INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Awal tahun 2026, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) asal Kota Prabumulih, Winro, kembali melakukan gebrakan serius di industri air mineral.
Di tengah ketatnya persaingan pasar AMDK, Winro resmi menerapkan seal pengaman di seluruh kemasan botol dan galon, sekaligus meluncurkan galon berbahan PET (Polietilena Tereftalat) yang lebih jernih, transparan, dan higienis.
Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Indotirta Sriwijaya Perkasa, Hendri Lee, kepada media. Menurut Hendri, yang akrab disapa Hen Hen, inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab tuntutan konsumen terhadap keamanan dan kualitas air minum.
“Mulai tahun 2026 ini, seluruh produk Winro, baik botol maupun galon sudah menggunakan seal pada tutup kemasan. Ini langkah penting untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan higienitas produk sebelum dikonsumsi masyarakat,” tegas Hen Hen.
Ia menegaskan, pemasangan seal bukan sekadar mengikuti tren pasar, melainkan sebagai tanggung jawab moral dan profesional produsen kepada konsumen. Seal berfungsi sebagai pengaman utama untuk memastikan produk tidak pernah dibuka atau terkontaminasi sebelum sampai ke tangan pembeli.
“Seal menjadi penghalang utama antara air dalam kemasan dengan lingkungan luar. Dengan ini, konsumen bisa langsung mengetahui keaslian dan keamanan produk,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, sejak Januari 2026 Winro juga resmi mengedarkan galon PET yang dinilai lebih modern dan higienis. Galon ini menggunakan biji plastik murni original, sehingga tampil lebih bersih dan transparan.
“Galon PET lebih jernih, lebih bersih, dan kualitasnya lebih terjaga. Konsumen bisa langsung melihat isi galon dengan jelas,” ujar Hen Hen.
Penggunaan galon PET ini sekaligus memperkuat citra Winro sebagai produsen AMDK lokal yang mampu bersaing dengan merek nasional. Hen Hen memastikan, proses produksi galon PET Winro tetap memperhatikan standar kesehatan dan aspek ramah lingkungan.

Dari sisi pemasaran, Winro saat ini telah menjangkau 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Pada 2026, perusahaan mulai memfokuskan ekspansi di wilayah Kota Lubuklinggau, sekaligus menyiapkan rencana pembukaan pabrik baru.
“Kita akan memperkuat pasar Lubuklinggau dan berencana membuka pabrik di sana. Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk efisiensi distribusi dan penguatan pasar,” ungkapnya.
Sebagai perusahaan lokal yang tumbuh di Prabumulih, Winro juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga kini, tercatat 240 tenaga kerja lokal telah direkrut dan bekerja di berbagai lini produksi.
“Dari packing, operator, checker, leader, sampai kepala divisi, semuanya warga Prabumulih,” katanya.
Selain itu, Winro juga menegaskan komitmen kepatuhan terhadap regulasi. Seluruh produk telah mengantongi izin BPOM, SNI, sertifikasi MUI, serta hasil uji laboratorium IPB sebagai standar mutu nasional.
“Keamanan pangan dan minuman tidak bisa ditawar. Semua perizinan dan standar sudah kami penuhi,” tegas Hen Hen.
Di tengah maraknya produk AMDK di pasaran, inovasi Winro dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan air mineral yang benar-benar aman, bersih, dan berkualitas. Inovasi ini adalah wujud komitmen kami untuk terus berkembang,” pungkasnya.
Dengan penerapan seal, penggunaan galon PET, serta ekspansi pasar yang terencana, Winro optimistis mampu bertahan dan berkembang sebagai salah satu produsen AMDK unggulan di Sumatera Selatan, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah.










