SMANDA dan KAGAMA Edukasi Ratusan Pelajar Prabumulih Terkait Ekosistem Antartika Serta Ancaman Perubahan Iklim Global

INFOMEDIAKOTA PRABUMULIH – Isu perubahan iklim yang selama ini identik dengan forum internasional kini mulai dikenalkan secara lebih dekat kepada kalangan pelajar. SMA Negeri 2 Prabumulih bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menggelar talk show bertajuk pengenalan ekosistem Antartika sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan bumi.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Kamis (6/8/2026), diikuti ratusan siswa, tenaga pendidik, unsur pemerintah daerah, serta komunitas alumni. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan akademisi dalam membahas dampak perubahan iklim yang kini menjadi tantangan global.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, kepala SMA se-Kota Prabumulih, serta perwakilan KAGAMA.

Dalam sambutannya, Franky Nasril menegaskan bahwa pendidikan lingkungan tidak lagi cukup disampaikan sebatas teori di ruang kelas.

Menurutnya, pelajar perlu diperkenalkan pada persoalan global yang memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Baca juga  Pembagian Seragam Sekolah Gratis Disambut Haru dan Syukur oleh Guru, Siswa, Serta Wali Murid SDN 1 Prabumulih

“Edukasi tentang lingkungan, termasuk ekosistem Antartika, sangat penting dikenalkan kepada pelajar. Ini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana membangun kesadaran generasi muda agar peduli terhadap keberlanjutan bumi,” ujarnya.

Franky menilai Antartika merupakan salah satu indikator utama perubahan iklim dunia. Kondisi kawasan kutub selatan tersebut mencerminkan kesehatan bumi secara keseluruhan sehingga penting dipahami oleh generasi muda sejak dini.

Kepala SMAN 2 Prabumulih, Yusrianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap persoalan global.

“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global. Antartika menjadi salah satu indikator penting dalam perubahan iklim dunia. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KAGAMA Alfin Suhada menjelaskan bahwa Antartika memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan iklim dunia. Berbagai perubahan yang terjadi di kawasan tersebut, kata dia, akan memberikan dampak terhadap banyak negara, termasuk Indonesia.

“Antartika adalah cerminan kondisi bumi. Apa yang terjadi di sana akan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami isu ini sejak dini agar mampu menjadi bagian dari solusi di masa depan,” ungkapnya.

Baca juga  Mutasi Kepsek SMPN 1 Prabumulih Kerena Tegur Anak Walikota Dibantah, Ini Pernyataan Kadisdik

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan hubungan antara mencairnya lapisan es di Antartika dengan peningkatan suhu bumi yang berujung pada kenaikan permukaan air laut. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga para pelajar mampu memahami keterkaitan antara aktivitas manusia, perubahan iklim, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Diskusi berlangsung hidup. Para siswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penyebab perubahan iklim, upaya pelestarian lingkungan, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu lingkungan kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan pelajar. Sebaliknya, kesadaran terhadap pentingnya menjaga bumi mulai tumbuh melalui pendekatan pendidikan yang komunikatif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, sekolah, pemerintah, dan komunitas alumni menegaskan pentingnya membangun sinergi dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait