Gudang BBM Ilegal Kembali Beroperasi di Lembak, Hanya 400 Meter dari Kantor Polsek

Infomediakota Muara Enim, Sumsel – Aktivitas bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kembali mencuat ke permukaan. Ironisnya, gudang tempat penyimpanan dan distribusi BBM ilegal tersebut berlokasi tak jauh dari Kantor Polsek Lembak, hanya sekitar 400 meter, namun tetap beroperasi tanpa hambatan.

Dari hasil pantauan di lapangan pada Kamis (10/7/2025), gudang tersebut terlihat beroperasi secara terang-terangan. Aktivitas keluar masuk kendaraan tangki berlangsung lancar tanpa adanya tindakan dari aparat penegak hukum (APH) setempat.

Bacaan Lainnya
Baca juga  3 Pelaku Pencurian Disertai Pembunuhan Berhasil Ditangkap Polres Banyuasin

Seorang warga yang ditemui media saat melintas mengungkapkan bahwa gudang BBM itu sempat tutup namun kini kembali beroperasi.

“Aok, Pak. Gudang BBM ini dulu sempat tutup, sekarang sudah buka lagi,” ujarnya dalam logat khas Belide.

Warga lainnya mengaku khawatir aktivitas ilegal ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan keselamatan mereka.

“Setiap hari, kami melihat tangki besar keluar-masuk gudang ini, dan tidak ada tindakan dari polisi. Kami khawatir ini bisa membahayakan,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dugaan keterlibatan aparat pun mencuat, mengingat operasi gudang BBM ilegal tersebut berjalan mulus tanpa hambatan hukum. Beberapa sumber menyebut, gudang tersebut kini dikendalikan oleh sosok berinisial HR, yang diyakini sebagai pemilik baru.

“Sulit dipercaya kalau polisi tidak tahu soal aktivitas ini. Kami berharap ada tindakan tegas dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar sumber terpercaya.

Baca juga  Mantan Pj Wali Kota dan Sekda Prabumulih Terseret Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada KPU

Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat. Banyak pihak mendesak agar Kapolda Sumsel turun tangan langsung dan mengambil tindakan tegas untuk menindak oknum-oknum yang terlibat, baik dari kalangan sipil maupun aparat.

Praktik BBM ilegal ini dinilai bukan hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tapi juga mengancam keamanan lingkungan dan menciptakan preseden buruk dalam penegakan hukum.

Masyarakat berharap, transparansi dan ketegasan menjadi prioritas utama dalam upaya pemberantasan BBM ilegal di wilayah Lembak.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait