Infomediakota Prabumulih — Semangat solidaritas kembali menggema di Kota Prabumulih. Komunitas Vespa Peh menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis sore (04/12/2025).
Di tengah debu jalanan dan hiruk pikuk lalu lintas, puluhan anggota komunitas ini berdiri tegak membawa kotak donasi, poster, dan pengeras suara. Mereka mengajak setiap pengendara yang melintas untuk turut berpartisipasi. Meski arus kendaraan sempat melambat, sambutan masyarakat luar biasa. Dalam waktu hanya sekitar satu jam, donasi dari pengguna jalan berhasil terkumpul Rp4.405.500, disertai sumbangan puluhan karung pakaian layak pakai.
Tidak berhenti di situ, donasi internal dari anggota komunitas Vespa Peh mencapai Rp8 juta. Total keseluruhan dana yang berhasil dihimpun sepanjang kegiatan tersebut berjumlah Rp12.405.500.
“Kami tidak menyangka antusias masyarakat begitu tinggi. Terima kasih kepada pengguna jalan yang ikut berkontribusi. Semoga aksi kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk membantu saudara kita di Sumatera,” ujar Koordinator Aksi, Aden Tamrin, didampingi Harry Maradona.
Donasi uang rencananya akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa Sumsel, sementara bantuan pakaian akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi JNE agar segera tiba di lokasi bencana.
Aden juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota komunitas Vespa Peh yang terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. “Biarpun bantuan ini belum maksimal, kami berharap sedikit banyak dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak.”
Sementara itu, Julianto, perwakilan Vespa Peh lainnya, mengajak masyarakat yang masih ingin berpartisipasi untuk menyalurkan bantuan melalui posko Vespa Peh di Jalan Dempo, depan Hotel Nayora, yang masih dibuka hingga besok siang.
Aksi kemanusiaan ini menegaskan bahwa gotong royong dan solidaritas dan masih menjadi napas utama masyarakat Prabumulih. Di tengah bising kendaraan dan padatnya aktifitas kota, kepedulian tetap menemukan jalannya. Mewujudkan pesan bahwa sekecil apa pun bantuan, tetap berarti bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari musibah.










