Bertarung di Jalur Ekstrem Berlumpur, Tim Offroader Baret Lampung Sukses Unjuk Gigi di Event HUT Bhayangkara ke-79 Prabumulih

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH, 20 Juli 2025 — Kota Prabumulih berubah menjadi arena adrenalin dan kekuatan mesin selama dua hari terakhir dalam gelaran Offroad Adventure Bhayangkara ke-79 yang digelar oleh Polres Prabumulih.

Event yang berlangsung sejak Sabtu (19/7) hingga Minggu sore (20/7) ini resmi ditutup dengan penuh kemeriahan di Stadion Talang Jimar, yang juga menjadi titik start dan finis dari ajang bergengsi memecah kerinduan bagi para offroader yang selama fakum di Bumi Seinggok Sepemunyian. Ini bukan hanya sekadar Evant memperingati HUT Bhayangkara, tapi juga menjadi wadah persaudaraan lintas komunitas otomotif dan ajang promosi di Kota Prabumulih.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 79 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera dan Jawa tumpah ruah di lintasan dengan semangat tinggi, memacu kendaraan mereka menaklukkan 15 kilometer jalur ekstrem yang telah disiapkan panitia. Jalur ini melintasi medan berat berupa tanjakan terjal, turunan curam, jalur lumpur lengket, batuan lepas, hingga hutan dengan rintangan alami.

Perjalanan dimulai dari Stadion Talang Jimar, bermalam di Camp H. Efri – Tanjung Raman, lalu kembali finis di titik semula pada hari kedua. Namun tidak semua peserta berhasil menaklukkan rute penuh.

Sejak hari Sabtu hingga sore hari Minggu, banyak kendaraan yang harus mengibarkan bendera putih akibat kerusakan parah, terutama di jalur yang dikenal dengan sebutan Tanjakan Leban spot yang disebut peserta sebagai jalur pembunuh mesin,

Performa tim dan kendaraan cukup menjadi perhitungan bagi para peserta bukan hanya mesin yang sering mati dan tak bertenaga, tapi beberapa kendaran sempat mengalami lose Winch sehingga memaksa mobil panitia untuk mengevakuasi.

Baca juga  Deni Victoria Dukung Wonder Pharmacist NeaRun 2026, Harap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

“Tanjakan Leban itu benar-benar pembunuh bagi mesin dan ban. Licin, panjang. Yang nggak siap mental dan mesin, ya pasti mundur,” ujar salah satu peserta,

Di balik kerasnya medan, lahir pula nama yang akan menjadi sejarah, Tim Baret dari Lampung berhasil mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mencapai garis finis. Performa tim ini disebut nyaris sempurna, dengan koordinasi, skill, dan kesiapan kendaraan yang menjadi kunci.

Tak hanya unggul di jalur, keberuntungan pun kembali berpihak untuk Tim Baret Lampung saat pengundian dilaksanakan pada puncak acara penutupan yang dihadiri warga dan peserta, tim ini juga berhasil memenangkan doorprize utama yakni satu unit mobil Suzuki Katana, usai keluar sebagai pemenang hadiah spektakuler yang disiapkan panitia.

“Medannya luar biasa. Tapi justru itu yang bikin semangat. Dan dapat Katana? Wah, ini lebih dari bonus, ini sejarah buat tim kami,” ungkap ketua tim Baret Lampung, sembari mengucapkan terimakasih dirgahayu Bhayangkara ke-79.

Selain hadiah utama, panitia membagikan sejumlah doorprize lain seperti winch, ban extreme, tali plasma, lift jack, recovery kit, jerigen long haul, hingga kursi camping. Semua hadiah ini merupakan item penting yang biasa digunakan para offroader saat melintasi jalur liar.

Ketua panitia Event Offroad AKP Tiyan Talingga ST MT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak baik peserta, sponsor khususnya Pemrintah kota Prabumulih dan DPRD.

“ Terima kasih untuk pemerintah kota Prabumulih , DPRD dan semua pihak yang telah membantu suksesnya acara ini, selanjutnya untuk perseta Doorprize ini kami siapkan sebagai bentuk apresiasi, semoga event ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kesiapan tim-tim lokal agar makin tangguh di event-event selanjutnya,” ujarnya

Dalam sambutan penutupan event sore itu, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Wali Kota Prabumulih, Ketua DPRD, sponsor serta seluruh tim panitia dan relawan yang terlibat.

Baca juga  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

“Ini bukan sekadar lomba. Ini simbol kebersamaan, sportivitas, dan promosi pariwisata kota. Kita ingin menunjukkan bahwa Prabumulih aman, terbuka, dan ramah bagi siapa pun, termasuk komunitas otomotif dari luar kota bahkan luar pulau, Kami siap menyambut event lebih besar tahun depan. Jalur bisa lebih panjang, peserta bisa lebih banyak, dan hadiahnya tentu lebih heboh,” tutup AKBP Bobby sambil tersenyum.

Senada, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky nyebut Nasril mengatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dalam membangun citra daerah dan memperkuat relasi antar-daerah.

“Dengan event ini, kita buktikan bahwa Prabumulih bukan hanya kota transit, tapi destinasi yang punya potensi dan semangat dalam dunia olahraga dan otomotif,” tegasnya.

Meski diwarnai tantangan ekstrem, suasana penuh persahabatan terasa kental di antara para peserta. Di malam perkemahan di Camp H. Efri, para offroader saling berbagi cerita, membantu tim lain yang mengalami kendala, dari pekatnya lumpur menjalin relasi antar komunitas dan persaudaraan,

“Yang bikin acara ini beda, bukan cuma medannya, tapi kebersamaan antar tim. Ini bukan hanya kompetisi, tapi ini silahturahmi keluarga besar pecinta offroad,” ujar salah satu peserta asal Bengkulu

Dengan keberhasilan event Bhayangkara ini, banyak pihak berharap agar Offroad di Prabumulih bisa menjadi agenda tahunan berskala nasional. Bukan hanya untuk unjuk gigi di jalur ekstrem, tapi juga sebagai ajang silaturahmi nasional bagi komunitas offroad dan promosi potensi daerah.

Offroad Adventure Bhayangkara ke-79 di Prabumulih telah selesai dan sukses di gelar, namun jejaknya masih membekas di tanah berlumpur Prabumulih, di mesin-mesin yang mengerang keras, dan di hati para offroader yang datang bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa di medan terberat pun, solidaritas adalah yang utama.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait