INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Rekayasa Lalu Lintas di bundaran Air mancur Tugu Selamat Datang yang selama ini di tutup oleh Dinas Perhubungan dengan pemasangan barier beton sehingga kendaraan harus putar balik di depan rumah makan pindang jok jok yang akan menuju jalan Jenderal Sudirman dalam kota Prabumulih.
Hal tersebut rupanya merupakan salah satu antisipasi agar kendaraan bersar Over Diimensi Over Loading (ODOL) tidak lagi melintasi jalan dalam kota Prabumulih sesuai aturan Perkwo yang telah di tetapkan pemerintah kota Prabumulih,
Meski aturan Perwako sudah sejak lama di terbitkan namun faktanya kendaraan bertonase besar masih kerap melintas memaksa masuk ke jalan dalam kota Prabumulih yang tentu saja bukan hanya menabrak atau mengangkangi aturan Peraturan Walikota akan tetapi banyak dampak negatif yang di timbulkan, seperti Kemacetan, Kecelakaan lalulintas, kerusakan badan jalan dan lain lain.
Ya sudah barang tentu dugaan lemahnya penertiban oleh Dinas Perhubungan dan Penegak Hukum menjadi salah satu faktor sehingga aturan ini tidak berjalan, terbukti gerbang iconik selamat datang kota Prabumulih harus porak poranda setelah puluhan kali hantam kendaraan bertonase besar yang memaksa masuk untuk mengambil rute terdekat yang ingin menuju ke Tugu Nanas dan Tugu tani dan sebaliknya.
Belum lagi jika memasuki musim penghujan kondisi jalan aspal dalam kota Prabumulih yang awalnya mulus kerap mengalami kerusakan diduga akibat pori aspal yang sedikit berlubang kemudian terlindas oleh tekanan ban kendaraan tonase besar mengakibatkan lubang kian membesar karena ada air di dalamnya,
Sosialisasi rekayasa lalin pembukaan Barrier
Nah sejak tanggal 21 april 2025, Pemerintah kota Prabumulih yang di pimpin Arlan-Franky membuat perubahan rekayasa baru dengan memasang rambu traffic ligt atau lampu merah dan resmi membuka barrier beton road sehingga kendaraan ODOL tidak lagi kesulitan harus memutar balik di U-Turn depan rumah makan pindang jok jok yang sering terjadi kemacetan dan insiden kecelakaan jika ingin melintas masuk kedalam jalan kota Prabumulih.
Langkah yang di ambil ini bertujuan mempermudah kelancaran arus lalu lintas, khususnya bagi pengendara yang datang dari arah Palembang menuju dalam kota Prabumulih, dengan demikian sosialisasi yang di lakukan ini menjadi tolak ukur dalam realisasi penegakan aturan bagi kendaraan mobil dan sepeda motor.
Kepala Dishub Prabumulih, Syamsul Feri kepada menjelaskan bahwa pembukaan barrier ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengendara yang datang dari Palembang. Namun demikian dirinya berharap pengendara dapat mematuhi rambu rambu lalulintas.
“Sekarang kendaraan yang datang dari Palembang bisa langsung menuju Prabumulih tanpa harus berputar lagi. Keamanan dan kenyamanan pengendara harus tetap menjadi prioritas,” imbaunya.
Disinggung terkait kapan pekerjaan Gerbang Selamat Datang akan dikerjakan Feri menyatakan akan mulai di akhir bulan april ini,










