Kebocoran Pipa di Desa Babat Pali Karena Aksi Pencurian, Pertamina EP Proaktif Tindak Gangguan Keamanan

INFOMEDIAKOTA, PALI — Kebocoran pipa milik Aset PT Pertamina yang kerap terjadi tak hanya membuat masyarakat mengalami kerugian materil tapi membikin Perusahan Plat Merah milik Pemerintah ini cukup kelimpungan.
Bagaimana tidak kebocoran pipa yang terjadi di wilayah pertamina Field Adera dalam kurun waktu beberapa bulan ini belum juga turun, malah kian naik trandingnya.

Hal ini membuat Pertamina harus bekerja ekstra mengatasi kejadian demi kejadian kebocoran minyak maupun Gas baik yang di sebabkan karena Korosi, sabotase maupun aksi pencurian Aset objek Vital nasional ini.

Bacaan Lainnya

Seperti kejadian kemarin Sungai Bayas di Desa Babat Kecamatan Penukal Pali, warga dusun 4 mengelukan penanganan pertamina yang belum maksimal dan hanya melakukan pembersihan di pinggir jalan pada titik kebocoran saja, sementara lahan warga belum di bersihkan.

Menurut informasi dari pihak pertamina membenarkan pembersihan lahan pertanian warga tercemar limbah tidak bisa di lakukan karena pemilik lahan menolak untuk di bersihkan.

Awak media mencoba menghubungi pemilik lahan untuk meminta klarifikasi pernyataan Pertamina terkait larangan pembersihan limbah. Riasan pemilik lahan mengungkapan bahwa hal itu memang benar dirinya tidak mengizinkan pihak pertamina karena sebagai barang bukti.

“Belum boleh dibersihkan karena itu bisa menghilangkan barang bukti,
Pertamina harus bertanggung jawab atas pencemaran dan kerugian saya, saya akan laporkan pencemaran yang dilakukan pertamina ke pihak yang berwajib, saya somasi atau teguran dari kantor hukum kita, “ujar pria yang juga sebagai lawyer ini.

Baca juga  Sambut Mudik Lebaran, PLN UP3 Ogan Ilir jamin layanan SPKLU berjalan Baik

Dalam keterangan pers releasenya
Pertamina EP Adera Field sebagai salah satu lapangan dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4 terus berupaya meningkatkan pengamanan aset negara untuk pemenuhan industri minyak dan gas dalam negeri. Pada tanggal 20 Maret 2024, tepatnya pukul 13.30 berdasarkan laporan tim yang sedang berkegiatan di lapangan menemukan adanya ceceran minyak di Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, yang disebabkan karena pemotongan pipa oleh oknum tidak dikenal.

Pipa tersebut merupakan pipa tidak aktif ex flowline DWA-31. Pelaku memotong pipa 4 inchi sepanjang 12 meter yang menyebabkan minyak bocor dan tumpah ke Sungai Bayas Desa Babat. Atas kejadian tersebut PEP Adera Field langsung melaporkan kepada Polsek Penukal untuk ditindaklanjuti.

Bersamaan dengan hal tersebut, pada hari kejadian tim internal PEP Adera Field melalui fungsi Health Safety Security Environment (HSSE) dan Operator SPU Dewa melakukan upaya penanganan membersihkan area yang terdampak dengan ikut serta melibatkan masyarakat setempat dan memasang probe pada pipa yang dipotong dengan tujuan agar minyak sisa tidak mengalir lagi.

Selain itu tim juga menyusuri arah ceceran minyak ke sungai, didapati ceceran dipinggir sungai dan langsung memasang snack boom di hilir untuk menghambat perluasan aliran. Progres pembersihan dilanjutkan pada hari berikutnya, namun mendapat penolakan dari beberapa oknum setempat.

Baca juga  Jembatan Armco Desa Sigam Muara Enim Hampir Rampung, Gotong Royong Kodim 0404 dan Warga Jadi Penggerak Akses Ekonomi Baru

Head of Comrel & CID PHR Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti menghimbau dan meminta masyarakat untuk terus mendukung aktivitas hulu migas yang berkontribusi besar menggerakkan seluruh lini kehidupan masyarakat serta mengajak untuk bersama-sama menjaga aset negara yang mendukung industri hulu migas

“Kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung aktivitas hulu migas yang manfaatnya untuk pemenuhan energi nasional yang kita rasakan bersama, selain itu segenap aset negara ini perlu kita jaga bersama dan kami Manajemen Pertamina mendukung penuh proses penyelidikan dan penegakkan hukum yang berjalan saat ini” pungkasnya.

Lebih lanjut, Tuti juga menjelaskan bahwa saat ini PEP Adera Field sedang berupaya melakukan pemenuhan target produksi minyak dan gas nasional sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman.

“ PEP Adera Field mengucapkan terimakasih kepada masyarakat serta stakeholder setempat yang telah bekerjasama dengan baik selama ini. Kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat,media, serta stakeholder untuk segera melaporkan apabila terdapat kejadian disekitaran jaringan pipa migas milik Pertamina . “ Ujar Tuti.

PEP Adera Field berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan pekerja, operasi, dan lingkungan, serta terus mempertahankan dan meningkatkan aspek keselamatan kerja di setiap kegiatan operasinya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *