Diduga Karena Aktivitas Angkutan Proyek Tol di Tanjung Rambang, Warga Keluhkan Jalan Lingkungan Rusak dan Berdebu

PRABUMULIH, INFOMEDIAKOTA.COM – proyek Jalan Tol indralaya – lubuk linggau yang salah satu akses nya melintasi wilayah Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) mulai dikeluhkan dan mendapat protes warga pasalnya kondisi jalan di pemukiman wilayah tempat tinggal mereka mulai rusak akibat jalan lingkungan di jadikan lintasan kendaraan bertonase besar pengangkut material tanah timbun dan lainnya.

O

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak kondisi jalan lingkungan sempat dipenuhi tanah sisa material yang jatuh dari ban mobil proyek saat melintas. keadaan ini mengganggu kondisi jalan apabila hujan, jalan licin dan bila cuaca panas akan menimbulkan debu.

Truk-truk besar diduga milik PT. VJM yang belakangan diketahui salah satu pihak subkontraktor pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan jalan tol. hingga saat bebrapa waktu lalu kegiatan opersiaonal warga mengaku aktivitas mereka menjadi terganggu.

Baca juga  Islamic Centre Prabumulih di Tinjau DPRD Fraksi Golkar

Salah satu warga bapak pidin yang rumahnya berada di pinggir jalan, mengeluhkan kegiatan proyek perusahaan ini cukup membuat warga terganggu, kendaraan perusahaan melintas bukan hanya tidak menguntungkan tapi menjadikan kemacetan terlebih dampak debu dan sisa material tanah yang jatuh cukup menghambat aktivitas warga,

” Bukan cuma dak menguntungkan dampak debu dan sise tanah yang jatuh ke jalan lingkungan ganggu kami yang melewati jalan, dan juge perusahaan ini tidak permisi lagi dengan warga ape lagi nak melibatkan masyarakat sekitar untuk di pekerjakan nyiram dan mbersihkan jalan, “ungkap Pidin

Hal yang sama di rasakan Adi candra mentan perangkat pemerintahan setempat ini menuturkan bahwa pihak perusahaan tidak koordinasi dengan warga apa lagi melibatkan masyarakat untuk membersihkan dan menyiram jalan akibatnya banyak jalan rusak, bahkan ketinggian mobil truk yang melintas nyaris memutuskan kabel listrik di atas jalan,

“Yang jelas debu banyak jalan kami rusak. Koordinasi dengan masyarakat juga tidak ada. Bahkan kabel-kabel yang dilewati diatas jalan itu mereka elakkan saja ,” ungkap Adi Candra, warga setempat saat dibincangi oleh wartawan di lokasi, Kamis (10/12/2020).

Baca juga  Miris Akses Jalan ke Rumah Ermi dan ke jalan Hibah lahan Masjid Di Pagar Beton oleh Pihak Developer

Untuk mengurangi paparan debu, timpal Suparman hatop , warga lainnya ini juga menuturkan warga sempat berinisiatif menyirami jalanan setiap kali ada kendaraan berat yang melintas dan bahkan melaporkannya ke pemerintahan setempat.

Namun, lanjut tokoh ormas ini mengatakan angkutan yang kerap melintasi jalan tersebut menilainya sia-sia, lantaran tidak ada tindakan yang diambil oleh pihak pemerintahan setempat hingga saat ini.

Padahal, ujarnya  ” Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM beberapa waktu lalu pun telah melayangkan surat surat edaran taggal 29 juni 2020 nomor : 620/226/DISPUPR/2020, terkait perihal izin penggunaan dan pemanfaatan AKSES jalan tol seksi Prabumulih – Muara enim

“Kami cuma berharap ada solusi yang tepat dari seluruh pihak yang terkait, yang tentunya bisa melibatkan dan menguntungkan warga masyarakat di sekitar jalan yang mereka lintasi ini,” Tegasnya

Sementara itu, perwakilan dari pihak perusahaan PT VJM belum memberikan komentar menanggapi keluhan warga tersebut. Wartawan portal ini sudah mencoba mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp namun hingga berita ditayangkan pihak perusahaan belum memberikan balasan.

Akan tetapi, portal media ini masih akan berupaya untuk mengkonfirmasi ke pihak-pihak terkait lainnya atas keluhan warga tersebut.(Tim)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *