Palembang, Infomediakota.com — Persatuan Peduli Lingkungan Merapi Timur (PPL-MT) Lahat. Selasa 30/11 sekitar pukul 21.00 wib selasa malam Temui Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Griya Agung jalan Demamg lebar daun Palembang.
Disambut langsung oleh H.Herman Deru (HD). Dalam pertemuan itu Kartini sebagai ketua PPL-MT menyampaikan permasalahan 13 Perusahaan tambang batu bara yang tidak mau berkontribusi terhadap masyarakat yang terdampak debu batu bara yang melintas di sepanjang jalan lintas sumatera wilayah Merapi area.
Kesal karena tidak ada respon dan kontribusi sama sekali terhadap masyarakat, dari awal operasi kegiatan berlangsung hingga sekarang. Kartini dan rombongan emak emak PPL-MT mewakili Warga melaporkan ke Gubernur Sumsel terkait jumlah 13 perusahaan yakni PT. TMP, PT.MAS, PT. BAU PT.BAS. PT.SPB, PT.KKA, PT.GGB, PT. BP, PT. BBG, PT. LPBBJ, PT.MME.
“Upaya yang sudah kami tempuh terhadap Perusahaan itu sudah berkali kali kami datangi ke kantornya, malah ke tambangnya pun sudah kami datangi. Namun perusahaan tersebut seolah-olah tidak Peduli terhadap dampak lingkuangan,” Ungkapnya
Kartini juga meminta kepada bapak Gubernur Sumsel Herman Deru untuk merevisi surat Dispensasi atau surat toleransi terhadap angkutan batu bara yang melintasi jalan hitam dari pukul 18.00 wib sore hingga pukul 06.00 pagi menjadi pukul 23.00 wib malam dari mulut tambang hingga pukul 04.00.wib Fajar.
“Dengan di kurangi nya waktu melintas dari mulut tambang ke jalan hitam (jalan aspal-red) maka ini akan menurun kan tingkat kemacetan jalan lalu lintas yang mana selama sering terjadi dan di alami oleh pengguna jalan,” Jelas Kartini
Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru menanggapi laporan dari Emak Emak, nampak gestue marah terhadap perusahaan tambang maupun transportir batu bara yang tidak mau berkontribusi serta peduli dengan Masyarakat yang terdampak debu.
“Coba temui dulu dengan secara kekeluargaan Perusahaan batu bara itu,”Ujar HD.
Gubernur juga berharap kepada perusahaan tambang serta transportir batu bara untuk pro aktif terhadap CSR dan kompensasi kepada warga terdampak .
“Saya minta untuk perusahaan untuk selalu pro aktif terhadap CSR maupun Konpensasi dampak debu yang di akibatkan oleh kegiatan angkutan batu bara ini yang mengakibatkan banyak warga saya yang di rugikan,”Tandas Gubernur
Lajut Herman Deru juga meminta kepada Emak Emak Merapi Timur sebaik adakan dulu secara persuasif atau secara kekeluargaan karena rata rata perusahaan yang baik tentu memiliki IUP maupun transportir nya ini adalah milik putra putra daerah
“Jadi apabila perusahaan tambang batu bara masih tidak mau peduli terhadap warga yang terdampak akan saya panggil mereka,”Tegas Herman Deru (ELV)










