Nekat Nyeberang Dengan Perahu, Motor Warga Tenggelam di Sungai Baung Proyek Pembangunan Jembatan Desa Tebat Agung, Pemdes Angkat Bicara !

INFOMEDIAKOTA MUARA ENIM — Proyek Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Desa Tebat Agung dan Desa Gerinam Kecamatan Rambang Niru dan ke kecamatan Empat Petualai Dangku Kabupaten Muara Enim yang selama merupakan akses utama jalan masyarakat yang akan beraktifitas.

Proyek pergantian Jembatan ruas jalan Tebat agung Muara Niru dan nomor kontrak 630/144/PPK-2/APBD-P/DPUPR/ME/2024 dengan nilai kontrak Rp.3.383.000.000 (tiga miliar tiga ratus delapan puluh tiga ratus juta) dan di kerjakan CV. DK Construction yang baru saja di kerjakan sejak akhir bulan Desember tahun lalu sejak banjir melanda mulai jadi keluhan warga.

Bacaan Lainnya

Namun sejak di mulainya pembangunan proyek jembatan tersebut diduga pihak pelaksana tidak lagi menganalisa perencanaan awal terkait ketinggian air saat pembuatan jalan dan jembatan alternatif sementara untuk pengendara roda dua yang akan melintas dari desa Gerinam dan sebaliknya.

Dari hasil pantauan awak media terpantau kondisi saat ini saat musim penghujan dengan intensitas tinggi membuat akses jalan alternatif yang di buat oleh pihak pelaksana terendam banjir, sehingga akses warga yang akan melintas terputus warga terpaksa harus menggunakan jasa perahu untuk menyeberangi sungai dan harus rela mengeluarkan biaya.

Melihat kondisi tersebut saat menyebrang anak sungai warga merasa was was pasalnya perahu yang mereka tumpangi sering oleng khawatir mengalami musibah,

Baca juga  MPC PP Prabumulih Peduli Korban Kebakaran Di lorong Lematang Salurkan Bantuan dan Serukan Kewaspadaan

Seperti yang terjadi hari ini Ju’mat (17/01/2025), nasib naas di alami warga Gunung Raja kecamatan Empat Petulai Dangku saat menggunakan jasa perahu mengangkut motor NMax nya terjatuh di tengah aliran banjir jalan alternatif tersebut.

Beruntung dalam peristiwa karamnya motor Nmax dari perahu tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kendaraan motornya karam didasar air hingga mencapai tiga meter, dan beruntung warga Desa Gerinam yang melihat peristiwa tersebut langsung ramai -ramai menolong dengan menyelam dan menarik dengan menggunakan tali.

Ketua BPD Desa Gerinam Yetti Marlina, yang saat ini berada dilokasi kejadian, mengungkapkan, bahwa dirinya merasa perihatin atas adanya akses jalan alternatif yang kini direndam banjir tersebut, tidak dapat dilalui secara efektif, berharap pihak dinas PUPR dapat cepat menindaklanjuti atas kesulitan masyarakat yang akan melintas, dan bukan sebaliknya tidak menghambat aktivitas masyarakat.

“Banyak motor warga yang rusak akibat jalan direndam banjir tersebut, beruntung warga kami di Gerinam banyak yang menolong korban dan motornya,”ujar Yetty Marlina ketua BPD Gerinam tersebut, pada media ini

Yetty menambahkan, bahwa jalan alternatif akses warga Gerinam dan Tebat Agung ini satu- satunya akses jalan yang kini direndam banjir, namun, tindak lanjut dalam mempermudah warga menyeberangi banjir tersebut, kami nilai tidak begitu maksimal dijalankan secara serius,”tambahnya

Terpisah Kepala Desa Tebat Agung Riswandi menjelaskan mengenai jembatan sementara itu lokasi tanah kebun karet milik warga desa Tebat Agung dan pihak kontraktor mengganti rugi tanam tumbuh dan sewa lahan untuk jembatan sementara yang tidak termasuk dalam RAB pekerjaan.

“Untuk akses jalan sementara sudah dibuat demikian juga jembatannya, Karena faktor alam diluar kuasa manusia musim hujan dan banjir sehingga merendam akses tersebut, maka dari itu kami Pemdes dan pihak kontraktor menghimbau warga untuk tidak menyeberang dulu karena banjir cukup dalam dengan arus yang cukup deras dan menghimbau agar warga sementara dapat melalui jalan Desa Air Limau,” imbaunya.

Baca juga  Korosi dan Galian Drainase Diduga Jadi Penyebab Tiang PLN Roboh Di Jalan M Yamin Prabumulih

Akan tetapi kata Riswandi warga mulai mencari Rezeki dadakan manfaatkan banjir itu, warga Desa Gerinam membawa perahu dengan dalih membantu warga yang akan nyeberang mematok tarif harga 1 buah motor Rp 15.000 dan setiap orang harus membayar Rp. 5000, dipungli oleh oknum penyedia perahu.

“Hal ini Banyak warga mengeluh dengan besarnya pungli tersebut dan melapor kepada pemdes Tebat Agung,” ungkap Kades

Lanjut Riswandi menjelaskan terkait hal tersebut dirinya selaku Pemerintah Desa Tebat Agung mengambil kebijakan dan minta bantuan BNPB untuk membantu akses masyarakat menyeberang gratis

“Namun kehadiran BNPB dipelintir oleh oknum warga Desa Gerinam berdalih mematikan mata pencaharian dadakan mereka, sehingga pihak BNPB cuma membantu 2 hari setelah itu perahu Viber mrk tarik ke kabupaten dengan alasan ada lokasi yang lebih urgen, akibatnya ya seperti sekarang kecelakaan yang harus mereka pertanggung jawabkan,” katanya.

Selain itu tegas Riswandi Pemdes Gerinam Maupun Pemdes Tebat Agung tidak pernah menerbitkan PERDEs (Peraturan Desa) terkait jasa angkutan Perahu untuk menyebrang di Jalan sementara penghubung kedua Desa.

“Karena pemerintah Desa Gerinam dan pemerintah Desa Tebat Agung tidak pernah menerbitkan perdesa tentang jasa angkutan perahu untuk masyarakat menyeberang dijalan sementara penghubung Desa Tebat Agung dng Desa Gerinam,” tegasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *