Pertamina EP Prabumulih Field Barhasil Tingkatkan Produksi Dengan Capaian 112 Persen

INFOMEDIAKOTA, — Pertamina Field Prabumulih memiliki wilayah produksi yang paling luas dari seluruh Field di Area Pertamina Hulu Rokan Zona 4, untuk diketahui wilayah melingkupi kota Prabumulih, Muara Enim, OKU, Ogan ilir, Palembang, Lahat dan Banyuasin.

Hingga saat ini produksi sampai semester 1 tahun ini, untuk minyak mencapai 8.148 BOEPD dengan pencapaian 112% dari target 7.449 BOEPD sedangkan Gas tercapai realisasi hanya 111 MMSCFD dari target sebesar 114 MMSCFD atau pencapaian masih kurang hanya 96,5% dari target.

Bacaan Lainnya

Hal tersbut disampaikan Senior Manager Pertamina Field Prabumulih Muhammad Luthfi Ferdiansyah bersama jajaran manajemen ketika menggelar bincang santai dengan awak media di ruang rapat Pertamina Field Prabumulih. Kamis (4/7/24).

Menurut Luthfi ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa produksi melebihi target dan ada yang belum tercapai.

“Tentunya didalam pekerjaan itu kita ada beberapa challenge tetapi bagi kami di Prabumulih tantangan menjadi opportunity untuk berbuat lebih baik lagi, dengan tim Subsurface Development and Planning berhasil mengelola kondisi sumur sumur tua dengan historikal produksi hanya 3.000-4.000 BOEPD. Sekarang Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari hasil Workover sumur GNK-82 dan Well Intervention sumur GNK-071 serta GNK-009 yang berlokasi di Desa Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Sumatera Selatan, “terangnya

Baca juga  Musim Kemarau, PT TeL Distribusi Bantuan Air Bersih

Senior Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah menjelaskan pada semester ke satu ini Field Prabumulih berhasil meningkatkan produksi sebanyak 8148 BOPD .

Peningkatan hasil produksi minyak yang ada berasal dari 190 sumur yang beroperasi saat ini di Field Prabumulih dari 903 sumur termasuk sumur-sumur tua jaman belanda yang masih bisa berproduksi sampai saat ini.

“Dari 190 sumur tersebut ada 83 sumur injeksi sisanya sumur suspend, itulah yang kita produksikan sehingga menghasilkan produksi yang melampaui target tadi,” jelas Lutfhi menanggapi pertanyaan dari Wartawan tentang kondisi sumur yang ada.

Dia juga mengatakan kalau jumlah sumur yang berproduksi saat ini meningkat dari tahun sebelumnya, pada 2023 yang lalu hanya sebanyak 140an sumur bor yang beroperasi.

Dari pencapaian tersebut menurut Luthfi semuanya tak terlepas dari kerjasama tim yang ada di lapangan dan ada beberapa tahapan yang dilakukan.

Baca juga  Dari 5 Kandidat Nama Beni Rizal Tak tercatat di Daftar Absensi Hari TerAkhir Pengembalian Berkas Bakal Calon Ketum KONI Prabumulih

“Tugas kami di lapangan itu adalah mempertahankan produksi eksisting agar tidak semakin turun jumlah produksinya, pertama dengan melakukan perawatan sumur dan kita rutin melakukan optimasi-optimasi sumur.

“Yang kedua ialah dengan cara menambah atau development dengan cara melakukan pengeboran. Yang ketiga melakukan bottlenecking seperti mengelola air dengan menginjeksikan ke dalam sumur serta mengganti pipa-pipa yang sudah tua,” bebernya.

Pada kesempatan ini Luthfi menerangkan tantangan bagi mereka khususnya secara subsurface struktur-struktur eksisting yang memang memerlukan kreativitas dan inovasi tinggi dari semua team untuk mengatasi struktur yang sudah mature dan depleted secara reservoir.

Bukan cuma itu, minyak yang dimiliki oleh Field Prabumulih memiliki titik tuang tinggi atau secara komposisi memiliki jenis minyak berat (HPPO) yang butuh pemanasan, untuk mengangkat minyak tersebut keluar dibutuhkan chemical. Namun, sebisa mungkin tetap diproduksikan.

Untuk perawatan sumur yang ada Pertamina menggunakan 8 Rig yang siap beroperasi karena kondisi sumur dan lapangan yang ada di Field Prabumulih termasuk sudah berumur atau tua.

“Tentu dari semuanya tidak terlepas dari doa kita bersama dalam melaksanakan tugas di lapangan karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam tanah,” pungkasnya

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *