INFOMEDIAKOTA, PRABUMULIH, 18 Maret 2024 – Edi Susanto Camat Prabumulih Barat bersama Lurah Payuputat didampingi Babinkantibmas dan Babinsa akhirnya terjun langsung meninjau lokasi sumur migas RJA-54 yang memasuki sepekan semburan gas belum juga bisa di atasi penanganannya oleh pihak Pertamina Field Adera, yang menyebab kan keresahan dan keluhan para petani yang terdampak insiden tersebut.
Sebelumnya Dian Brori selaku lurah payuputat saat di konfirmasi oleh awak media pada minggu (17/3/24) menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan belum dilibatkan terkait pendataan warga hanya saja dirinya selaku pemerintah setempat telah melaporkan kejadian pihak pertamina.
Bahkan warga payuputat mengungkapkan ada keanehan terakit pendataan oleh pihak pertamina hanya bisa melalui pemerintah Desa Curup kabupaten pali tanpa melibatkan Pemerintahan kelurahan Payuputat padahal jelas kebun dan sekitar lahan terdampak merupakan wilayah Payuputat.
Hal ini dibenarkan Dian Brori selaku Lurah Payuputat, mengungkapkan dirinya bahwa telah memberitahukan laporan ke pihak humas Pertamina terkait jumlah sementara warga payuputat yang terdampak, namun anehnya informasi akan di tampung dan di sampaikan ke Kepala Desa Curup Pali.
“Jadi kami pemerintah kelurahan Payuputat belum merasa di libatkan tapi kami tetap laporkan walaupun belum di konfirmasi kami yang konfirmasi dengan Pertamina, karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat, warga” ungkap Dian Lurah Payuputat (17/3/2024) sembari akan menindak lanjuti laporan ke Camat Prabumulih Barat.
Ditanya terkait kunjungan hari ini apakah sudah ada bantuan dari pihak pertamina dirinya menyampaikan hingga hari ini belum ada bantuan terhadap warga.
“Untuk saat ini kita masih koordinasi dengan Pertamina mengenai data warga yang terdampak, kalau bantuan belum ada dari Pertamina,” tandas Dian. Senin 18/3/24.
Sementara Camat Prabumulih Barat Edi Suanto menyebut 51 warga Kelurahan Payuputat yang terdampak, baru saja didata untuk diserahkan ke pihak Perusahaan dan lokasi sumur masuk di wilayah payuputat.
Menurutnya, warga pemilik lahan yang tak jauh dari lokasi sumur bocor, hingga saat ini belum menerima bantuan dari Pihak PT. Pertamina Adera Field.
“Tadi pagi kami cek, Lokasi sumur masuk di wilayah Kelurahan Payuputat, dan kami perintahkan pihak kelurahan untuk mendata warga yang terdampak agar diserahkan ke Pertamina” jelas Edi.
Dalam tinjauannya Edi Suanto berharap pihak perusahaan bisa segera menyelesaikan kondisi sumur tua, yang saat ini masih menyemburkan gas, serta menghimbau agar warga tak mendekati, radius 2 km.
Disinggung mengenai bantuan pihak PT Pertamina kepada warga terdampak di Payuputat, Mantan Lurah Payuputat itu mengaku hingga saat ini belum ada bantuan yang diberikan.
“Belum ada kalau bantuan, mungkin dalam waktu dekat data itu baru diserahkan pihak kelurahan ke Pertamina” lanjutnya.
Ditempat terpisah, Head of Comrel & CID Zona 4 Tuti Dwi Patmayanti dalam keterangan rillisnya pada hari jumat kemarin mengaku telah memberikan bantuan kepada 108 warga desa curup untuk berbuka dan sahur.
Lebih lanjut Tuti mengatakan, selain fokus pada penanganan kebocoran sumur, PHR Regional Sumatera Zona 4 juga fokus menangani laporan dari masyarakat setempat. Tim PHR Regional Sumatera Zona 4 telah memberikan bantuan masker dan obat-obatan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Jika ada masyarakat yang memiliki keluhan terdampak, kami himbau agar dapat menyampaikan kepada tim di lapangan ataupun laporan melalui kepala desa setempat,” pungkas Tuti.
Mardianto salah satu dari puluhan warga Payuputat yang terdampak sekaligus pemilik lahan, mengeluhkan tak bisa lagi menyadap karet dilokasi kejadian. “Selama hampir seminggu tak bisa beraktivitas, sedangkan bantuan dari pihak perusahaan juga belum disalurkan,” tandasnya.










