Pertamina EP Limau Field “GerCep” (gerak cepat) Atasi Pasca Kebocoran Pipa di Desa Tanjung Muning Gunung megang

MUARA ENIM, INFOMEDIAKOTA.COM –Kebocoran pipa Flowline Produksi Sumur Bel-35 milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Limau dan sempat menyemburkan berton ton minyak mentah. Lokasi semburan kebocoran yang berada pinggir jalan di pemukiman warga, cukup membuat heboh dan membuat panik warga sekitar. Menimbulkan suara ledakan sebanyak Tiga Kali membuat salah satu warga didekat lokasi jatuh terpental dan pingsan dan semburan minyak mentah tak pelak menguyur dan hujani rumah warga.

Mendapatkan informasi adanya kebocoran pipa. Aksi Pertamina EP Limau Field “GerCep” (gerak cepat) Atasi Kebocoran Pipa di flowline sumur Bel 35 Desa Tanjung Muning Kecamatan Gunung Megang Kab. Muara Enim sekitar jam 10.00 WIB td (31/08/2020).

Bacaan Lainnya
Baca juga  Keluhan Warga Perihal Dampak Debu Proyek TOL, PT. Waskita Karya Lakukan Penyiraman Dan Perbaikan Jalan Lintas Desa

Diawali oleh security yang mengamankan lokasi dilanjutkan tim produksi melakukan penanganan kebocoran & HSSE melakukan pembersihan sisa crude oil serta tim L&R yang berkordinasi dengan pihak Desa dan warga yg terdampak.

Saat ini kebocoran pipa sudah bisa tertangani dan sedang dilakukan pembersihan sisa crude oil & diharapkan dapat diselesaikan sore nanti.

Limau Asmant L&R Fredrick Roma P melalui Afrianto selaku relation & formalities membenarkan adanya kejadian tersebut ketika kami hubungi, dia menyampaikan,

“tim kami segera meluncur ke lokasi ketika mendapat adanya info kebocoran pipa, kondisi saat ini dalam keadaan aman, kebocoran sdh ditangani dan sedang dilakukan pembersihan sisa crude oil dilokasi dan sudah dilakukan juga kordinasi dengan pihak Desa dan warga yg terdampak”

Ditanya terkait ganti rugi Afrianto mengatakan kalau sudah ada pertemuan antara pemerintah serempat dalam hal ini di mediasi langsung oleh kepala desa tanjung muning

Baca juga  Baru 3 Bulan di Aspal Jalan Wisata Provinsi Tugunanas - Sugiwaras Kembali Hancur disinyalir Akibat Armada Angukutan Alat Berat juga Material Proyek Jalan TOL PT. Waskita Karya

” Kemarin sudah ada pertemuan dengan Kades serta perwakilan warga terdampak, dan sudah ado permintaan dari warga, Hal ini kita dilaporkan ke manajemen limau,” katanya

Sambung Afrianto menjawab pertanyaan terkait penyebab kebocoran ia menenjelaskan banyak faktor yang terjadi salah satunya karena usia pipa dan tekanan yang cukup tinggi,

“Banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya Usia pipa, tapi untuk sementara ini akibat tekanan dari sumur, untuk mencari penyebab utamanya akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” Tutupnya (Ar/imk)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *