INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pertanian secara resmi melepas Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Prabumulih yang akan berkompetisi dalam Pekan Daerah (PEDA) KTNA ke-16 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Pemkot Prabumulih, dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih H. Arlan, didampingi Wakil Wali Kota Franky Nasril, S.Kom., M.M., serta dihadiri oleh Asisten II Setda, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Sabtu (10/11/2025)
Dalam sambutannya, Wako Arlan menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh peserta yang akan membawa nama baik Kota Prabumulih di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut. Ia menekankan pentingnya ajang PEDA KTNA sebagai momentum untuk menunjukkan inovasi, kemampuan, dan kreativitas petani dan nelayan Prabumulih.
“Ajang PEDA KTNA bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan memajukan sektor pertanian serta perikanan daerah. Saya berharap kontingen Prabumulih dapat tampil dengan semangat dan membawa pulang prestasi membanggakan,” ujar suami Hj. Linda Arlan dalam arahannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Alfian, S.P., dalam laporannya menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan merupakan para petani, nelayan, dan penyuluh terbaik dari berbagai kecamatan di Prabumulih. Mereka akan mengikuti berbagai lomba, kegiatan edukatif, dan pameran inovasi hasil pertanian unggulan daerah.
“Kontingen ini membawa semangat kolaborasi dan kreativitas. Kami ingin menampilkan potensi pertanian Prabumulih yang terus berkembang dan berdaya saing,” ungkap Alfian.
PEDA KTNA ke-16 sendiri menjadi ajang penting bagi para pelaku sektor pertanian dan perikanan untuk saling belajar, berinovasi, serta memperkuat peran mereka dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Prabumulih melalui kegiatan ini kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan sektor pertanian, pemberdayaan petani dan nelayan, serta mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan sejahtera.
“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Pemerintah akan terus hadir mendukung agar petani dan nelayan kita semakin maju dan sejahtera,” tutup Arlan. (ARIS)










