Pemkab dan Polres Muara Enim Targetkan 200 Ton Bawang Putih, Semende Disiapkan Jadi Penopang Swasembada Pangan

INFOMEDIAKOTA MUARA ENIM — Kabupaten Muara Enim mulai serius membangun kekuatan pangan dari sektor hortikultura. Bawang putih kini menjadi salah satu komoditas yang didorong untuk memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Targetnya tidak kecil. Pengembangan bawang putih di Muara Enim diproyeksikan mencapai 20 hektare lahan dengan potensi produksi sekitar 200 ton. Kawasan Semende Darat Tengah (SDT) menjadi salah satu titik utama pengembangannya.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut ditandai dengan penanaman bawang putih secara serentak di kawasan perkebunan Dusun 3, Desa Gunung Agung, Kecamatan SDT, Rabu (19/8/2026).

Penanaman dipimpin Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho dan dihadiri Plt Bupati Muara Enim Sumarni bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel dan Muara Enim.

Baca juga  PTBA Perkuat Langkah Menuju Energi Bersih Lewat Uji Coba Co-Firing Wood Pellet di PLTU Tanjung Enim

Program ini menjadi bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak secara nasional yang terhubung dengan kegiatan utama di Sembalun, Nusa Tenggara Barat.

Lima Daerah Sumsel Didorong Produksi Bawang Putih Kapolda Sumsel mengatakan, pengembangan bawang putih dilakukan di lima wilayah jajaran dengan mempertimbangkan karakteristik lahan dan jenis varietas yang sesuai.

Secara keseluruhan, Sumsel menyiapkan 81 hektare lahan dengan target produksi mencapai 810 ton. Panen ditargetkan berlangsung pada November 2026.

Lima wilayah tersebut yakni Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Ogan Komering Ulu Selatan dan Empat Lawang.

Untuk Muara Enim, varietas yang dikembangkan adalah Lumbu Hijau. Sementara Lahat menggunakan Lumbu Putih, sedangkan Pagar Alam, OKU Selatan dan Empat Lawang mengembangkan varietas Sangga Sembalun.

Bukan Sekadar Tanam, Tantangannya Ada di Produksi. Target 200 ton tentu bukan sekadar angka di atas kertas. Pengembangan bawang putih membutuhkan konsistensi dari tahap penanaman hingga panen, termasuk dukungan terhadap petani, kesesuaian lahan, produktivitas dan keberlanjutan budidaya.

Baca juga  Presidium CDOB Gelumbang Resmi Dipimpin Hanan Zulkarnain, Perjuangan DOB Tunggu Moratorium Presiden

Karena itu, pengembangan kawasan Semende memiliki arti strategis. Jika target produksi dapat dicapai, Muara Enim tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas hortikultura, tetapi juga memiliki peluang memperkuat pasokan bawang putih dari produksi lokal.

Di tingkat provinsi, targetnya bahkan lebih besar. Sebanyak 81 hektare lahan ditargetkan menghasilkan 810 ton bawang putih pada November mendatang.

Dengan demikian, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga produktivitas lahan dan memastikan petani mampu mengawal budidaya hingga menghasilkan panen sesuai target.

Bagi Muara Enim, gerakan ini menjadi momentum untuk mengubah potensi pertanian dataran tinggi Semende menjadi kekuatan pangan yang lebih nyata.

Bukan hanya menanam bawang putih, tetapi menguji sejauh mana daerah mampu membangun kemandirian pangan dari lahannya sendiri.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait