Warga Pertanyakan Anggaran DD, Kadesnya Malah Minta DD Untuk Desanya Di Stop

PRABUMULIH, Infomediakota.com – Salah satu tujuan Pemerintah mengelontorkan Dana Desa adalah mempercepat kesejahteraan masyarakat yang diawali dari desa.

Namun belakangan , Dana Desa (DD) justru terkadang menjadi pemicu kecemburuan sosial bagi masyarakat karena Kebijakan Kepala Desa yang dianggap tidak tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Hal ini juga terjadi di Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Warga desa ini mempertanyakan Dana penanganan Covid -19 dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambil dari kantong Dana Desa yang dianggap tidak merata.

Tidak hanya sampai situ, warga juga mempertanyakan terkait penggunaan dana penanganan covid- 19 yang besarnya hingga Rp.350 Juta.

Permasalahan ini langsung dibawa ke forum rapat desa di Kantor Desa Muara Sungai yang dihadiri Kades Muara Sungai Indar Yadi, BPD , Puluhan warga dan Babinsa serta Bhabin Kamtibmas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rapat berjalan alot karena masing-masing pihak mempunyai argumen sendiri-sendiri.

Baca juga  Bawa Sabu ke Prabumulih, Warga Pantadewa PALI Diringkus Satres Narkoba Polres Prabumulih

Holil , salah satu perwakilan warga Muara Sungai ,Kecamatan cambai Kota Prabumulih menyayangkan kebijakan Kades Muara Sungai dalam menyalurkan dana BLT yang bersumber dari Dana Desa ( DD) yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran

” Masyarakat yang menerima BLT hanya sebanyak 16 KK, padahal yang kita ajukan 720 KK. Apalagi kita lihat  yang dapat hanya sebagian yang layak, ada yanh hidupnya masuk dalam katagori mampu, artinya tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Rapat ini menarik kesimpulan untuk mengajukan penambahan jumlah penerima BLT kepada pemerintah.
” Kita berharap semua dapat ,” tegasnya.

Seirama, Darul berpendapat jika masyarakat yang diusulkan juga pantas menerima dana BLT ( Bantuan Langsung Tunai). Untuk itu kata dia hasil rapat memutuskan agar semua usulan di respon secepatnya  dan diusahakan semuaul untuk menerima .

“Sudut pandang kita kan masing-masing, kalau kami merasa pantas mendapatkan jadi kami mengusulkan,” terangnya.

Sementara itu, Kades Muara Sungai Lidar Yadi kepada media menyebutkan, berdasarkan hasil rapat, semua warga yang belum menerima BLT akan di usulkan kembali kepada pemerintah melalui Camat Cambai untuk menerima persetujuan Walikota Prabumulih.

Baca juga  Ngopi Bareng ala Kajari Prabumulih Ajak Jurnalis Jalin Sinergi

” Kita ingin semua dapat, Jadi kita usahakan semua warga mengantongi restu dari Walikota Prabumulih,” ujarnya usai rapat.

Sebetulnya kata dia, usulan BLT telah melalui proses verifikasi yang dilakukan tim relawan yang dibekali surat kerja untuk melihat siapa saja yang berhak menerima .

” Ternyata yang berhak hanya 16 KK,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menganggarkan dana penangan dan pencegahan covid- 19 sebesar Rp. 350 Juta, dan yang terpaksa hanya sekira Rp.120 Juta.

” Dana tersebut kita gunakan untuk pembangunan posko pengamanan desa , sewa tenda,  uang transport, honor penjaga posko, penyemprotan disenfektan massal, pembelian masker. Sedangkan sisanya akan kita kembalikan ke rekening desa,” terangnya.

Lebih jauh Indar Yadi mengungkapkan ,bahwa kedepan pihaknya meminta agar pemerintah pusat menghapus dana desa untuk desa nya. Karena tuturnya,  di Desa yang dipimpinnya sudah tidak ada lagi yang membutuhkan pembangunan.

” Semua sudah dibangun, makanya sekarang yang dibangun jalan yang menuju kebun di hutan. Jadi hapuskan saja dana desa untuk Muara Sungai” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *