Artikel oleh : Aris Handoko
INFOMEDIAKOTA OKUS — Menempuh waktu perjalanan hampir sekitar 6-7 jam, sekitar 80 jurnalis dari media online cetak televisi dan radio yang tergabung dalam pengurus dan anggota Forum Jurnalis Migas Sumsel berangkat dari kota Palembang menuju Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan untuk memenuhi undangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Sumbagsel dalam momen Media Gathering dan Apresiasi Beserta Mitra Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Sore itu sesampainya di Oku Selatan Tiga Bus yang membawa kami singgah sejenak di kampung halaman dan di sambut langsung oleh bapak Muhamad Safaei dikediamannya, untuk melepas sedkit penat sekaligus menikmati sajian masakan khas Oku selatan yaitu manisnya ikan mujaer panggang dengan bermacam sambal olahan kumunitas Kompas Ranau mitra binaan Dari Kepala departemen Kumuniaksi SKK Migas ini.
Setelah makan kami pun melanjutkan perjalanan dan tiba Hotel Graha Serasan Seadanan yang akan menjadi tempat istirahat kami selama dua malam kedepan. malam itu kami melaksanakan rangakaian kegiatan di hall ruang Rapat hotel yang menjadi kebanggan warga OKU selatan, untuk mendengarkan sambutan dari sekaligus ditandai nya pembukaan pembukaan Media Gathering yang secara langsung di lakukan oleh Kepala Departemen Humas dan komunikasi SKK Migas Muhammad safe’i.
Mewakili Kepala SKK Migas Sumbagsel dalam kesempatan tersebut Safe’i menyampaikan salam hormat dan juga permohonan maaf dari bapak Anggono yang berhalangan hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa beliau tinggalkan, selain itu syafei juga mengucapkan rasa syukurnya karena kembali terselenggaranya kegiatan media gathering ini.
Menurutnya hal ini merupakan bentuk apresiasi FJM dan SKK Migas bersama KKKS kepada jurnalis yang telah menjalin berkontribusi dalam mendukung kemajuan Hulu Migas di sumatera bagian Selatan, dan juga dapat semakin merekatkan jalinan silaturahmi yang berkelanjutan,
“Alhamdulilah Media Gathering tahun ini bisa di adakan ditempat dimana saya dilahirkan, harapan kita melalui kunjungan Awak pers ke Oku selatan dapat menyampaikan apa yang menjadi kekurangan dan kendala yang masih belum maksimal ke danau ranau yaitu akses jalan yang cukup jauh ditempuh oleh wisatawan sehingga mereka lebih memilih berwisata ke kota Lampung karena waktu tempuh yang cukup singkat menggunakan jalan Tol,” ujar Safe’i
Lebih dalam dirinya mengatakan selain mengenalkan keindahan panorama wisata danau ranau kepada Insan Pers dirinya berharap melalui tulisan awak media kegiatan ini dapat menjadi inspirasi sehingga sudut pandang para petinggi negeri terkait apa yang menjadi kekurangan dan kendala bagi kemajuan Kabupaten OKU selatan melalui sektor Wisata Danau Ranau dapat di dengar dan di realisasikan.
Oktaf Riadi Ketua FJM dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih untuk SKK migas dan KKKS telah mengapresiasi kontribusi para jurnalis yang tergabung dalam FJM secara aktif terus menerus memberitakan kegiatan operasional Hulu Migas sehingga media gathering kembali terlaksana saat ini di Danau Ranau Oku Selatan.
“Mengapa memilih Danau Ranau karena saya fikir ini adalah tempat yang sangat indah kapan lagi kita semarakkan tempat sendiri, mumpung kepala departemen SKK migas masih menjabat dan Pak Safe’i merupakan putra daerah kelahiran Oku selatan beliau ingin menonjolkan keindahan Wisata di daerahnya ini harus kita suport, kita tergabung dalam FJM ini sudah sangat luar biasa, nikmat mana lagi yang kau dustakan, karena itu kita bersama sama bergandengan tangan, 22 tahun mengelola Hulu Migas dapat kita bantu melalui tulisan dan menerbitkan berita,” kata oktaf.
Oktaf juga menyadari selama tujuh tahun d memimpin FJM sudah banyak yang telah di berikan salah satunya dalam Bentuk Uji Kompetensi Wartawan UKW untuk itu dirinya sangat mengapresiasi atas suport yang telah diberikan SKK Migas dan KKKS dalam membantu meningkatkan kualitas wartawan yang tergabung dalam FJM Sumsel termasuk di PWI,
“Sekali lagi kawan kawan mari kita bersama sama bergandengan tangan terus menerus konsisten mendukung perkembangan media masa kita yang semakin hari semakin berubah, kita di tuntut berkualitas dan profesional, karena itu UKW merupakan salah satu wadah kita dalam meningkatkan kompetensi profesi kita, yang di suport terus oleh SKK Migas. Kayu piring Emas Thanks you Veri Much ,” ucap oktaf.
Sementara Tuti Dwi Patmayanti mewakili Pertamina yang menjadi Host pada kegiatan tersebut mengucapakan terimakasih kepada jajaran SKK migas dan FJM Sumbagsel dirinya berharap jalinan silaturahmi dan sinergitas akan tetap terjaga,
“Semoga kegiatan media Gathering ini semakin mempererat dan memperkuat jalinan silahturahmi kita, untuk terus bersinergi secara positif mendukung kegiatan kedua belah pihak, sehingga melancarkan kegiatan di masa depan, ” katanya
Menikmati Malam di tepian Danau Ranau
Usai mengikuti rangkaian acara pembukaan dan acara malam keakraban, saya bersama rekan rekan media coba berjalan kaki untuk menikmati suana di pinggir Danau Ranau, ya kebetulan hotel tempat kami menginap tak jauh jaraknya dari danau yang menjadi kebanggaan Warga OKUS, di sepanjang jalan banyak di temui pedagang kuliner yang berjualan dangan senyum ramah menyapa kami,
Dinginnya hembusan angin malam itu dan gemuruh ombak memecah bebatuan di tepian pantai danau ranau seakan menyambut kehadiran kami, mengisyaratkan kata selamat datang di bumi Serasan seadanan, obrolan singkat saya bersama rekan dari kota Prabumulih beserta PWI Batu Raja, Muara Enim rekan dari jawa pos dan majalah tempo menggambarkan keindahan suasana malam itu,
Tak lupa saya pun sesekali sesekali mengabadikan momen dengan bersua foto. Setelah menikmati secangkir kopi hangat di tepian Danau Ranau malam itu. Angin kian terasah dingin menyentuh kulit ku, tak terasa ternyata waktunya kami harus kembali ke hotel untuk beristirahat menyiapkan energi untuk melanjutkan kegiatan rafting arung jeram sungai di desa Banding Agung yang sangat kami tunggu.
Sensasi Andrenalin saat Arung Jeram dan Jet sky Pantai Pati marga Beach
Kesoakan harinya cahaya matahari Pagi yang akan keluar dari singga sananya , usai sholat subuh akupun membuka gorden jendela kamar Hotel yang telah menghantarkan ku tidur pulas, nampak jelas keindahan lukisan alam salah satunya yakni kegagahan Gunung Seminung dan barisan bukit landai menurun, menyejukkan mata saat melihat hamparan warna air yang biru ke hijauan dari luasnya Danau Ranau,
Acara yang sangat tunggu oleh kami pun tiba yakni wahana arung jeram, Bis kami kembali menyalakan mesinnya berangkat menuju titik kumpul di lokasi area Outbond rafting, ya kegiatan ini tentu saja bagiku merupakan pengalaman pertama,”
Namun demikian aku bersama rekan lainnya tak perlu cemas. Karena Ada instruktur profesional berstandar internasional yang memberikan tata cara saat akan bermain wahana arung jeram mulai dari fungsi peralatan yang akan di gunakan sampai detail faktor keselamatan daan kemananan ketika bermain arung jeram nanti.
Sebelum itu tim Rafting mengajak kami untuk melakukan searching atau pemanasan terlebih dahulu dengan mengelar permainan Outbond, hal ini memberikan keseruan dan warna sendiri bagi kami meski challenge yang di berikan sederhana namun cukup mendalam bagi kami peserta.
Setelah keseruan outbond, sekitar 70 wartawan yang telah mendapatkan pelatihan tata cara mengunakan peralatan rafting kami langsung diberangkat memakai mobil pickup menuju titik nol start dimana perahu karet yang akan kami nahkodai untuk mengarungi sensasi jeram sungai.
Setibanya di sana hempasan air terjun dari atas bebatuan besar dan aliran sungai ini mulai membangkitkan andrenalin besama tim 6 rekan pers dari kota prabumulih, Ya benar saja saat perahu karet yang kami nahkodai mulai dilepas dari tali pengikatnya perahu pun melaju, tentu awalnya perasaan cemas kembali meliputi saat perahu karet kami terjun dari jeram yang cukup ekstrem dan tinggi dibawah alam sadar teriakan saya bersama rekan pun berteriak dari memecah keseruan pada siang itu,
Disela parahu karet kami menyusuri aliran sungai yang cukup tenang sembari memberikan instruksinya bang yandi menceritakan kepada saya berapa jarak yang akan ditempuh dan berapa lama waktu yang di butuhkan sampai detail harga perahu karet pun saya tanyakan,

Priya yang memiliki postur badan kurus dan lansing ini dengan sabar menuntun kami dalam perjalanan selama 2 jam dengan jarak lebih kurang 3 KM, saya cukup salut dengan yandi beberapa kali dirinya terpaksa harus terjun ke sungai untuk mengondisikan perahu karet karena tersangkut di sela bebatuan dan derasnya air, “Ya maklumlah tim kami masih pemula” Bang Yandi pun tersenyum sambil mengarahkan kami untuk mengayuh atau berpegangan pada tali di perahu karet saat mengarungi jeram yang terjal dengan arus yang deras bergelombang dan tinggi,
Keseruan lainnya di sepanjang aliran sungai pun seakan tiada habisnya sekitar tiga belas perahu yang berisikan 6 orang peserta jurnalis disetiap perahu yang kami naiki mengingatkan keseruan kami pada masa kecil dulu saat bermain perang lumpur di pinggir sungai
Disini kami saling lempar rumput liar yang tumbuh di dasar sungai sembari saling siram air dengan menggunakan kayuh di tangan kami, teriakan bercampur gelak tawa pun pecah, seakan melepas penat kami yang setiap hari saat bekerja di wilayah tugas masing masing untuk mencari berita dengan segala resiko dan ketegangan yang terkadang harus kami hadapi.
Setibanya di garis finish tepat menjelang jam 1 siang para jurnalis pun telah disuguhi secangkir teh kopi dan gorengan oleh komunitas rafting EO untuk sedikit mengganjal perut dan menghangatkan tubuh setelah hampir dua jam lebih bermain wahana arung jeram di air sungai kami pun beranjak kembali tim EO membawa kami ke area outbond untuk santap siang bersama,
Disiang itu rupanya tim kompas Ranau dengan penuh senyuman ramahnya kembali telah menyiapkan hidangan khas masakan dusun OKU selatan dengan sajian utama ikan mujaer hitam panggang segar dan manis di tambah sambal buah dan lalapan jengkol muda yang sangat menggugah selera nafsu makan kami, setelah cukup lelah dan penuh keseruan mengarungi dan menaklukan jeram
Dari tim event organizer dari media gathering SKK Migas berkolaborasi dengan tim Rafting profesional komunitas lokal Danau Ranau menurut kami sangat memberikan pelayanan yang terbaik banyak momen anggel foto terbaik yang tak pernah luput dari mata lensa kamera meraka.
Setelah menyantap menu makan siang kami pun melanjutkan perjalanan menuju pantai Pati marga Beach yang terletak di kawasan danau ranau, disini gulungan ombak yang bersahabat seolah menyambut kedatangan kami. Wahana jet sky yang telah disiapkan pengelola dan SKK Migas tak luput dari keinginan saya dan rekan lainnya untuk mencoba, ya setelah mesin di nyalakan tak ragu akupun menekan gas jet sky, kencangnya hembusan angin dan hempasan jet sky memunculkan andrenalin saat di hantam gelombang ombak hal ini menjadi pengalaman pertama yang cukup berkesan bagi kami.
Hari pun mulai sore setelah puas mencoba wahana jet sky dan menikmati secangkir ice kopi di pinggir pantai ini kami pun kembali ke Hotel untuk persiapan kegiatan malam harinya dengan agenda bersama Bupati Oku Selatan Popo Ali.
Momen Penuh Kesan dan Pesan makan malam bersama Bupati OKU Selatan
Sekira pukul 18 30 setelah menunaikan sholat magrib kami bersama jajaran SKK Migas dan KKKS kembali berangkat menuju pantai Pati Marga Beach Untuk mengelar puncak acara pembagian reward dan apresiasi kepada jurnalis yang aktif menerbitkan berita kegiatan SKK MIGAS dan KKKS di sumbagsel, sekaligus momen malam keakraban dan ramah tama makan bersama Bupati OKU selatan
Dalam sambutannya Bupati OKUS Popo ali Murtopo usai jamuan makan malam menyampaikan kesan penuh surprise ucapan bangga dan terimakasih atas kunjungan media gathering SKK Migas dan KKKS apa lagi menurut popo ali FJM sumsel berjumlah 80 orang rekan Jurnalis yang hadir dari media cetak online, TV dan Radio tentu hal ni yang pertama kali baginya dapat mengeksplor potensi wisata keindahan Danau Ranau di OKU Selatan.
“Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran SKK Migas dan KKKS dan khusunya FJM Sumsel, saya merasa bangga walau pun saya sara kalau cuma 2 hari bagi kami masih kurang untuk mengeksplor keindahan wisata oku selatan, mudah mudahan kawan kawan penuh kesan terhadap kawasan wisata danau ranau ini,” tuturnya.
Lanjut Popo Ali menyadari menjawab apa yang masih menjadi kendala namun dukungan dari bang Fe’i dan rekan rekan wartawan telah menjadi catatan bagi pemerintah kabupaten OKU Selatan saat ini dan pemerintahan yang akan datang menurutnya jika dari kota palembang ke oku selatan dapat di tempuh dengan waktu tiga jam saja maka pasti ramai danau ranau ini.
“Ya solusi untuk pengembangan OKU Selatan adalah Exit tol atau jalur tol bisa dapat dibangun di daerah Martapura (OKU Timur) atau wilayah Lampung Barat, ” kata Popo saat malam keakraban Apresiasi Media di Pati marga Beach, Danau Ranau, Kamis 19 September 2024.
Popo, menceritakan untuk mewujudkan hal itu lima bupati dari dua provinsi, yakni tiga bupati di wilayah OKU Raya (OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan) Provinsi Sumatera Selatan, serta Bupati Lampung Barat dan Bupati Pesisir Barat (Krui) Provinsi Lampung, telah sepakat mengusulkan pembangunan jalur tol atau exit tol yang menghubungkan wilayah mereka.
Untuk Usulan ini telah kita ajukan ke pemerintah pusat dengan tujuan utama memperkuat infrastruktur dan memajukan sektor pariwisata di lima daerah tersebut, semoga ini mendapat Dukungan DPR RI dan mendapat dukungan Pemerintah Pusat dan segera terealisasi.
Bupati dua periode ini juga menambahkan bukan hanya itu untuk lebih mendukung pengembangan pariwisata, Pemkab OKU Selatan juga telah menyiapkan lahan seluas 70 hektar di sekitar Danau Ranau untuk pembangunan bandara skala kecil.
