Picu Kritik Ormas PP, Arogansi Oknum Petugas PLN Kota Prabumulih Pada Pelanggan Berujung Damai

INFOMEDIAKOTA, PRABUMULIH — Sebelumnya keluhan Anie (42) warga kelurahan Pasar 1 kecamatan Prabumulih Utara terkait arogansi oknum petugas pegawai PLN, menuai kritikan Ormas MPC Pemuda Pancasila. Kejadian pada selasa (14/09/22) yang lalu bermula Anie yang tidak terima atas pencabutan meteran KWH pascabayar oleh petugas PLN untuk di ganti dengan amper meteran KWH prabayar.

Selain itu Anie mengungkapkan keterlambatan dirinya atas pembayaran jatuh tempo karena kondisi keuangan pendapatan yang tidak menentu setiap harinya, sehingga dirinya belum bisa melunasi tagihan tersebut, meski sudah meminta toleransi waktu tempo selama 3 hari untuk melunasi namun PLN tetap melakukan pencabutan dengan mengganti Amper KWH pascabayar miliknya begitu saja.

Bacaan Lainnya

“Saya belum siap menerima penggantian KWH meter ke KWH digital, kerena penghasilan tidak menentu belum ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM sehingga berdampak melonjaknya harga kebutuhan pokok yang kami rasakan sekarang,” ungkapnya

Selain itu Anie mengaku meski Ia telah lunasi tagihan listrik berserta denda tunggakannya akan tetapi tanpa toleransi dan kebijakan petugas dari PLN tetap saja mengganti Amper miliknya . meski terjadi perdebatan secara sepihak oknum petugas PLN tetap saja memaksa dengan mencabut Amper KWH pascabayar dan mengganti dengan KWh meteran prabayar.

Tak terima dan merasa dirugikan Anie yang juga Kader Srikandi Pemuda Pancasila memberitahukan hal tersebut ke kepala Ketua MPC Pemuda Pancasila kota Prabumulih , mendapat keluhan dan laporan kadernya Ketua berserta jajaran pengurus MPC PP langsung mendatangi rumah Anie dan saat itu tiga orang petugas PLN tengah mengganti Amper KWH.

Saat ormas PP datang untuk menengahi perdebatan tersebut, Rifki baday sempat menanyakan dengan sopan terkait SOP serta surat tugas dan perintah dari PLN, kepada petugas pegawai PLN terkait penggantian dan pencabutan Amper meteran KWH tersebut,

”Anda kan petugas, sebelum melakukan tugas, anda harus tunjukkan aturan Standar Operasional Prosedur serta surat tugas perintah dari PLN,” kata Rifki menanyakan kepada petugas PLN

Baca juga  Hari Raya Idul Adha 1444H PHR Zona 4 Tebar Keberkahan Bersama Masyarakat

Salah satu oknum petugas PLN Adiansyah bukan malah menjawab seperti apa yang di tanyakan namun malah memancing dengan perkataan kasar dan tidak bersahabat yang tidak sepantasnya di ucapkan.

“Kamu pikir kamu polisi apo, jadi nanyoke itu Samo kami wong PLN,” ujar Adianysah dengan nada emosi sembari mencabut senjata tajam berupa obeng dari balik bajunya.

Melihat suasana semakin memanas beruntung pihak ormas PP tidak terpancing dan terjadi benturan fisik, antara kedua belah pihak dan berhasil dilerai warga, petugas PLN serta anggota PP lainnya.

Cukup miris lagi wartawan yang sempat turut hadir saat kejadian itu, sempat mendapat kalimat yang menantang dari Adianysah untuk di terbitkan di media.

” silahkan saja kalau mau di mediakan, Kan ini lagi ada wartwan” ujarnya menantang

Menanggapi peristiwa kejadian tersebut Rifki Baday SH MKn Ketua MPC Pemuda Pancasila kota prabumulih, menjelaskan bahwa permasalahan ini dianggap belum selesai karena tidak adanya itikad baik dari pihak oknum PLN.

“Saat ini masyarakat sedang kesulitan, pasca Covid 19, di tambah lagi kenikan harga BBM baru baru ini, jangan lah pihak PLN bertindak sewenang wenang, Kami Ormas Pemuda Pancasila, jika satu tercubit maka semua merasakan sakit, kami juga punya dasar dalam bertindak, “jelasnya

Kalau sampai hal seperti itu terulang lagi, tegas Rifki atau ada masyarakat prabumulih mendapati petugas yang arogan, dengan kata lain tidak mengedepankan nilai-nilai pelayanan yang baik, silahkan laporkan ke pimpinan PLN atau ke Pemuda Pancasila kota prabumulih.

“Pemuda Pancasila kota prabumulih, siap berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kesamaan hak terutama masyarakat kecil,” tegas Rifki Baday

Meski demikian permintaan maaf dari pihak PLN tersebut namun Ormas PP menyayangkan sikap Helmi karena Oknum petugas tersebut tidak bisa ditemui dan dihadirkan saat itu dengan dalih Oknum petugas PLN sedang ada pekerjaaan diluar Kota.

Sementara Sekretaris Cabang MPC Pemuda Pancasila kota prabumulih Satrya Muda Putra.SE, menyatakan hal serupa dalam hal kebijakan sudah sepatutnya di berikan oleh perusahaan, menyangkut kertee

Baca juga  Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri, Resmikan Fave Hotel

“Kami dari MPC Pemuda Pancasila kota Prabumulih, tidak menginginkan peristiwa itu terulang lagi.Sekarang keadaan sedang tidak dalam kondisi baik.Saat ini masyarakat berusaha bangkit dari pandemi covied-19 dan BBM yang harganya naik,jelas sekali saat ini masyarakat sedang susah.Kepada oknum yang bersangkutan, seharusnya mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis dalam menghadapi konsumen mereka.Kami harapkan peristiwa seperti itu tidak terulang lagi pada konsumen yang lain”,kata Satrya Muda Putra.SE Sekretaris Cabang MPC Pemuda Pancasila kota Prabumulih.

Sementara itu Pimpinan PLN Cabang kota prabumulih Helmi Lazuardi, saat menerima audensi jajaran pengurus Ormas Pemuda Pancasila dalam keterangannya menuturkan kepada awak media.

“Saya rasa sudah ada pertemuan kemarin dengan pihak yang bersangkutan.Untuk Pegawainya sendiri, sudah saya berikan pengarahan secara langsung dan permintaan maaf atas tindakan di lapangan”,

Dari hasil pertemuan antara kedua belah pihak meski sempat adanya ketegangan dari proses mediasi yang cukup panjang itu, akhirnya pihak PLN dalam hal ini Kepala kantor PLN untuk Prabumulih Helmi meminta permohonan maaf kepada Ormas PP dan warga tersebut.

“Memang seharusnya kita melakukan kegiatan ini secara persuasif namun kemarin kita tidak tau karena saya tidak di lokasi suasananya seperti apa dan kejadiannya seperti apa, atas sikap dari petugas saya, saya pribadi meminta maaf jika ada hal yang tidak berkenan,” ucapnya.

Terkait belum dilakukannya sosialisasi dari PLN Prabumulih ke masyarakat tentang penggantian KWH meter ke KWH digital, dirinya pun mengakui hal tersebut.

“Jadi memang ada program penggantian KWH meter seperti itu terutama untuk pelanggan yang mempunyai historis menunggak, kalau untuk sosialisasi dari Palembang sudah disosialisasikan ke Provinsi dalam hal ini Gubernur tapi saya tidak tau ya sosialisasinya sudah sampai ke Kabupaten atau Kota informasinya seperti apa karena wewenangnya ada di PLN Palembang,” ungkap Helmi saat dibincangi awak media ini.

Lebih lanjut Helmi pun mengatakan jika kedepannya nanti pihak PLN Prabumulih akan bersinergi dengan Danramil dan Koramil Prabumulih untuk mensosialisasikan kegiatan ini bahwa memang kegiatan ini resmi.

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *