BPPH MPC Pemuda Pancasila Kota Prabumulih Angkat Bicara dan Apresiasi Tindakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Terkait Masuknya 38 TKA China Ke PLTU Sumsel 1 Desa Tanjung Menang.

MUARA ENIM, INFOMEDIAKOTA.COM – Tindakan cepat Pemerintah Kabupaten Muara enim inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Camat, Kades, unsur Kepolisian dan TNI. Perihal 2 Bus yang membawa 38 Tenaga kerja Asing (TKA) hari minggu kemarin. Hal ini mendapat apresiasi oleh MPC Pemuda Pancasila Kota Prabumulih.

Organisasi Pemuda Pancasila Kota Prabumulih memang sangat Konsen dalam masalah tenaga kerja Lokal apalagi Warga sekitar yang telah mempuni secara skil kompetensi perusahaan memang harus diprioritaskan. Masih ada dalam ingatan dipenghujung bulan lalu tepatnya tanggal 31 Agustus dengan mengerahkan 600 Ratus masa dikomandoi MPC PP Rifki baday SH Mkn bersama gabungan LSM menggruduk hingga kedepan gerbang PT. GHMMI untuk menyampaikan tututannya yang salah satunya yaitu masalah ketenagakerjaan.

Bacaan Lainnya

Project PLTU Sumsel 1 PT. SGLPI, yang pekerjaan memang baru mencapai progres tahap awal ini cukup banyak menimbulkan polemik mulai dari akses izin jalan moving kendaraan material dan bahan bakar terlebih dasar penting terkait perihal penerimaan tenaga lokal disekitar lingkungan Perusahaan berdiri baik tenaga kasar maupun mempunyai Skil kompetensi

Kronologis kejadian sempat memicu kemarahan masyarakat, hal tersebut dikarenakan 2 bus pengangkut yang di hadang ternyata membawa 38 tenaga kerja asing (TKA), di tengah pendemi wabah Covid-19 berasal dari China, Warga pun sangat ketat dalam memantau aktivitas jumlah pekerja baru dari tiongkok, dikarenakan mamang masih banyak warga lokal yang belum bisa bekerja sebagai pekerja kasar sekalipun

“Warga melakukan penyetopan merasa curiga kenapa ada dua unit bus yang mengangkut tenaga kerja asing ke PLTU Sumsel 1 sebanyak 38 orang tengah malam. ini cukup mencurigakan indikasi dugaan tenaga kerja asing dokumennya tidak lengkap, untuk pekerja lokal sekelas tungkang cangkul dan pekerja kasar pun belum banyak bekerja di perusahaan BUMN dari negeri tirai bambu ini,”ujar Muslim.

Baca juga  Kunker ke Pabrik WinRo Komisi V DPRD Monitoring Kesejahteraan Tenaga Kerja

Selanjutnya Usai kejadian unsur tripika dan Kecamatan Rambang Niru Fredy Febriansyah pagi tadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kelokasi di PLTU Sumsel #1 PT.SGLPI dengan meminta beberapa dokumen TKA seperti Paspor, Visa hingga hasil Swab tes dari negara asal pekerja

“Ya kami menerima laporan ada mobilisasi TKA asal China sekitar pukul satu malam sebanyak 38 orang dan hari ini kami melakukan sidak untuk meminta dan konsultasi dengan pihak perusahaan apa tujuan kedatangan mereka dan memeriksa kelengkapan dokumen” jelas Fredy camat Rambang niru muara enim

Ternyata Dari hasil Sidak 38 orang TKA china diklaim merupakan tenaga kerja ahli mulai dari Enginering, Petugas Laboratorium dan kedatangannya juga untuk mendidik tenaga kerja lokal yang nantinya akan dipekerjakan di PLTU Sumsel #1

Joel selaku Penerjemah Mandarin sekaligus Humas PT.SGLPI PLTU Sumsel #1 mengatakan telah melakukan rapat bersama dengan unsur tripika kecamatan Rambang Niru dan Kecamatan Belimbing, pihaknya jugaengklaim jika dokumen para pekerja asal China sudah lengkap

“Berdasarkan ini kan Surat-surat kita lengkap dan itu kita kedepannya akan ajukan juga ke departemen masing-masing terkait dengan masuknya tenaga kerja asing”

Dalam rapat tersebut salah satunya pihak perusahaan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Disnaker, Pihak imigrasi Kepolisian dan Kepala Desa setempat dan saat ini TKA asal China itu masih menjalani Isolasi mandiri didalam lingkungan perusahaan

“ Sesuai standar Protokol Kesehatan Perusahaan mewajibkan para pekerja untuk isolasi dan kembali melakukan Swab tes walau sebelumnya sudah dilakukan di negara mereka, itu semua tenaga ahli ya” lanjut Joel

Baca juga  Walikota Ridho Yahya Terima Bantuan Rehab Gedung PCR RSUD Prabumulih Dari Komunitas Pengusaha Konstruksi

Sebagian masyarakat sekitar tambang PLTU Sumsel #1 sangat menyayangkan ditengah pandemi Covid-19 dan masih banyaknya warga pribumi yang butuh pekerjaan ada puluhan tenaaga kerja asing (TKA) Asal China yang masuk untuk bekerja.

Ditempat yang berbeda Badan Pembelaan dan Penyuluhan Hukum (BPPH) Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Prabumulih melalui Wakil Ketua Politik Hukum dan keamanan (Polhukam) Ronald Hutahean, mengatakan Patut di apresisi tindakan cepat tanggap dari Camat berserta jajaran.

“Terkait pemberitaan di atas, bahwa TKA dan penanaman modal asing memang selalu mnimbulkan polimik yang bukan hanya jadi isu tapi sudah muncul dan nyata di masyarakat, untuk pihak terkait yang berkepentingan agar melihat kondisi sekarang yang benar benar harus jadi Perhatian,” ujar Ronald (29/9/2020)

Ronald menambahkan sekarang muncul pertanyaan adalah apakah bidang bidang pekerjaaan yang mereka datangkan itu skil pekerjanya belum kita miliki, jangan sampai di kalangan masyarakat terjadi gejolak karena ketidak mampuan Stakeholder dalam mengambil kebijkan

“Seharusnya dalam konteks tenaga kerja perusahan tersebut tetap mengedepankan tenaga kerja asli indonesia yang mempunyai skil dan kemapuan khusus sehingga tidak mencuat polemik dan riak riak kecil dan satu saat akan menjadi ombak besar,” Tutur pria kelahiran Medan batak ini

” Satu lagi apa maksud dan tujuan mereka mengirim tenaga asing ke Indonesia itu harus jelas dan dapat dipahami, karena polemik yang akan muncul akan menjadi pembahasan dan pertanyaan apa maksud dan tujuan perusahaan masuk ke wilayah indonesia, dan kami fikir kita sudah banyak tenaga kerja ahli yang memang bisa memegang posisi itu banyak tenaga ahli Tentu pendidikannya pun sudah cukup tinggi, mengapa harus ada orang asing yang berada di posisi vital,” Pungkas Ronald Hutahean Waka Polhukam BPPH MPC Pemuda Pancasila Kota Prbumulih

editor : Aris/imk 01

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *