Warga di Bantaran Sungai Kelekar Bersyukur Derasnya Hujan Sapu Endapan Limbah Minyak Mentah Pertamina

INFOMEDIAKOTA.COM , PRABUMULIH — Curah hujan yang cukup deras di pagi Hari ini senin (10/7/23) membawa berkah tersendiri bagi masyarakat di bantaran sungai kelekar kota Prabumulih, Bagaimana tidak sejak kemarin, (9/7/23) pasca kebocoran pipa, sisa cemaran endapan minyak mentah crude oil yang masih banyak berada di pinggir sungai yang dekat pemukiman warga dan belum ada upaya penanganan dari pertamina untuk di bersihkan kini mulai tergerus derasnya aliran air sungai yang tentunya berdampak bagi warga yang merasakan pusing dan mual.

Diketahui beberapa kelurahan seperti Kelurahan Karang Raja, Muara dua, Tugu Kecil, Gunung ibul endapan limbah tidak di tanggulangi, untuk bersihkan atau di ambil limbahnya secara manual, untuk itu warga yang tinggal di bantaran sungai masih merasa pusing dan mual cukup terbantu dengan turunnya hujan.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan awak media di lapangan skema penanggulangan pembersihan cemaran Limbah oleh tim pertamina yakni hanya fokus memasang oil boom di hulu pada sumber kebocoran dan di hilir titik terakhir cemaran limbah yang bisa di jangkau dengan mobil tangki penyedot limbah namun tim pertamina tidak melakukan penanganan manual untuk mengangkat limbah dan meminimalisir pada wilayah yang padat pemukiman warga.

Baca juga  CEO Petrofund Namibia Kunjungi Indonesia Drilling Training Center Pertamina Drilling

Hal tersebut di sampaikan Yanto warga kelurahan Karang Raja dirinya mengeluhkan belum ada penanganan dan penanggulangan sejak kemarin pasca kebocoran terjadi belum ada upaya pihak pertamina untuk melakukan pembersihan, mereka bersyukur dengan turunnya hujan dapat sedikit mengurangi bau menyengat yang membuat sakit kepala

“Kami bersyukur pak hujan turun, pacak bersih jugo aliran sungai oleh Limbah minyak Pertamina, kalu ilang jugo bau menyengat ini pak, dak tahan kami la Pening dan Mual bau limbah ini, soalnyo dari kemarin dak katek nian pihak pertamina dari sejak kebocoran jam 4 kami tau di karang rajo sampe sore hari katek nian sikok bae pihak pertamina bersihke sungai kelekar di Karang Rajo, “ungkap yanto.

Fakta di lapangan memang tak sama dengan rillis yang di nyatakan pihak Pertamina hal tersebut di sampaikan bahwa benar Tim dengan sigap melakukan penanganan dengan menyetop pemompaan pipa migas, melakukan pengecekan aliran crude oil dan memasang pembatas aliran agar tidak mengalir lebih luas sembari paralel melakukan perbaikan terhadap titik kebocoran dan pembersihan.

Head of Comrel & CID Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti, mengatakan dalam penanganan kebocoran tersebut tim Prabumulih Field telah melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat , Dinas Lingkungan Hidup Pertanahan Kota Prabumulih serta melibatkan masyarakat disekitar lokasi kejadian.

Baca juga  Plt. Bupati Muara Enim Santuni Keluarga Korban Tenggelam di Desa Cinta Kasih dan Desa Gunung Megang Luar

“Terkait penyebab kejadian sedang dilakukan investigasi sembari tim fokus pada penanganan insiden” ujarnya.

Tuti juga mengapresiasi atensi masyarakat sekitar yang dengan sigap melaporkan dan turut membantu penanganan insiden dilapangan. “Hal seperti ini kami sangat upayakan untuk tertanggulangi dengan cepat dan tepat dan kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah berkoordinasi dengan baik kepada kami serta dukungan pihak kelurahan terkait insiden ini.” terang Tuti sembari mengharapkan dukungan semua pihak agar insiden segera dapat ditangani dan produksi migas dapat kembali disalurkan sehingga mendukung pencapaian target produksi migas nasional.

Sementara Dwi Koryana Kadin Lingkungan Hidup mengatakan sudah dapat laporan dan tim DLH sudah ke lapangan, untuk sementara pihak perusahaan (Pertamina.red) sudah mengantisipasi supaya pencemaran tidak meluas. Rencana besok kami akan adakan rapat untuk tindak lanjut kedepannya,” ungkap Dwi.

Selanjutnya Dwi Koryana juga menambahkan sesuai SOP setelah adanya pertemuan baru bisa dilanjutkan dengan solusi atau tindak lanjut berikutnya.

“SOP nya seperti itu, setelah tau permasalahan, tindak lanjut dan solusi selanjutnya,”pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *