Diduga Tak Sesuai RAB. Anggota DPRD Dapil 3 Kabupaten Muara Enim Mendesak Proyek Pembangunan Jembatan Desa Gumai di Bongkar !

MUARA ENIM. INFOMEDIAKOTA.COM — Anggota DPRD dapil 3 Kabupaten Muara Enim. Kembali melakukan sidak. Kali ini Ahmad Fauzi SH dan Samudera Kelana SH, didampingi anggota DPRD dari Komisi I Ponira. Yang membidangi pengawasan proyek APBD. Anggota DPRD Dapil III Kabupaten Muara Enim tetap mendesak agar proyek pembangunan jembatan di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim segera di bongkar. Minggu 03/10/2021

Terpantau para anggota DPRD tersebut, selain mengecek kondisi proyek jembatan juga terlihat mencocokan antara Rancangan Anggaran Belanja (RAB), dengan realita yang terjadi dilapangan. Karena posisi proyek jembatan tersebut letaknya jauh dari pemukiman penduduk, sehingga para anggota DPRD ini bersama Kades dan warga memastikan lagi kondisi proyek tersebut, yang pada akhirnya ketiga dewan mempunyai kesepakatan agar hasil proyek jembatan sebaiknya dibongkar.

Bacaan Lainnya

Selain melakukan pengecekan keadaan proyek jembatanjembatan, juga terlihat anggota dprd mencocokan Rancangan anggaran belanja ( RAB). Dengan fakta di lapangan.

Baca juga  Sandang Gelar Mangku Wijaya, Adi Kuanto Resmi di Lantik Sebagai Ketua FOKKU Kota Prabumulih,

“Ya proyek jembatan ini tidak layak dipakai karena jauh dari RAB, nah kita lihat fakta dilapangan dari ketinggian,lebar ,panjang, serta matrial semua bermasalah ,” cetus Ahmad Fauzi, Samudera Kelana dan Ponira, saat dilokasi bersama warga dan Kades tersebut.

Dikatakannya, bahwa kondisi ini telah dikeluhkan masyarakat dan kita sebagai wakil rakyat menampung aspirasi warga tersebut guna untuk menindaklanjutinya yang ternyata hasil proyek jembatan tidak sesuai harapan masyarakat.

Pipa banyak berlubang, tiang Jembatan hanya 6 Inci yang harusnya 8 Inci, ketinggian tidak sesuai, pengelasan sambungan jembatan sangat parah, plat lantai tipis, dan lebar serta panjang jembatan juga tidak sesuai.

” Ya, kita tetap mendesak agar proyek jembatan Desa Gumai ini di Bongkar saja karena kualitasnya diragukan dan pemerintah sebaiknya menunda dulu pembayaran kepada pemenang tender proyek tersebut,” tegas ketiga anggota Dewan Fauzi, Samudera Kelana dan Ponira, pada media ini.

Ditambahkannya lagi, bagaimana masyarakat dapat beraktipitas kekebun jika kondisi jembatan seperti ini, dan kedatangan kita melihat kondisi proyek tersebut murni dari nurani dan jangan ada persepsi lain dan kita tetap tegaskan agar jembatan ini segera di bongkar sesuai keinginan masyarakat Gumai,” tambahnya.

Baca juga  Maksimalkan Potensi Kerajinan Daerah, Pj. Bupati Dorong Dekranasda Tumbuhkan Pengrajin Lokal

Sementara puluhan warga Gumai yang ikut bersama para dewan melihat kondisi proyek jembatan tersebut, tetap bersikeras meminta jembatan ini sebaiknya jangan difungsikan dulu karena tidak sesuai keinginan kita saat beraktipitas kekebun menyeberangi sungai.

” Aku ni warga biasopaka, tapi sedikit banyak tau soal pembangunan, cak mano kami nak beraktivitas dengan jembatan pendek cak ini, belum lagi kalo musim hujan, pacak tenggelam jembatan mak ini pak” Ujar Irwandi (56).

Hal senada juga di sampaikan warga desa Gumai lainya ” Jembatan ini pacak mubazir bae, Seharunya jembatan ini ketinggiannyo melebihi jembatan yang lamo, cak mano perahu atau ketek nak lewat. Kita dukung pak dewan, sebaiknyo jembatan dibongkar bae, karena tidak sesuai harapan masyarakat desa gumai”. Ungkap Nurul dan yandri.

Dari pantauan awak media juga di duga proyek jembatan tersebut Mark Up karena tidak terlihat papan proyek pelaksana. Saat anggota dprd dapil 3 mendatangi lokasi jembatan dengan jalan yang cukup menantang.

Laporan : Edo IMK

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *