INFOEMDIAKOTA.COM, MUARA ENIM ,– Insiden Kecelakaan kerja pada kegiatan proyek yang memiliki resiko tinggi seharusnya tidak akan terjadi apabila Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) di jalankan oleh pelaku usaha.
Ketentuan Job Safety Analisis sebagai acuan dalam memenuhi Standard Operasional Prosedur keselamatan acap kali diabaikan pada saat pelaksanaan kegiatan oleh pelaku usaha, hal ini tentu akan berakibat Fatal bagi pekerja.
Pekerja yang di tugaskan sebagai Pengawas HSE (Health, Security, and Environment), Safety man K3 yang di tempatkan merupakan bagian dari sebuah sistem perusahaan, industri, atau institusi yang bertanggung jawab dalam hal urusan kesehatan, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan di tempat kerja tersebut. Termasuk inspeksi kelayakan Alat berat yang di operasikan dalam setiap pekerjaan menjadi tugas HSE inspektor apakah kondisi layak beroperasi atau tidak.
Diketahui pembangunan PLTU Sumsel 1 di kecamatan Rambang Niru kabupaten Muara Enim dalam beberapa bulan terakhir masih kerap terjadi insiden fatality yang menyesakkan dada keluarga korban.
Tentu hal ini harus menjadi evaluasi bagi para pemangku kepentingan dalam menegakan aturan hukum dan saksi yang berlaku kepada pelaku usaha agar ha serupa tidak lagi terjadi, jangan sampai kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian menjadi hal yang biasa dalam dunia kerja.
SGLPI sebagai owner PLTU Sumsel 1 dalam pekerjaan ini harus pula memberikan sanksi tegas kepada subkontraktor yang mendapatkan pekerjaan, bukan hanya kwalitas dan kuantitas pekerjaan menjadi target proyek akan tetapi keselamatan kesehatan pekerja juga harus di perhatikan.
Salah satunya PT GPEC II dalam beberapa bulan terakhir sudah beberapa nyawa harus di renggut pada saat melakukan pekerjaan, seperti kemarin nasib naas di alami Budiansyah (35) Warga Darmo Kasih, almarhum harus meregang nyawa akibat Wheel Loader yang di kendarainya terperosok dalam galian kolam limbah.
Menurut info rekan almarhum, pagi hari sekira pukul 10 .00 mandor menelpon korban untuk kembali bekerja rupanya hari itu menjadi hari naas bagi dirinya dan berita buruk bagi keluarga,
“Sekira pukul 13.00 WIB, disaat korban tengah mengemudikan alat berat loader tersebut, tiba tiba loader tidak bisa lagi di kendalikan oleh korban, Tak ayal lagi, korban bersama alat berat loader yang dikemudikan nyungsep masuk ke dalam kolam buatan yang berisi air dengan posisi terbalik roda alat berat loader berada diatas,”
Dari video yang beredar, nampak rekan rekan kerja korban berusaha menyelamatkan korban dengan memberikan pertolongan seadanya.
Namun diduga ada bagian tubuh korban yang tertimpah alat berat didalam air kolam sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri, korban pun kehabisan nafas dan nyawa korban pun tidak bisa diselamatkan, korban meninggal ditempat kejadian. Sabtu (29/7/23).
Sementara itu, dari keterangan rekan korban yang melaporkan kejadian itu, korban diduga mengantuk dan kurang istirahat. Korban pun disaat bekerja tidak dilengkapi safety sebagaimana layaknya, ditambah lagi kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan. Bahkan menurut isu berkembang bahwa loader mengalami rem blong,
Kejadian ini sudah ditangani Polsek Rambang Dangku Polres Muara Enim. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Tebat Agung selanjutnya pihak keluarga korban segera membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas kepolisian setempat terkait insiden meninggalnya operator loader PT GPEC tersebut.










