Kereta Api Babaranjang Berhenti Lebih dari 30 Menit di Perlintasan, Warga Keluhkan Arus Lalu Lintas Prabumulih-Baturaja Tersendat

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH — Aktivitas warga kembali terganggu akibat kereta api yang berhenti cukup lama di kawasan perlintasan Kelurahan Tanjung Rambang dan Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Selasa (11/8/2026) sore.

Kereta api Babarabang tersebut dilaporkan berhenti lebih dari 30 menit tepat di jalur perlintasan Jalan Lintas Prabumulih-Baturaja. Kondisi itu membuat kendaraan yang hendak melintas harus tertahan dan memicu keluhan dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar kereta berhenti. Perlintasan itu merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika perjalanan kereta terhenti dalam waktu lama, akses kendaraan pun ikut lumpuh.

Baca juga  Pastikan Larangan Mudik Lebaran, Plh Bupati Tinjau Pos Penyekatan dan Penarapan Prokes

“Sudah lebih dari setengah jam kereta berhenti. Kami yang mau melintas jadi terhambat, aktivitas warga juga terganggu,” ujar Subhan, salah seorang warga.

Sejumlah pengendara tampak harus menunggu hingga rangkaian kereta kembali bergerak. Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan karena tidak adanya kepastian berapa lama pengguna jalan harus menunggu.

Warga Pertanyakan, Mengapa Harus Berhenti Lama di Perlintasan?

Warga mempertanyakan alasan kereta api berhenti dalam waktu cukup lama di lokasi tersebut. Apalagi, perlintasan berada di jalur yang menjadi akses masyarakat dan menghubungkan wilayah Prabumulih dengan Baturaja.

Jika kondisi serupa terjadi berulang, bukan tidak mungkin antrean kendaraan dan gangguan aktivitas masyarakat semakin panjang. Karena itu, warga berharap pihak terkait tidak menganggap persoalan ini sebagai hal sepele.

Masyarakat juga meminta adanya informasi yang jelas dan cepat apabila kereta api mengalami kendala teknis atau harus berhenti di kawasan perlintasan dalam waktu lama.

Baca juga  PT. S-form Akomodir Dampak Sosial dan Lingkungan, Waskita Tanggap Eksekusi Perbaikan Jalan Penghubung Desa Air Keruh - Sukarami

Transparansi diperlukan agar pengguna jalan tidak hanya bisa pasrah menunggu tanpa mengetahui penyebab maupun kepastian kapan akses kembali terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab kereta api berhenti lebih dari setengah jam di lokasi tersebut.

Pihak pengelola perkeretaapian diharapkan memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut, termasuk apakah penghentian kereta disebabkan faktor teknis, operasional, maupun alasan lainnya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait