Muara Enim Bawa Batik dan Songket ke Kriya Nusa 2026, Bidik Pasar Nasional

MUARA ENIM, INFOMEDIAKOTA.COM — Produk kerajinan dan wastra Kabupaten Muara Enim bersiap membawa identitas daerah ke panggung nasional melalui ajang Kriya Nusa 2026.

Batik, kain songket hingga kerajinan rajut menjadi bagian dari karya unggulan yang dinilai memiliki potensi kuat untuk menembus pasar yang lebih luas. Kesiapan tersebut mendapat perhatian saat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muara Enim, Jumat (21/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Feby didampingi Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si dan Plt Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Ir. H. Ahmad Yani, MM.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Center Tanjung Enim, yang menjadi ruang pengembangan sekaligus promosi produk kerajinan masyarakat.

Baca juga  Kenaikan Pangkat Pengabdian Di Pimpin Langsung Kapolres Prabumulih

Di lokasi tersebut, Feby melihat langsung berbagai karya yang dihasilkan para perajin lokal. Tidak sekadar melihat, sejumlah produk bahkan dikenakannya secara langsung sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang ditampilkan.

Bukan Sekadar Kerajinan, Bawa Identitas Daerah

Kekuatan produk Muara Enim dinilai tidak hanya terletak pada bentuk dan kreativitas, tetapi juga pada karakter serta unsur kearifan lokal yang melekat di dalamnya.

Batik, songket dan produk kriya lainnya menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan lebih jauh. Produk tersebut juga berpeluang menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan identitas Kabupaten Muara Enim kepada masyarakat di luar daerah. Kualitas dan nilai ekonomi produk lokal inilah yang menjadi modal penting untuk dibawa ke ajang Kriya Nusa 2026.

Kehadiran di ajang nasional tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pameran semata. Lebih jauh, produk perajin Muara Enim diharapkan mampu memperoleh pasar baru, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi bagi pelaku usaha.

Pengembangan kerajinan dan wastra juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta ekonomi kreatif di Muara Enim.

Baca juga  Tingkatkan Pelayanan, KPP Pratama Prabumulih Jemput Bola ke Kecamatan dengan LDK

Dengan dukungan pembinaan dan promosi yang berkelanjutan, para perajin lokal memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing.
Rangkaian kunjungan Ketua TP PKK Sumsel kemudian berlanjut ke Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) untuk kegiatan pembinaan dan evaluasi 10 Program Pokok PKK Kabupaten Muara Enim.

Rombongan juga meninjau Sekretariat TP PKK dan gerai oleh-oleh TP PKK Kabupaten Muara Enim sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Palembang.

Bagi Muara Enim, Kriya Nusa 2026 menjadi kesempatan strategis untuk menunjukkan bahwa produk lokal tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai potensi ekonomi dan daya saing di tingkat nasional.

Jika mampu dikelola secara konsisten, batik, songket dan berbagai produk kriya lainnya bukan sekadar cendera mata, melainkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif sekaligus membuka jalan bagi UMKM Muara Enim untuk naik kelas dan memperluas pasar.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait