PRABUMULIH INFOMEDIAKOTA.COM – Untuk membatasi kerumunan Dimasa Pembatasan Sosial Beerskala besar dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus desaese 2019 atau Covid-19. PemKot Prabumulih resmi memindahkan para pedagang pasar pagi atau pasar tumpah subuh di Jalan Jenderal Sudirman depan Pasar Tradisional Modern 2 (PTM II) ke Terminal baru Jalan Lingkar Timur Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan.
Bukan hanya padatnya jumlah agen saat bongkar muat dan pedagang saat melakukan aktifitas jual beli di PTM II. Jalan jendral Sudirman Kerap di buat macet hingga antrian kendaraan roda empat hampir ke poorweigh (Perlintasan Rel kereta Api) tentunya ini dapat terjadi kejadian Fatal meninbulkan hingga kecelakaan apabila kemacetan sampai ke Rel tersebut.
Saat wartawan memantau aktifitas lokasi Terminal jalan lingkar Kelurahan Sukaraja.Kamis (28/05/2020) pada pukul jam 10 malam Pedagang Sudah berdatangan. Para Agen pedagang dan pengecer pun mulai mengecek lapak yang telah di bagi oleh Dinas perdagangan, Pemkot telah menyediakan hampir 500 lapak.
Pihak Dinas terkait pun masih mempersiapkan pemasangan tenda dan pemasangan lampu penerangan pun telah ditambah, agar pembeli pedagang merasa nyaman, berjualan di Terminal jalan lingakar yang sekarang jadi merupakan kantor Dinas perhubungan kota Prabumulih.
Pemindahan para pedagang distributor sayur dari luar daerah dan lainnya yang biasa membongkar muatan pada pagi hari tersebut dilakukan. khawatir akan terjadi gejolak dan penolakan dari pedagang namun ternyata para pedagang justru mendukung penuh Pemerintah. Bahkan ratusan pedagang meminta kepada pemerintah Kota Prabumulih agar pemindahan tersebut dipermanenkan.
Para pedagang minta permanen dipindahkan lantaran merasa nyaman menjalankan aktifitas jual beli di lokasi tersebut. bahkan diterminal pedagang masih bisa berjulan sampai siang hari
Salah satu di antara agen sayur Romi mengaku sangat senang dan pemindahan ke Terminal Lingkar Prabumulih lebih efektif karena lokasi yang luas dan cukup nyaman. tinggal lampu jalan sebelum keterminal agar ditambah agar pembeli tidak takut saat akan berbelanja.
” Kalau di pasar tradisional sempit, parkir susah banyak pungli, tapi kalau di terminal Lingkar Prabumulih ini luas, tertata dan parkir juga luas. Kami minta agar permanen diterapkan di sini saja jangan lagi dipindahkan,” kata romi agen saat dibincangi wartawan.
Senada Rina, distributor sayur ini mengatakan dengan pemindahan seluruh agen ke terminal dari PTM, otomatis terminal akan ramai dan akan menarik pedagang pengecar di Pasar untuk menjual kembali dan pembeli pun akan datang dengan sedirinya.
“Kalo distributor sayur, agen dan lainnyo dipindahke keterminal galo otimatis ramai tapi kalo dipilih-pilih pasti ado kecemburuan sepi terminal siapo galak datang kesini. sudahtu disini Lapang katek pungli nak marker luas ,” ungkap Rina
Rian pun demikian ia menceritakan jikalau disini sudah ditetapkan permanen dan seluruh agen sudah di terminal pasti akan ramai bukan hanya pengecer tapi Masyarakat akan datang juga untuk berbelanja.
disadarinya karena baru beberapa hari penjualan masih belum setabil akibat masih adanya agen dan pedagang lain yang berjualan di PTM .
” Omset belum stabil pak , karena agen dan pengecer masih ada saja yang berjualan di PTM , cuma bila semua agen di pindahkan ke Terminal ini pastila disini akan ramai bukan cuma pegecer pembeli akan datang sendiri “ujinya
WaliKota Prabumulih, H Ridho Yahya MM melakukan pengecekan bersama gubernur Sumsel saat meninjau kesiapan PSBB di Terminal Lingkar dan menyambut baik permintaan para pedagang agar lokasi di terminal lingkar dipermanenkan.
Dirinya mengibaratkan kepada guberbur dimana ada gula disitu ada semut, jadi kalau gula kita taruh di terminal semua pedangang dan pembeli akan datang dengan sendirinya .
“Jauh sebelumnya kita sudah ada rencana agar pasar pagi itu ditempatkan di wilayah Terminal Lingkar seperti pasar induk pada umumnya, karena pembeli tidak hanya dari Prabumulih bahkan juga berasal dari kabupaten tetangga. Begitu juga dengan agen-agen sayur dan ikan yang berasal dari Pagaralam, Curup dan Palembang maka pas di sini,” ungkap Ridho.
Ridho menuturkan, pemindahan pedagang pasar pagi ke terminal Lingkar Prabumulih selama penerapan PSBB secara tidak langsung menjadi momen yang tepat untuk memulai rencana membangun pasar induk di wilayah tersebut.
Sebab keberadaan pasar pagi di Jalan Jendral Sudirman dulunya sering menimbulkan kemacetan dan semraut. Di tempat baru tersebut para agen dan lainnya akan disiapkan lapak yang layak termasuk untuk para pedagang jika menginginkan pindah.
“Selama PSBB ini setiap kendaraan khususnya agen-agen sayur dan sembako yang akan masuk Prabumulih dialihkan ke Terminal Lingkar . Seluruh tim akan memantau para agen dan pengepul untuk tidak melakukan aktifitas di PTM, semua harus mengikuti instruksi,” Pungkasnya (AH)










