PRABUMULIH, INFOMEDIAKOTA.COM – Langkah kaki Inhar Kamal, komandan KOTI pemuda Pancasila menelusuri gang setapak menuju rumah Pak udin yang terletak di RT 04/ RW 01 kelurahan Karang Raja Prabumulih timur Terus berlanjut. jika sebelumnya ia telah merenovasi rumah ibu Farida dan pak Zaenal kali ini giliran tangan pak Udin yang menerima
Tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan dengan Matanya terus berkaca-kaca mendengar perkataan dari Kamal bahwa besok rumahnya akan di bedah untuk di rehap
Mimpi kakek berusia 60 tahun itu untuk memiliki rumah yang layak segera terwujud karena memang sudah tiga kali berganti Pemerintahan lurah dan Camat Prabumulih timur hingga saat ini impiannya belum juga terwujud, kondisi atap bocor bila musim hujan tiba dan bila memasak kayu bakar dengan dudukan kuali panci hanya mengunakan batu bata yang tanpa atap membuatnya sering menahan lapar dan dahaga
Lebih dari 20 tahun silam, Pak udin tinggal di rumahnya yang hanya menumpang dengan saudaranya dahulu perkerjaan nya sebagai pedagang asongan di stasiun kereta api Prabumulih cukup menghidupi kebutuhan nya untuk sekedar makan bersama keluarga, kini kondisi perubahan menjemen PT Kereta Api yang sangat drastis membuat dirinya tak dapat lagi berjualan di atas kereta api penumpang, untuk upahan menjual nasi bungkus dengan keuntungan pas tak lagi dapat dilakukan hingga sekarang tubuhnya mulai rentah dan sakit sakitan hanya mampu mengumpulkan barang bekas dan daun pandan sebagai penyambung hidup ala kadarnya.
Saat di bancangi tentang keadaannya pak Udin hanya tersenyum dan mata yang berkaca kaca ketika ditanya apa perasaan nya saat ini ada orang baik yang akan membantu merehap rumah nya
” Ya keadaan rumah ini sudah lama, tapi aku tak punya buat betulin, mokasih untuk nak Kamal ” tutur pak Udin lirih
Pak Udin menuturkan, beberapa waktu lalu, dirinya masih bisa mengumpulkan uang untuk ditabung dari pekerjaannya mencari plastik bekas.
Namun, kondisi itu sudah berubah. Ia sekarang sudah tidak bekerja. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah berat.
Tak disangka dan dinyana , kini harapan pak udin dan keluarganya untuk tinggal di tempat yang layak bisa dirasakannya dalam waktu beberapa hari ke depan.
Komandan Komando inti (KOTI) Pemuda Pancasila inhar Kamaludin saat di bincangi dirinya bercerita histori pahit nya kehidupan yang pernah ia alami
“inilah potret kehidupan , Saya pribadi selalu prihatin dan merasakan , tentu kehidupan yang seperti ini sungguh tak pantas berada di kota yang kaya akan sumber daya alam seperti prabumulih,Tapi apa mau dikata, hidup seperti ini bukanlah kemauan beliau,( pak Udin red), namun hikmah bersar adalah rasa syukur yang sampai detik ini saya nikmati bisa sedikit berbagi, dengan sesama. Mungkin ini adalah rezeki yang dititipkan Allah SWT melalui saya untuk orang lain yang telah dipilih Allah pula,’” tutur Kamal mengungkapkan
Tadi teman teman sudah mendata, apa saja yang akan di butuhkan untuk merenovasi istana pak udin, mudah mudahan secepatnya Tim akan bergerak.
”Besok insha Allah kita eksekusi istana nya pak Udin ya ” ujar Kamal nada khasnya sambil mengusuk pundak rentah pak Udin pun kembali tersenyum dengan mata yang berkaca kaca
” Bantuan ini datangnya dari Allah, Saya hanya perantara saja, insyaallah selagi yang maha kuasa memberikan kesempatan Kami akan terus berbuat kebaikan Bagi saudara kita yang membutuhkan dan Harus tepat sasaran,
Tak ada apapun yang kita bawa ketika kita Berpulang nanti, dan insyaallah amal kebaikan lah yang akan menjadi penerang perjalanan abadi kita nanti,” ucap Inhar Kamaludin (A.H)










