INFOMEDIAKOTA MUARA ENIM — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) mengunjungi Desa Air Talas dalam rangka Field Trip melihat dari dekat potensi keberhasilan yang telah dicapai melalui Program Penggerak Agribisnis Desa Wisata (Anggrek Wisata) kebun jeruk di Kecamatan Rambang Niru kabupaten Muara Enim . Selasa (21/05/2024),
Masyarakat air talas sendiri yang notabene merupakan transmigrasi dari Buleleng Bali sejak awal adalah mayoritas petani kelapa sawit dan Karet, kini mulai beralih ke perkebunan jeruk dan salah satu inovasi program yang di suport penuh oleh CSR Pertamina Limau Field melalui pengendalian hama CVPD yang sempat menyerang tanaman jeruk para petani dengan menciptakan fungisida trichoderma menuju tahap Kemandirian pada tahun 2026 nanti.
Menurut Khairil salah satu lokal Hero dengan trichoderma hasil panen raya petani jeruk terus meningkat di tahun 2023 sebesar 400 ton kini mencapai 700 ton di tahun 2024. Semua itu berkat sinergi dan dukungan dari Pemerintah dan Pertamina Hulu Rokan Zona 4 (PHRZ4) bersama SKK Migas sehingga Desa Air Talas menjadi pusat agro wisata yang telah dikenal oleh masyarakat luas dengan wisata petik jeruk dan sentra UMKM lainnya.
“Sebulan lagi kita panen raya biasnya setiap akhir pekan akan dikunjungi oleh masyarakat dari Prabumulih, Pali, dan kota lainnya yang akan berwisata petik jeruk makan sepuasnya di kebun, hanya saja setiap pengunjung diwajibkan membeli satu kilo dengan harga 15.000, namun bagi yang akan membeli dengan jumlah banyak untuk dijual lagi harganya berkisar dari 9.000 sampai 10.000 Rupiah, ” ujarnya.

Hal senada dikatakan Senior Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Bonus S Yogasana saat menyampaikan sambutannya bahwa Desa Air Talas ini merupakan Desa binaan dalam rangka pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), menjadi salah satu lokasi program CSR dari PEP Limau Field yang bergerak di bidang pertanian, yaitu dalam hal budidaya jeruk siam dan pengolahan jeruk menjadi berbagai produk.
“Dan Desa Air Talas merupakan wilayah transmigrasi dengan mayoritas penduduk berasal dari pulau Bali, tepatnya dari Desa Less, Kabupaten Buleleng. Salah satu inovasi program ini adalah pengendalian hama CVPD yang menyerang tanaman jeruk para petani dengan menggunakan fungisida trichoderma. Dan atas perjuangan yang telah dilakukan akhir tahun lalu Desa Air Talas meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan predikat emas,” terangnya.
Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel H. Oktaf Riyadi, SH mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas Sumbagsel yang telah konsisten mendukung kegiatan-kegiatan jurnalistik FJM Sumsel. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pertamina Hulu Rokan, Zona 4 dan unsur Pemerintah setempat yang telah menyambut hangat rekan-rekan FJM Sumsel.
“Kami yang tergabung dalam FJM Sumsel ini terus bahu membahu bagaimana menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan industri minyak yang ada di Bumi Sumatera Selatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurut mantan Ketua PWI Sumsel dua periode ini, bahwa prestasi Desa Air Talas yang menjadi salah satu wilayah kerja SKK Migas Sumbagsel sangat diapresiasi. Karena selain menjadi proses produksi minyak, juga memberikan dampak positif dari kegiatan sosial. Terbukti dengan binaan perkebunan jeruk setempat, pengolahan limbah jeruk, program Anggrek Dewata dan kegiatan sosial lain.
“Ini luar biasa, kami apresiasi. Dan mungkin tanpa SKK Migas kami tidak sampai mengunjungi tempat ini. Untuk itu, melalui momen ini kami ucapkan terima kasih,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Rambang Dangku Fredy Febriansyah mengucapkan selamat datang dan rasa bangganya atas kehadiran rekan-rekan jurnalis yang tergabung pada FJM Sumsel di Desa Air Talas. Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap Desa Air Talas yang merupakan salah satu desa kebanggaan Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara enim dapat tersampaikan kepada masyarakat.
“Karena ini menjadi salah satu destinasi wisata di Sumsel. Kalau di Malang terkenal dengan buah Apel. Nah di Air Talas ini terkenal dengan buah Jeruk, yang mulai panen beberapa bulan lagi, harapan kami salah satu sektor penggerak pemberdayaan Desa melalui industri yang di miliki oleh desa yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) semoga dapat di dukung penuh oleh pihak perusahaan agar tujuan bagi pembangunan daerah akan segera tercapai,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safe’i Syafri menyampaikan bahwa Program Field Trip FJM Sumsel ini merupakan salah satu program tahunan SKK Migas Sumbagsel. Dikatakannya, bahwa kegiatan ini merupakan sebuah agenda penting dalam rangka membangun pemahaman yang lebih baik dalam rangka melaksanakan kerja-kerja industri hulu migas.
“Karena selain sebagai agenda silaturahim, tujuan kegiatan ini menjadi wadah diskusi, yang konstruktif antara hulu migas dan sahabat jurnalis,”jelasnya,.
Menurutnya, di era informasi yang begitu cepat ini, kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder termasuk dengan sahabat jurnalis sangatlah krusial, untuk memastikannya informasi yang disampaikan kepada publik adalah yang benar-benar akurat.
“10 program Multiplier Effect industri Hulu Migas bagi pembangunan daerah salah satunya yakni pempemberdayaan industri di desa dengan menggerakkan Bumdes di setiap wilayah operasi Migas di sumsel,” pungkasnya.










