Cuma 3 jam Intensitas Hujan Lebat, Rumah Warga dan jalan Sudirman Kota Prabumulih di Rendam Banjir,

PRABUMULIH, INFOMEDIAKOTA.COM –
Derasnya debit hujan yang turun sejak jam 20.00 malam hingga jam 23.00 malam, hanya dalam hitungan sekitar 4 jam. Mengakibatkan puluhan rumah di Rendam banjir. Hampir di setiap kelurahan yang khusunya berada di bantaran sungai Kelekar dan daerah Lebak dikawasan Kota nanas menjadi Langganan,

Dari informasi di lapangan dan media sosial, Vidio jalan Jenderal Sudirman seperti lautan direndam air. Bahkan rumah warga yang terdampak musibah banjir air sudah masuk kedalam rumah sekitar dada orang dewasa,

Bacaan Lainnya
Baca juga  Diduga Asal Jadi, Rehap Dua Jembatan Lembak 1 Yang Menghubungkan Desa Lembak dan Desa Kemang  Sungai Kelekar Jadi Sorotan Warga

Salah satu warga yang mengirimkan Vidio terlihat sedang di tengah ruangan rumahnya dengan nada histeris dan memelas agar Walikota Prabumulih membantu dirinya

” oi pak Ridho tolong kami pak Ridho ,kami ni la kebanjiran galo pak, ,abes nah kulkas untuk jualan es roboh galo beje aku la terendam Galo, astafirlah ,” ucapnya sembari berharap tidak mati lampu

Menyoal banjir Yogi Astrada penggiat lingkungan Sekaligus Ketua Asosiasi Prosfesi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (APK3L) mengatakan Penyebab banjir antara lain adalah :

” intensitas hujan tinggi dan merata menggenangi DAS, kapasitas drainase tidak memadai, dari tampungan kapasitas saluran debit air. Tinggi pasang luapan Sungai kelekar, sehingga terjadi aliran balik menuju hulu sungai kecil, pendangkalan sungai kelekar masyarakat yang tinggal di pinggir sungai membuang sampah ke sungai. Budaya masyarakat membuang sampah sembarangan di selokan/Dranage yang mengakibatkan saluran air tidak lancar dan air menggenang dan air akan meluap saat hujan” ungkapnya

Baca juga  Jaga Keselamatan Bersama, PHR Zona 4 Respon Cepat Padamkan Lebih dari 100 Titik Api Karhutla Sumsel

Selanjutnya dirinya mengharapkan pihak pemrintah dapat mengevaluasi kembali Alternatif penanggulangan banjir seperti

“Rehabilitasi saluran drainase sesuai dengan debit, pengerukan sungai, penambahan pembuatan kolam retensi, penertiban bangunan liar yang berada di pinggir sungai, pengarahan kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan sungai,dan membudayakan tidak membuang sampah sembarangan ” tandasnya

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *