Rumah Warga Gunung Kemala Retak, Diduga Akibat Penembakan RIG Arjuna di PMB 04, Warga Desak Pertamina Bertanggung Jawab

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Enam kepala keluarga di Kelurahan Gunung Kemala, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, mengeluhkan kondisi rumah mereka yang mengalami retak-retak. Warga menduga kerusakan tersebut terjadi akibat aktivitas penembakan RIG PT Arjuna di sumur PMB 04, wilayah operasional Pertamina Field Prabumulih, pada Sabtu (4/10/2025).

Salah seorang warga, Sayuti, mengaku rumahnya mengalami keretakan setelah terdengar sejumlah dentuman keras dari arah lokasi pengeboran.

Bacaan Lainnya

Dirinya berharap perusahaan pelat merah tersebut segera turun langsung meninjau lokasi dan melakukan pendataan.

“Pada hari Sabtu kemarin ada sekitar tiga kali terdengar dentuman ledakan, jaraknya hanya lima sampai sepuluh menit. Setelah itu rumah saya retak di beberapa bagian. Kami minta Pertamina bertanggung jawab,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Keluhan senada juga disampaikan Redi, warga lainnya. Ia mengatakan, usai mendengar ledakan, dirinya bersama beberapa warga langsung mendatangi lokasi RIG untuk menemui perwakilan perusahaan.

“Kami sudah menemui compeniman untuk meminta tanggung jawab perusahaan. Rumah kami retak-retak. Kami sangat menyayangkan, kegiatan perusahaan sebesar ini dilakukan tanpa sosialisasi. Kalau disosialisasikan dulu, rumah bisa didata atau difoto sebagai acuan jika ada komplain dari masyarakat,” ujarnya kesal.

Baca juga  Kejari Prabumulih Resmi Tahan dan Tetapkan Mantan Kadinkes dr HTT Sebagai Tersangka Kasus Korupsi BOK Tahun 2017

Dari hasil pertemuan warga dengan pihak lapangan, Jimmy selaku Compeniman pada operasional RIG PT Arjuna membenarkan adanya kegiatan penembakan pada tanggal tersebut.

“Memang benar ada kegiatan penembakan.
Dari awal sudah saya sampaikan ke security dan PLR, baru sekali ini lokasi ini dekat sekali dengan rumah warga. Kami juga merasakan getarannya. Tapi karena hasil rapat sudah diputuskan, kegiatan tetap dilakukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini kegiatan penembakan belum sepenuhnya rampung dan masih menyisakan dua titik lagi. “Harapan kami bisa selesai sore ini, Untuk yang bertanggung jawan nanti harusnya ada dan sebenarnya kita tidak setuju dengan kita di pressing ada getar getar disini tapi karena di miting kan ada yang bertanggung jawab di situ,” tambah Jimy

Warga menilai, tidak adanya sosialisasi dari pihak perusahaan menunjukkan lemahnya komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak besar seharusnya disertai pemberitahuan dan pendataan lebih dulu terhadap rumah-rumah di sekitar lokasi.

Baca juga  Program Srikandi Sahabat Anak UID S2JB, Hadirkan Harapan Baru untuk Generasi Muda Merangin

Aktivitas “penembakan” atau well shooting sendiri merupakan proses teknis dalam operasi pengeboran minyak, yang bertujuan meningkatkan produktivitas sumur. Namun, tanpa perhitungan jarak aman dan analisis dampak getaran, kegiatan ini bisa menimbulkan kerusakan struktural pada bangunan di sekitarnya.

Menanggapi persoalan ini, Arman pengamat perminyakan menegaskan pentingnya studi getaran sebelum pelaksanaan kegiatan semacam itu.

“Kegiatan well shooting harus disertai vibration test dan pemetaan radius dampak. Jika jarak antara lokasi dengan rumah warga terlalu dekat, potensi kerusakan sangat mungkin terjadi. Pihak operator wajib bertanggung jawab jika terbukti akibat aktivitas pengeboran,” jelasnya.

Sementara itu, aktivis lingkungan dari Kawali sumsel Sumatera Selatan, Candra Capung menilai kasus ini menunjukkan lemahnya tanggung jawab sosial korporasi.

“Ini bukan sekadar soal tembok retak. Ini soal transparansi dan keselamatan warga. Kegiatan industri seharusnya berpihak pada prinsip kehati-hatian, bukan sekadar target produksi,” tegasnya

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina Field Prabumulih terkait adanya  laporan dampak kerusakan rumah warga Gunung Kemala. Atas Operasional pengeboran Rig Arjuna di PMB 04.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait