INFOMEDIAKOTA MUARA ENIM — Euforia penonton memecah kesunyian Danau Cecuho, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, saat Lomba Perahu Bidar MEMBARA resmi digelar, Jumat (21/11). Ajang tradisi budaya yang menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kabupaten Muara Enim itu dibuka langsung oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., dan diikuti 82 tim dari berbagai wilayah, termasuk peserta dari luar daerah.
Lomba perahu bidar yang dikenal sebagai warisan budaya Sumatera Selatan tersebut kembali menjadi magnet masyarakat dan pecinta olahraga air. Ribuan warga memadati tepian danau untuk menyaksikan adu kecepatan dan kekompakan tim dalam kompetisi yang sarat makna budaya dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Bupati Edison menyampaikan bahwa perlombaan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan momentum penting untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat pariwisata, dan mempertahankan identitas budaya daerah.
> “Perahu Bidar MEMBARA adalah simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Muara Enim. Semangat kebersamaan dalam setiap kayuhan menjadi cermin gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Edison.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Danau Cecuho yang menjadi ikon kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian lingkungan adalah kunci untuk menjadikan agenda budaya dan olahraga ini terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang.
Bupati menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan ajang ini dengan lebih besar dan spektakuler pada tahun mendatang. Targetnya, jumlah peserta dapat bertambah dan penyelenggaraan menjadi event budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lebih luas ke Bumi Serasan Sekundang.
Lomba Perahu Bidar MEMBARA diharapkan terus menjadi tradisi yang mempererat solidaritas masyarakat, sekaligus mengangkat potensi wisata daerah menuju Muara Enim yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Editor: Aris Handoko










