Upaya Pj Walikota Prabumulih dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Pj Walikota H Elman ST MM saat di sambangi di ruang kerjanya di gedung Pemkot Prabumulih

Infomediakota Prabumulih Kemiskinan ekstrim menjadi langkah penting pemerintah kota Prabumulih untuk menekan jumlah masyarakat yang masih tergolong warga miskin kota. Hal ini telah lakukan sejak kepemimpinan Walikota Ir H Ridho Yahya MM melalui program bedah rumah langsung menyentuh kepada warga yang tidak mampu dengan kondisi Rumah Tidak Layak Huni. Keberhasilan program inipun menjadi inspirasi bagi stakeholder baik instansi maupun CSR BUMN diperkuat hingga bantuan Kementrian PUPR.

Sejak kepemimpinan Penjabat Walikota H Elman ST MM upaya yang di lakukan semakin masiv saat ini Pemerintah Kota Prabumulih memiliki lebih detail lagi dengan data by name by address yang menjadi kunci untuk melihat tindak lanjut apa yang diperlukan pemerintah untuk membantu keluarga-keluarga yang masih berada di garis kemiskinan.

Bacaan Lainnya

Saat ini Pj Walikota H Elman ST MM terjun langsung dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dengan menyasar keluarga tidak mampu dengan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, M Wahyu Yulianto, S.Si SST MSi, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di ruang rapat Pemerintah Kota Prabumulih pada 30 Juli 2024, terjadi penurunan angka kemiskinan dari 11,23% pada tahun 2023 menjadi 10,13% pada tahun 2024.

Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Prabumulih. Di bidang stunting, jumlah kasus di Kota Prabumulih turun dari 79 menjadi 57 kasus, dengan rencana untuk terus memantau hingga mencapai zero kasus.

Baca juga  Gubernur Sumsel Hadiiri Rangkaian Puncak HUT Kota Prabumulih Ke 20. Apresiasi Penghargaan Atas Inovasi Prestasi dan Kemajuan Pembangunan

Sealin fokus pembangunan rumah untuk masyarakat di sektor informal menjadi salah satu target Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan melibatkan semua stakeholder serta bantuan CSR.

Foto : Tukang becak penerima bantuan Rumah RITTA

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kementerian PUPR dan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang turut menggandeng CSR dari Bank BSI dalam pembangunan RITTA (Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa) bagi kelompok berpenghasilan rendah di Kota Prabumulih yang tergolong dalam warga miskin.

Penjabat Walikota Prabumulih H Elman, ST,.MM menjelaskan pembangunan Program RITTA yang sangat membantu masyarakat yang bekerja di sektor informal untuk bisa memiliki rumah layak.
Strategi yang dilakukannya dengan langsung turun ke lokasi untuk bertemu warga dan melihat langsung kondisinya.

“Ada keterkaitannya antara stunting dan kemiskinan ekstrim itu. Jadi kita juga harus turun dan melihat langsung kondisi keluarga tersebut. Bagaimana rumahnya, MCK nya, pendidikan anak-anak nya, disitu lah peran pemerintah bagi masyarakat,” ungkap Elman saat di sambangi di ruang kerjanya, Rabu 2/10/24.

Lebih lanjut Elman mengatakan pembangunan rumah untuk masyarakat tentunya tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh pemerintah sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak seperti CSR dan sektor swasta.

Penyediaan infrastruktur perumahan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat dengan berbagai program perumahan yang ada. Dalam Program RITTA, pihak Pemerintah Kota Prabumulih menyiapkan tanah seluas dua hektar untuk lokasi pembangunan 100 unit rumah tahan gempa.

“Rumah-rumah tersebut dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR.
rumah inti tipe 18 yang bisa dikembangkan lagi dengan luas kavling 6 x 12 meter atau 72 meter persegi dengan jumlah bantuan Rp 35 juta per unit. Rumah ini jangan diperjualbelikan, sebaiknya dihuni dan dirawat dengan baik dan banyak bersyukur.” ujarnya.

Foto : Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Prabumulih Mayduti Fitriansyah, ST MT

Terpisah Kepala Dinas Permukiman Kota Prabumulih, Mayduti Fitriansyah, ST MT  menjelaskan bahwa Bangunan RITTA merupakan program pemerintah dalam memberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu atau yang berpenghasilan rendah. “Bangunan RITTA dikhususkan untuk Para Pemulung, Disabilitas, Tukang Kuli Panggul, Tukang Sol Sepatu dan Tukang Becak,” jelasnya.

Baca juga  Hadiri Munas Aswakada, Wabup Sumarni Siap Perkuat Peran Strategis Wakada Dukung Pembangunan Daerah

Mayduti menambahkan, “Rumah diberikan gratis kepada masyarakat yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem. Mereka sudah masuk dalam daftar di Dinsos Prabumulih, kemudian di verifikasi ulang, disurvei ke rumah-rumah calon penerima bantuan, Para penerimanya sudah diseleksi ketat, termasuk verifikasi hingga ke rumah tempat tinggal, ujarnya

Ada program hunian rumah, sumber air dan sanitasi berupa MCK yang telah menyentuh 12 titik warga di beberapa wilayah seperti Tanjung Raman, Anak Petai, Mangga Besar, Tanjung Menang, Gunung Ibul, Karya Mulya, Payuputat, Wonosari dan Tanjung Telang.

“Kondisi saat ini tentu kita semua tau, ditengah gejolak inflasi banyak problematika terjadi dikalangan masyarakat, baik itu secara ekonomi, sosial dan lain sebagainya, tentunya Pemerintah harus bisa mengambil langkah antisipasi dalam meredam permasalahan yang ada”, tegasnya.

Foto : Ir. Abu Sohib MSi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Prabumulih saat dibincangi di ruang kerjanya

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Prabumulih Ir. Abu Sohib, M.si menjelaskan kami sangat mendukung penuh program pembangunan Rumah ini. Program ini merupakan kerjasama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah kota Prabumulih

Sesuai amanat Intruksi Presiden No.4 Tahun 2022 Berbagai strategi telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan mencapai target yang telah ditentukan pemerintah pusat, termasuk upaya untuk mencapai target kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2024.

“Tugas kami melakukan pengumpulan data masyarakat yang memang tepat dan layak mendapatkan bantuan rumah RITTA ini. Kami mengucapkan terima kasih banyak karena sudah banyak bantuan perumahan yang disalurkan Kementerian PUPR untuk masyarakat di Kota Prabumulih,” tandasnya.

Dirinya menambahkan program Pembangunan Rumah RITTA ini merupakan salah satu upaya pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrim dengan memberikan rumah layak huni bagi masyarakat khususnya di wilayah kota prabumulih,’” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *