Kepala BKKBN Puji Kinerja PLKB Non-PNS

Muara Enim, INFOMEDIAKOTA.COM — Perwakilan PLKB Non-PNS Pemkab Muara Enim menghadiri audiensi dengan BKKBN melalui aplikasi zoom meetings pagi ini (11/08) di Ruang Rapat Bupati Muara Enim. Dalam audiensi ini dihadiri oleh Plt. Asisten Administrasi Umum, dr. Yan Riyadi, M.A.R.S. Yan Riyadi

Dalam Vidcon tersebut dihadiri oleh 600 orang lebih yang terdiri dari Kepala BKKBN, Ketua Forum Komunitas PLKB Indonesia, Bupati/ Walikota serta perangkat daerah. Audiensi dibuka dan dimoderatori oleh Deputi ADPIN, bapak Nofrijal.

Bacaan Lainnya

Dipenyampaiannya pekerjaan bkkbn di masa depan sangat lah berat. Pelayanan harus dilakukan dengan maksimal, maka pertemuan hari ini dianggap sangat penting karena berpengaruh pada kinerja bkkbn selanjutnya dengan berbagai upaya akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta mencari solusi dalam mengelola baik dari biaya dan peningkatan kapasitas.

Baca juga  Tingkatkan Kolaborasi, Pertamina EP Ramba Sepakati Perjanjian Pinjam Pakai Lahan Bersama dengan PT BMP

Kemudian dalam kesempatannya, kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) juga menyampaikan hal yang serupa, bahwa keberadaan PLKB Non PNS dalam pelayanan kependudukan sangat membantu sebagai penyuluh kb.

“Berdasarkan monitoring PLKB Non PNS tidak jauh berbeda dengan yang PNS. Non pns juga sangat rajin dalam membantu masyarakat sehingga harus diberikan bantuan penerima manfaat dari penggunaan anggaran,”ujarnya

Selain itu, Kepala BKKBN menyampaikan beberapa perubahan dalam pendekatan dan kebijakan antara lain, menyelesaikan transformasi kelembangaan, melakukan rebranding dan logo tagline, melakukan perubahan pada jargon dari 2 (dua) anak cukup menjadi 2 (dua) anak sehat, memperkuat tugas lapangan dalam kb, tidak hanya penyuluhan dan advokasi, tapi juga pembangunan penggerakan di desa.

“Indikator derajat kesehatan masyarakat diukur dari berapa kematian ibu dan bayi sehingga diharapkan dalam program dan perubahan ini nantinya jumlah penduduk dapat dikendalikan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia,”Terang dr. Hasto

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *