INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH, 13 Agustus 2025 — Upaya memperkuat kesadaran keselamatan di lingkungan sekitar kilang, PT Perta Samtan Gas menggelar sosialisasi bertema “Major Accident Hazard (MAH)” di ruang kantin Kilang Ekstraksi Prabumulih pada Rabu (13/8) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini menyasar masyarakat yang bermukim di wilayah area kilang, dengan tujuan meningkatkan pemahaman terhadap potensi bahaya besar yang mungkin timbul dari aktivitas produksi di fasilitas tersebut.
Acara dibuka oleh Production Manager PT Perta Samtan Gas, Rico Van Hendrix, yang mewakili General Manager Teguh Eko Purwadi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun sistem keselamatan yang kuat.
“Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat bersama-sama mencegah serta meminimalkan risiko,” ujar Rico.

Sosialisasi dipandu oleh tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PT Perta Samtan Gas, yang memaparkan secara rinci berbagai potensi risiko yang berkaitan dengan operasional kilang, termasuk langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan saat terjadi keadaan darurat.
Materi yang disampaikan mencakup:
– Identifikasi potensi Major Accident Hazard (MAH)
– Penjelasan Segitiga Api sebagai penyebab kebakaran Prosedur evakuasi darurat, tanda-tanda peringatan, jalur evakuasi, titik kumpul aman.
– Alur komunikasi darurat antara warga dan pihak kilang
QHSE Manager PT Perta Samtan Gas, Rudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin perusahaan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat dan membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan.
“Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menciptakan lingkungan kerja dan pemukiman yang aman. Ini bukan sekadar kewajiban, tapi tanggung jawab moral terhadap sesama,” jelas Rudi.

Sesi tanya jawab yang berlangsung di akhir kegiatan dimanfaatkan warga untuk menggali informasi lebih dalam seputar skenario darurat dan peran warga dalam sistem penanggulangan insiden. Antusiasme warga menunjukkan bahwa program ini mendapat respons positif.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Prabumulih Utara, Lurah Anak Petai, serta Ketua RW dan RT dari lingkungan sekitar kilang. Kehadiran tokoh masyarakat ini menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam membangun sistem keselamatan yang tangguh.
Dengan kegiatan ini, PT Perta Samtan Gas kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keselamatan, tidak hanya di dalam lingkungan kerja, tetapi juga menjangkau masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem yang harus dijaga bersama.