Saat ini landasan pacu sepanjang 900 meter sudah tersedia sebagai bagian dari persiapan ini. “Ya jika OKU Selatan memiliki bandara dengan kapasitas pesawat yang sedang saja dapat mendarat di bandara kita, tentu ini sangat mendukung pengembangan kunjungan pariwisata kita,” harapnya.
Disinggung terkait keluhan pemadaman listrik yang sering terjadi Popo juga mengakui masih banyak yang perlu dibenahi, termasuk saat ini menambah ruas akses jalan menuju Danau Ranau serta peningkatan fasilitas pendukung seperti jaringan dan suplai sampai listrik ke wilayah jalan sekitar dan telekomunikasi.
“Kami terus komunikasi dengan PLN khusunya untuk OKU selatan semua jalur di wilayah pesisir pantai danau ranau bisa terlayani, walaupun memang tak secepat yang diharapkan, beberapa tahun ini PLN mungkin terbatas tentu yang kami tekankan bagaimana PLN Bisa mendukung ekonomi kalau PLN tidak menyediakan infrastrukturnya
Menurut Popo PLN hadir bukan hanya melayani masyarakat tapi mendukung kegiatan nasional dalam upaya melayani ekonomi industri bejalan UMKM berjalan termasuk jaringan provider manakala konsumen banyak diakan akan datang kalau hitung hitungan nya banyak pemakaian provider akan berinvestasi tapi investasinya provider harus disediakan power energinya jadi ini menjadi sinergitas antara BUMN dan Telkom.
Kepala Departemen Humas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei Syafri, menyebutkan bahwa tujuan utama acara Media Gathering dan Apresiasi Media SKK Migas dan FJM di Danau Ranau adalah untuk mendukung promosi pariwisata di daerah tersebut.
Syafei, yang juga merupakan putra daerah Ranau, merasa memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan kampung halamannya. Salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan adalah dengan melibatkan 80 jurnalis anggota FJM untuk mengunjungi Danau Ranau dan mempromosikan potensi wisatanya.
Ketua FJM Sumsel, Octaf Riady, turut mendukung upaya ini. “Selama kunjungan 80 wartawan FJM di sini, banyak berita yang telah dipublikasikan tentang keindahan Danau Ranau, fasilitas pendukung, dan destinasi wisata lainnya,” ujarnya sama seperti harapan kami dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan pariwisata Danau Ranau dan sekitarnya semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang.
Acara pun di lanjutkan dengan pemberian Reward apresiasi dari FJM menobatkan 10 juara media yang ter aktif dalam pemberitaan kegiatan hulu migas ini, tak lupa pemberian cindera mata dari SKK migas kepada Bupati OKU selatan dan FJM.
Malam keakraban semakin hangat terasa ketika Popo Ali menyanyikan lagu Demi Cinta dari band Kerispatih dan membawa kami semua ikut bernyanyi seakan menggambarkan isi hati Bupati yang akan sebentar lagi mengakhiri masa jabatannya,
Kemeriahan malam itu pun
semakin memuncak saat Oktaf Ketua FJM berdendang lagu dangdut dan Anang ketua Amsi Sumsel dari mata news menyanyikan lagu ‘kamu nggak sendirian dari band Tipe X susana pun pecah tak tertahankan Popo ali bersama awak jurnalis dan KKKS ikut berjoget ala SKA sambil membentuk lingkaran.
Ya saya pun ikut bagian berjoget dan hanyut dalam indahnya suasana kebersamaan namun momen penting ini seakan menggambarkan bahwa danau ranau memang begitu eksotis untuk di explor ya bagiku ini sangat recommended untuk di jadikan tujuan wisata di liburan akhir tahun ini. Kami pun harus pulang dan ini menjadi kenangan tersendiri meski hanya sebentar namun penuh kesan.







