INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Komitmen Walikota dan Wakil Walikota H Arlan- Franky dalam mewujudkan perubahan menata wajah Kota Prabumulih kembali di buktikan dengan merelokasi ratusan kios pedagang yang selama puluhan tahun menempati badan jalan M Yamin ke Gedung Pasar Tradisional Modern 2 (PTM 2).
Kondisi pasar jalan M yang terlihat dari aspal hancur mengelupas karena aliran air meluap disebabkan parit yang tersumbat oleh limbah tumpukan sampah, hal memang sudah tidak layak lagi menjadi tempat transaksi nyaman bagi penjual dan pembeli yang penuh sesak, belum lagi dampak banjir dan becek bercampur limbah bau amis pesing menyengat tak hanya dirasakan pedagang dan pembeli namun masyarakat stempat harus pasrah dan menerima kenyataan yang ada.
Disisi lain meski pahit dirasakan para pedagang yang sulit untuk menerima, akan tetapi dibalik kesemrawutan pasar pasti ada hikmahnya, saat ini fungsi gedung 3 lantai PTM 2 yang selama ini terbengkalai kembali mengeliat transaksi kini menjadi tempat pusat perekonomian pasar sebenarnya disisi lain fungsi jalan M Yamin yang selama dirampas kini kembali menjadi Hak para pengendara.
Pola kepemimpinan ini merupakan langkah nyata Pemerintah kota Prabumulih dalam menata kembali fungsi aturan yang selama puluhan tahun terkungkung oleh problematika tembok kepentingan yang menghadang. Cak Arlan – Franky menjadi tonggak sejarah baru dimana jujur dalam ketegasan menegakkan aturan menjadi kunci harapan untuk kebaikan di masa yang akan datang.
Pagi itu, (Rabu 18 juni 2025), Cak Arlan- Franky terjun langsung bersama jajarannya meninjau penertiban dan pembongkaran lapak pedagang yang masih saja membandel menempati kios dibadan jalan M Yamin, padahal sejak jauh jauh hari sebelumnya Walikota telah mengelar pertenuan sesuai kesepakatan sepakat bahwa pedagang mau direkokasi pindah secara mandiri ke PTM 2 seminggu setelah Hari Raya Idul Adha.
“Jalan M Yamin akan kita perbaiki dan diaspal kembali kita fungsikan sebagaimana mestinya bukan lagi tempat berjualan dan drainase yang selama ini tersumbat dan kumuh akan dibangun agar pemukiman warga tidak lagi banjir, karne itu Cak meminta tempat ini jadi rapi dan bersih, ” ujarnya.
Langkah konkrit Cak Arlan – Bang Franky dalam mereloksi pasar ini rupanya bukan hanya mendapat tanggapan positif dan apresiasi dari para pengendara, Nurhayani pemilik toko Yani Barokah mengaku sempat menutup kiosnya sepi karena tertutup oleh pedagang di depan kios tokonya.
“Kita patut mengapresiasi langkah bagus Cak Arlan untuk meertibkan pedagang seperti di jalan sudirman saat ini sudah tertata rapi dan bersih begitupula dengan jalan M Yamin, asalkan semua pedagang direkokasi pembeli pasti akan datang Ke PTM, rejeki kan tuhan yang atur, ” ungkapnya.
Senada di sampaikan bik ita pedagang sayur yang telah puluhan tahun menggelar dagangannya di jalan M Yamin dirinya mengaku telah membongkar sendiri lapaknya untuk beralih ke PTM susai arahan Walikota menurutnya jika semua pedagang pindah otomatis pembeli akan mau datang ke PTM, namun Ia berharap kedepan tidak ada lagi pedagang yang kembali berjualan di jalan M Yamin karena itu ketegasan Pemerintah dalam penertiban merupakan hal penting yang harus di laksanakan,
Dari penelusuran awak media pembongkaran lapak rupanya banyak para pedagang yang menyewa hingga puluhan juta, hal inilah yang menjadi keluhan atas kerugian yang mereka rasakan akan tetapi mau tidak mau para pedagang meski terpaksa namun tak rela harus menerima untuk di pindahkan
Dalam hal ini Walikota Prabumulih Cak Arlan memberi warning keras kepada para pedagang untuk menindak tegas praktik sewa atau jual beli lapak atau kios yang ada.
Editor : ARIS SMSI










