Bocor Lagi !! Limbah Crude Oil Cemari Aliran Sungai Bayas dan Lahan Pertanian, Warga Babat Minta Pertamina Adera Bertanggung Jawab

INFOMEDIAKOTA, PALI — Baru kemarin tanggal 19/3/24 Pertamina EP berhasil melakukan penanganan semburan Gas dari sumur RJA 54 Field Adera yang membuat resah dan cemas warga kelurahan Payuputat Prabumulih dan Desa curup Pali, di ketahui penyebab kebocoran gas karena pencurian asset vital aksesoris kepala sumur ini berdampak dengan lingkungan yang menimbulkan kerugian Negara.

Kali ini giliran warga Dusun 4 Desa Babat kecamatan Penukal kabupaten Pali yang dikejutkan oleh bau menyengat minyak mentah bersumber dari trunk Pipa Line Pertamina field Adera, yang telah mencemari aliran sungai Bayas hingga meluas ke perkebunan warga.

Bacaan Lainnya

Menurut Kades Babat kecamatan Penukal kabupaten Pali, kejadian ini di ketahui warga sejak lebih kurang 4 hari yang lalu, meski telah di lakukan penanganan oleh pihak Pertamina namun kades menilai upaya penangan belum maksimal karena cemaran limbah minyak mentah.

‘”Sampai saat ini pihak humas pertamina dengan kami selaku pemerintah Desa belum ada komunikasi, hanya warga yang terdampak lah melapor dengan kami terkait kebocoran pipa ini, kita ketahui Sungai Bayas itu merupakan hulu sungai Sebagut, kalo di hulu tercemar di hilir ada kemungkinan tercemar juga, dan sungai ini merupakan kebutuhan warga mandi dan cuci, ” ujarnya. Jumat (22/3/24)

Baca juga  PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Kepala Desa Babat, Arie Meidiansyah F, S.Pd., M.Pd. dia mengatakan sudah mendapatkan laporan dari warga nya dan berharap komunikasi yang baik dari pihak perusahaan untuk dibersihkan dengan maksimal jangan sampai meluas, dan untuk melibatkan warga lokal untuk ceker pipa yang komunikasi dengan pemdes dan perusahan sebaiknya bila ada kejadian lagi tidak miskomunikasi.

“Sudah mendapat laporan dari warga bahwa ada aliran sungai dan kebun warga yang terdampak, selaku pemerintah desa kami berharap agar kejadian tersebut segera ditanggulangi dengan maksimal jangan sampai merugikan masyarakat, kami juga berharap perusahaan ada komunikasi yang baik jangan terkesan menutup diri, karena ini menyangkut hajat masyarakat,”tutur Kades Babat.

Riasan salah satu Warga pemilik kebun karet mengatakan, bukan hanya aliran sungai saja, bahkan bekas ceceran minyak mentah masih merendam pohon karet miliknya, hampir sekitar 4 hari sejak kejadian belum ada pihak Pertamina yang menghubunginya.

Pertamina wajib bertanggung jawab yang menyebabkan kebun saya tergenang limbah minyak, sampai sekarang belum ada pihak Pertamina menghubungi saya, sementara saya telah melaporkan kejadian ini ke Kades Babat, selanjutnya saya akan somasi pihak pertamina dalam waktu dekat dan tidak menutup kemungkinan akan saya laporkan masalah pencemaran lingkungan hidup ke pihak berwajib, Pertamina harus bertanggung jawab atas pencemaran dan kerugian saya,” tegasnya.

Baca juga  Kapolres Pimpin Sertijab 9 PJU di Lingkungan Polres Prabumulih

Sebelumnya terpisah senada warga terdampak lainnya mengungkapkan, Belum ada pemberitahuan dari pihak perusahaan kepada warga, bahkan warga mengetahui tadi sore sudah dibersihkan oleh pihak Pertamina Adera dipinggiran jalan yang terkesan agar menutupi kejadian pipa pecah yang dilihat kasat mata, sedangkan di aliran sungai yang merupakan sumber kehidupan warga setempat dan di lahan warga masih banyak berceceran limbah minyak mentah.

“Kami Selaku Warga yang terdampak sangat kecewa dengan pihak Pertamina Adera yang kucing-kucingan dan tidak maksimal dalam pembersihan tumpahan limbah minyak mentah tersebut, dan ini bukan satu dua kali kejadian seperti ini. Dan ini juga diduga kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Pertamina karena tidak ada checker Pipeline di jalur tersebut,” ungkap warga kepada awak media ini pada Rabu sore (20/03/2024).

Sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Manajemen Pertamina terkait, apa yang menjadi penyebab kebocoran pipa dan seperti apa penanganan pencemaran limbah pertamina, (red)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *