Recovery Pertamina HRZ4, Semoga Menjadi Proyeksi Untuk Kembali Hidupnya Ekosistem Sungai Kelekar

INFOMEDIAKOTA.COM PRABUMULIH, –
Pasca kebocoran Pipa di Kelurahan Majasari Prabumulih yang berhasil di atasi terjadi sejak hari Minggu (9/7/). Dengan menumpahkam volume Crude Oil limbah B3 minyak mentah yang cukup besar, menjadi dampak terburuk pada pertengahan tahun ini, bagi ekosistem air dan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai kelekar yang membelah Bumi Seinggok Sepemuyian.

Rabu 12 juli 2023 PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 (PHRZ4) Prabumulih mulai menerjunkan Tim pekerja Harian yang melibatkan warga Lokal untuk melakukan recovery ekosistem air sungai sebagai upaya menciptakan aspek lingkungan yang sehat bagi masyarakat di bantaran sungai yang Konon Dahulu, selalu menjadi cerita indah orang tua kita, tentang jernihnya air dan keberagaman ekosistem biota didalamnya. Kini tinggal dongeng dan tak lagi dirasakan oleh generasi sekarang,

Bacaan Lainnya

Kini pencemaran air sungai semakin masiv, bukan hanya yang di hasilkan oleh limbah domestik rumah tangga akan tetapi Limbah B3 oleh Pelaku Usaha membuat sungai kelekar tak berdaya hanya menjadi sebuah tempat penampungan sampah.

Baca juga  Korban Tidak Senang di Tuduh Maling Ayam, Nyawapun Melayang

Dari Pantauan awak media, meski telah di guyur hujan deras selama dua hari terakhir, pekatnya sisa limbah yang menempel pada rumput dan sedimentasinya masih merekat pada rimbunnya rumput yang tumbuh subur di bibir sungai.

Upaya Recovery pembersihan dilakukan oleh Pertamina melalui puluhan pekerja Lokal yang mendapat upah harian untuk pembersihan sungai dari rumput dan sampah yang telah terkontaminasi Minyak Mentah LB3 Untuk di angkat dan bawa ke Kolam Penampungan dan Limbah Pertamina di Talang jimar.

Aris Handoko Aktivis lingkungan Pemuda Pancasila yang juga berprofesi sebagai seorang jurnalis kota Prabumulih ini, berharap pihak Pertamina dapat mengambil hikmah dari insiden yang telah terjadi sebagai evaluasi.

“Harapan kita semoga kedepan Pertamina akan menjadikan Sungai Kelekar sebagai Proyeksi demi hidupnya kembali ekosistem sungai Kelekar yang asri selalu berinovasi membangun sinergi masyarakat setempat, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lestari. “Uji nineng kite dulu dek pacak ngilo’i jangan merusak jadilah,” tulisnya.

Terpisah Menanggapi insiden kebocoran pipa yang sering terjadi Anggota Komisi 3 DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH, mendesak Pertamina untuk melakukan pembersihan sungai Kelekar secara menyeluruh. Pencemaran yang terjadi akibat kebocoran pipa telah menyebabkan aliran sungai tercemar limbah dan berpotensi mengancam ekosistem air yang ada.

Baca juga  Susun RAPBD 2027, Deni Victoria dan Pemkot Prabumulih Konsultasi ke DJPK Kemenkeu

“Dengan membersihkan aliran sungai, diharapkan lingkungan sekitar dapat pulih dan warga kembali dapat menggunakan sumber daya alam didalam dengan aman” imbuhnya.

Lanjutnya sebagai upaya memastikan keberlanjutan jangka panjang, DPRD Prabumulih juga mendorong Pertamina untuk melakukan pengecekan dan penggantian pipa-pipa yang sudah mengalami kerusakan akibat korosi.

Pipa-pipa yang telah rusak harus segera diganti agar kebocoran tidak terjadi kembali di masa mendatang. Hal ini akan membantu mencegah pencemaran lingkungan yang serupa dan melindungi sumber daya air yang sangat berharga bagi masyarakat Prabumulih.

DPRD Prabumulih berharap bahwa Pertamina akan segera merespons tuntutan ini dengan serius dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki situasi. Kepentingan warga dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak pencemaran air sungai Kelekar.

“Pertamina wajib tanggungjawab atas tuntutan warga, apabila memang sumur-sumur masyarakat terdampak oleh pencemaran minyak itu,” tuturnya.

Prabumulih tidak boleh terus menderita akibat dampak dari kegiatan operasional perusahaan yang merusak lingkungan. Tindakan dan upaya pemulihan yang tepat perlu segera dilakukan demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup warga serta kelestarian lingkungan yang berkelanjutan di masa depan. (@ay)

Editor : Aris Handoko

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *