Ogan Ilir, INFOMEDIAKOTA.COM — Ada Apa Dengan Proyek Drainase yang dialokasikan dari Dana Desa TA.2021 yang berlokasi di Desa Tanjung Miring Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir. Baru berumur 10 hari sudah ambruk, entah karena faktor alam atau manusia itu sendiri
Proyek yang menelan anggaran dari Dana Desa TA.2021 Sebesar Rp.108.267.000, bukan hanya sebagai peningkatan infrastruktur dari persiden Jokowi namun Sejatinya bertujuan untuk mensejahterakan seluruh masyarakat di pelosok desa
Miris drainase yang baru berumur 10 hari sudah porak poranda di gerus air hujan yang turun beberapa hari terakhir, berlokasi di Desa Tanjung Miring Kecamatan Rambang Kuang, diduga proyek ini tidak sesuai dengan volume spesifikasi RAB yang sudah di tetapkan sebagai standard dan tekhnis dari Panitia dan konsultan pendamping dana desa
Setelah mendapat laporan Informasi (LI) dari warga sekitar dusun III Desa Tanjung Miring DPC GEMPITA (Generasi Muda Peduli Tanah Air) Ogan Ilir, Budi Rizkiyanto, Langsung Turun Kelokasi Proyek Drainase yang ambruk.
“Ada kejanggalan yang terjadi dari Temuan kami dilapangan, masak Drainase yang baru saja selesai dikerjakan kurang lebih 10 hari sudah ambruk,” jelasnya pada awak media diruang kerjanya.
Kami dari DPC GEMPITA Ogan Ilir Meminta pada pihak insfektorat Ogan Ilir dan Dinas terkait untuk turun langsung Kelapangan Memeriksa Dugaan markup dan indiskasi penyimpangan yang kami temukan.
“Kami akan segera meminta Inspectorat Ogan Ilir dan Dinas Terkait untuk turun langsung Kelapangan, Namun bila juga nantinya tidak digubris kami akan segera laporkan perihal kejadian ini ke Tipikor polres Ogan Ilir Dan Pidsus Kejari Ogan Ilir,” Tutupnya.
Terpisah Kepala Desa Tanjung Miring Inalidin,saat di Konfirmasi Via Aplikasi Whataps membenarkan Kejadian Tersebut. “kami sudah melaporkan ke pihak kecamatan,” jelasnya.
“Memang Benar Siring Yang dibangun roboh,karna Faktor alam hujan deras dan kami sudah Konfirmasi ke pak camat,kasi PMD dan Juga PLD mengenai kejadian ini dan dalam waktu dekat akan diperbaikki,” Tutupnya.
Laporan : Edi S










