Pedagang Pasar Buah Randik Menjerit Terancam Gulung Tikar, Pemkab Muba Diduga Tutup Mata

INFOMEDIAKOTA, MUBA — Pedagang Pasar buah Randik Sekayu menjerit lantaran dagangannya tidak laku dan selalu menguras modal, tidak sedikit pedagang di pasar buah dalam kondisi bangkrut, dan sementara ini sudah ada beberapa pedagang yang gulung tikar, Hal itulah yang saat ini dirasakan para pedagang buah, namun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) tidak peka akan hal itu.

Lebih kurang dua tahun sejak di relokasi nya pasar Talang Jawa, para pedagang mencoba berjualan di Pasar Randik, yang mana telah diberi secara cuma – cuma oleh Pemkab Muba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba,

Bacaan Lainnya

Hari demi hari para pedagang jalani berjualan di Pasar Randik, bukan untung yang ia dapat, malah rugi yang ia peroleh di setiap harinya, dan para pedagangpun kini mereka harus berjuang untuk hidup di tengah sepinya pembeli di pasar Randik,

Baca juga  Tim Relawan Bakorsi Prabumulih kembali Bagi-bagi Kaos dan Kalender Amin

Pantauan awak media (26/05) Benar saja, di lokasi itu suasana lengang dan sepi, jauh dibandingkan saat mereka berjualan di pasar talang Jawa dulu.

Pedagang buah, Sidarsih (29) ibu cantik dengan dua anak ini berharap pemkab muba segera memindahkan seluruh pedagang di pasar talang Jawa ke pasar randik, diduga akibat dari pasar terbagi dua menyebabkan sepinya pengunjung karena warga memilih berbelanja di pasar terdekat dan pedagang pasar Randikpun mengeluh.

Kami merasa sangat dirugikan dalam pemindahan pasar ini, tidak ada guna nya lagi jika kami sudah bangkrut, dan gulung tikar, cetusnya.

Senada dengan pedagang yang lainnya, pedagang berharap pasar buah randik ditata seperti pasar layaknya pasar buah, dimana pedagang buah, pedagang sayur, pedagang ayam, pedagang ikan, dan pedagang sembako bercampur jadi satu di pasar buah tersebut.

Baca juga  Kapolda Sumsel Akan Hadir HPN di Banyuasin

Lebih lanjut pedagang berharap, jika memang pemerintah tidak ingin mencampurkan pedagang seperti di pasar Talang Jawa, Ia meminta pedagang yang berjualan tidak pada tempat yang telah ditentukan sesuai jenis jualannya, untuk segera dipindahkan pada los dan sesuai pada tempatnya.

“Ini tampak jelas, para pengolah pasar tebang pilih, pedagang yang harus nya telah ditetapkan di los pasar buah, tapi kenapa masih ada pedagang sembako, pedagang sayur, pedagang ikan, begitu juga sebaliknya, hal itu harus segera dipindahkan pada tempat yang telah pemkab tentukan”,harap pedagang buah pada pemkab.

Dari pantauan awak media Nasib para pedagang yang menepati lokasi tersebut kini membutuhkan penanganan cepat dari pemkab muba untuk mengupayakan solusi.

Sementara ini hingga berita di terbitkan belum ada tanggapan dari pemkab muba atau dinas terkait.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *