INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Lantunan solawat dan doa menggema khidmat di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Sabtu (13/12/2025). Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Prabumulih menggelar Haul ke-16 Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sosok ulama, negarawan, sekaligus simbol kebhinekaan Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Prabumulih H. Arlan, bersama jajaran Forkopimda. Hadir pula unsur lintas agama dan lembaga, di antaranya Kemenag, BPN, MUI, FKUB, DMI, Ketua PKB Rifky Baday, Muhammadiyah, Persatuan Tionghoa, Walubi, serta pengurus NU cabang dan MWC se-Kota Prabumulih. Ratusan Muslimat NU turut memadati lokasi, menambah suasana religius sekaligus kebersamaan
Haul Gus Dur kali ini bukan sekadar ritual doa, tetapi juga ruang refleksi atas warisan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi yang ditinggalkan Presiden RI ke-4 tersebut. Gus Dur dikenang sebagai ulama besar yang melampaui sekat identitas, memperjuangkan demokrasi, serta merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
Ketua PWNU Sumsel, Ustadz H. Hendra Zainuddin, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa berkhidmat di Nahdlatul Ulama adalah jalan keberkahan. “Orang yang ikut NU, insya Allah mendapat keberkahan dunia dan akhirat. NU mengajarkan Islam moderat, cinta tanah air, dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti Prabumulih sebagai kota yang dikenal toleran dan harmonis. Menurutnya, hingga kini tak pernah terjadi konflik antarumat beragama karena seluruh elemen lintas iman bersatu dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). “Ini sejalan dengan nilai-nilai Gus Dur yang harus terus kita jaga dan wariskan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua PCNU Prabumulih, Ustadz Bayu Sugondo. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Prabumulih terhadap kegiatan keagamaan, khususnya Haul Gus Dur. “Kami berterima kasih atas dukungan penuh Wali Kota. Kami juga memohon arahan agar warga NU terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Prabumulih,” katanya.
Sejumlah tokoh penting NU turut hadir, di antaranya Ketua PWNU Sumsel KH M. Hendra Zainuddin, Rois Syuriyah Syarifudin Yaqub, dan Kiai S. M. Khoiron, nampak hadir dalam kegitan Ketua PKB Rifky Baday mempertegas kekhidmatan dan bobot keulamaan dalam peringatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Prabumulih H. Arlan yang akrab disapa Cak Arlan sangat komitmennya memakmurkan kegiatan keagamaan di Prabumulih. Ia bahkan mendapat daulat sebagai tokoh NU dalam kesempatan itu. Cak Arlan mengapresiasi peran NU yang selama ini aktif menjaga kerukunan dan membangun umat.
Tak sekadar apresiasi, Cak Arlan juga menyampaikan sejumlah komitmen konkret. Ia memfasilitasi tiga unit bus untuk Muslimat NU melaksanakan ziarah religi ke Palembang, serta berjanji memberikan baju gamis bagi pengajian dan hadiah umrah bagi guru ngaji muslim maupun muslimah yang tekun mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di masjid.
Cak Arlan mengaku mengagumi sosok Gus Dur yang menurutnya bukan hanya ulama dan tokoh bangsa, tetapi juga pejuang demokrasi dan toleransi. “Gus Dur adalah simbol perjuangan kemanusiaan yang menyatukan kebhinekaan. Beliau menjadi ilham bagi pembangunan masyarakat yang damai dan saling menghargai,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Cak Arlan mengajak seluruh masyarakat Prabumulih meneladani nilai-nilai perjuangan Gus Dur. “Melalui peringatan haul ini, mari kita teguhkan toleransi, kerukunan, dan persaudaraan. Atas nama Pemerintah Kota Prabumulih, saya mengapresiasi PCNU sebagai pelaksana. Semoga acara ini membawa kebaikan dan semakin mengokohkan sinergi pemerintah, ulama, dan masyarakat, akhirnya marilah kita doakan bersama semoga Almaghfurlah gusdur mendapat tempat terbaik di disisi Allah SWT Aamiin ya rabbal Allamin,” pungkasnya.
Haul Gus Dur ke-16 di Prabumulih pun menjadi penegas bahwa warisan toleransi, kemanusiaan, dan persatuan bukan sekadar dikenang, tetapi terus dihidupkan dalam praktik kehidupan bermasyarakat.










