,” ujar sharing session secara virtual, Kamis pada september tahun 2021.

Lain lagi dengan Mpok Haji, (Kelompok Pengusaha Shuji) untuk pada program ini, dengan memberikan edukasi binaan dan permodalan kepada para pegiat UMKM desa Lembak dan sekitarnya. Salah satunya yang di sasar yaitu pedagang Kerupuk yang berjejer di pinggir jalan lintas Prabumulih-Palembang, atas program ini berhasil menambah pendapatan masyarakat lokal.

Terakhir inisiasi Pertamina dalam meminimalisir Karhutla khususnya di desa Lembak sekitar Danau Shuji dengan mendirikan Prota Berdasi, ini merupakan program tanggap kebakaran Danau Shuji. Dangan menggelar pelatihan terkait bencana kebakaran agar dapat memberikan pertolongan pertama serta memahami langkah-langkah dasar serta teknik yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemadaman kebakaran.

Kali ini Pertamina berkolaborasi menggandeng Asosiasi Profesi K3L Prabumulih untuk memberikan pelatihan kepada 15 anggotanya yang terdiri dari para perangkat desa Lembak dan anggota pengurus danau Shuji. Tak hanya sekala studi dan pelatihan Pertamina juga telah membangun menara pantau, master poin, bak penampungan air serta menyediakan fasilitas bencana kebakaran.

 

Pertamina jadikan Lembak Desa Energi Berdikari

Bukan saja dalam rangkaian peningkatan ekonomi masyarakat Pertamina tak pernah berhenti pula untuk terus menambah jumlah desa penerima manfaat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi serta dapat juga meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat terutama bagi 271 kepala keluarga (KK) di Desa Lembak yang terdampak Pandemi.

Agustus 2023 yang lalu melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream melalui Pertamina EP Prabumulih Field membangun instalasi Energi Terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 watt peak (Wp) yang dapat menghasilkan energi sebesar 11.232 watt hour (Wh) per tahun.

Menurut Tuti Damayanti skibat Pandemi beberapa waktu lalu, telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sejumlah warga di Desa Lembak. Dampak yang paling signifikan terlihat, yakni dari segi ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Maka melalui program ini, Pertamina berharap dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar untuk kembali berdaya dan mencapai kemandirian energi dan ekonomi melalui upaya-upaya yang ramah lingkungan,” jelas Tuti Damayanti Head of Comrel & CID Pertamina Hulu Rokan Zona Dalam keterangan pers-nya (26/8/2023).

Pertamina berharap, melalui pemanfaatan energi surya ini, dapat mengurangi emisi karbon hingga 11.336 kg CO2eq per tahun dan memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp16 juta per tahun.Tujuan program ini juga yakni untuk mengatasi permasalahan terkait lingkungan seperti keberadaan 572 Ton sampah yang menumpuk di area Danau Shuji serta insiden kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan puluhan hektar kebun karet dan dan lahan yang berdampak pada kabut asap.

Bantuan pembangkit listrik Tenaga Surya sangat berdampak positif bagi pedagang yang berjualan disekitar Danau Shuji. Pertamina dengan program DEB nya telah menjangkau 63 desa di seluruh indonesia dengan memanfaatkan energi surya, air dan biogas.melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina berhasil membangun kemandirian energi dan ekonomi masyarakat Desa berbasis energi bersih dan terbarukan dapat mengurangi dampak emisi sebesar 565.896 ton Co2eq per tahun.

Kini hasil kerja keras sang Maestro lokal Hero Bob Permana dengan dukungan penuh PT Pertamina, Mbak Dewi Shuji berhasil mengantongi 6 penghargaan dari semenjak 2021 sampai 2023, melesat dalam kurun waktu singkat Mbak Dewi Shuji telah berhasil menorehkan sejarah baru bagi Bumi Serasan Sekundang, khusunya warga desa Lembak.

Adapun torehan penghargaan tingkat Nasional yang telah diraih yakni diantaranya Anugrah Desa Wisata Baru, Anugrah Pesona Indonesia Award, Anugrah Desa Wisata Indonesia, Kandidat Emas Propert dari Kementerian Lingkungan hidup, Penghargaan Emas dari Publik Relationship serta Penghargaan Emas dari Kementerian Desa Republik Indonesia. (AJP/10/2023)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *