Pengamat Menilai Debat Pertama Cawako Prabumulih Belum Mendalami Subtansi Aspiratif dan Relevan Dengan Kondisi di Tengah Masyarakat

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Penyampaian visi dan misi saat debat pubik calon Walikota Prabumulih yang digelar semalam di Hotel South Sumatra, Minggu (27/10/2024) menuai berbagai komentar dan tanggapan dari warga dan pengamat politik lokal dibumi seinggok sepemunyian.

Momen ini tentu di tunggu oleh para intelektual dan akademisi lokal kota nanas tentang apa yang menjadi pertanyaan para panelis terkait tema debat dan apa yang menjadi jawaban kandidat paslon untuk menunjukkan visi dan misi mereka secara
representasi mendalam menggambarkan isu dan kondisi yang tengah di rasakan warga Prabumulih.

Bacaan Lainnya

Andri Santana salah satu tokoh Pemuda kota Prabumulih mengatakan bahwa substansi yang disampaikan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat bumi seinggok sepemunyian

Menurutnya debat paslon merupakan bagian dari kampanye bagaimana masyarakat mengetahui menggali, isi visi dan misi para kandidat. Dalam hal ini pemirsa tentu akan menilai apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari ke tiga calon.

“Terkait materi Andri menilai yang pertama mekanisme penyusunan materi harusnya berdasarkan aspirasi dari masyarakat kota Prabumulih, sekarang kita pertanyakan apakah KPU sudah membuka ruang itu. Artinya apa yang menjadi kajian persoalan mendasar di tengah masyarakat dari berbagai lapisan telah di rangkum dan rumuskan oleh panelis selaras dengan prespektif yang ada,” ujar andri.

Baca juga  Diusung Partai Demokrat Ahmad Usmarwi Kaffah Menang Telak 35 Suara, Terpilih Sebagai Wabub Muara Enim 2018-2023

Andri juga mengusulkan agar panelis yang terlibat dalam debat publik selanjutnya berasal dari kalangan lokal Prabumulih. Dengan demikian, panelis akan lebih memahami konteks dan tantangan unik yang dihadapi kota ini.

“Panelis dari luar mungkin memiliki perspektif akademis, tapi orang Prabumulih yang sehari-hari mengalami dinamika kota tentu akan memberikan pertanyaan yang lebih relevan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, warga berharap debat publik ke depan dapat menghadirkan pembahasan yang lebih mendalam dan relevan, sehingga warga bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang calon yang benar-benar memahami dan siap menghadapi tantangan Prabumulih kedepan.

Menanggapi hal ini Pengamat kota Prabumulih Rudi Wooho mengatakan debat semalam terasa kurang “greget,” baik dari segi pertanyaan yang diajukan maupun jawaban yang disampaikan oleh para kandidat.

“Debat ini seharusnya bisa menjadi bagian dari kampanye yang mendekatkan visi calon dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Namun, kami merasa substansinya hanya sekitar 30 persen yang benar-benar relevan,” ujar Rudi.

Rudi didampingi Andri S mengungkapkan bahwa debat tersebut seharusnya membahas isu-isu mendesak, seperti tingkat pengangguran yang tinggi, kebijakan yang tidak tepat sasaran, serta pembangunan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan kota. Beberapa contoh proyek yang dinilai kurang optimal oleh warga antara lain pembangunan terminal, rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), pasar, dan gedung serbaguna. Masyarakat berharap agar program dan kebijakan yang direncanakan kandidat dapat benar-benar menanggapi persoalan-persoalan nyata di kota Prabumulih.

Baca juga  Masih Inginkan Sosok Ridho Yahya Warga Pangkul Jaya Siap Menangkan Paslon Nomor 3 Ngesti - Amin

“Terkait materi debat, semestinya penyusunannya melibatkan aspirasi masyarakat. Sehingga isu-isu seperti pengangguran, pembangunan yang kurang sesuai kebutuhan, dan permasalahan di lapangan dapat ditangani dengan lebih baik oleh para calon,” ujar Rudi kepada Wartawan di salah satu Cafe di bilangan Jalan Sudirman Patih Galung, Senin (28/10/2024)

Selain itu kata dia, banyak warga menyoroti bahwa penyusunan materi dan perumusan tema debat akan lebih baik jika melibatkan berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh lokal, akademisi, dan perwakilan komunitas.

“Agar materi debat sesuai dengan realitas dan kebutuhan warga, penyusunannya perlu mengakomodasi masukan dari masyarakat. Ini juga akan membantu kandidat fokus pada isu-isu yang memang penting bagi warga Prabumulih,” tambahnya.

Kemudian kata dia, pada debat semalam, beberapa warga yang menonton secara live program debat juga mencatat adanya calon yang terlihat membaca contekan saat menjawab pertanyaan. Hal ini dianggap mengurangi kesan spontanitas dan kepercayaan pada pemahaman kandidat terhadap masalah yang dibahas.

“Kami tentu berharap para calon bisa lebih memahami dan menguasai isu-isu tanpa harus membaca catatan. Ini memberikan kesan mereka benar-benar siap dan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi saat menyaksikan acara live debat kandidat calon Walikota Prabumulih.

Secara keseluruhan, warga berharap debat publik ke depan dapat menghadirkan pembahasan yang lebih mendalam dan relevan, sehingga warga bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang calon yang benar-benar memahami dan siap menghadapi tantangan Prabumulih kedepan.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *